Saat kita masih sendiri, pastilah tersirat dibenak kita untuk bertekad menjadi isteri shalihat yang taat dan selalu tersenyum manis. Kitapun selalu ingin memberikan yang terbaik bagi suami kelak sebagai jalan pintas menuju surga.
Figur isteri yang sholihat, taat, dan setia benar-benar terpatri kuat di benak kita. Maka, tatkala Allah SWT telah menakdirkan kita mendapat jodoh seorang Muslim yang sholih kita pun melangkah ke gerbang pernikahan dengan mantap. Begitu khidmat dan khusyu karena kesadaran penuh untuk beribadah dan menjadikan jihad dan syahid sebagai tujuan hidup berumah tangga.
Kini ketika telah menjalani kehidupan rumah tangga, banyak hal-hal realistis yang harus dihadapi. Sifat, karakter, pembawaan, selera, dan kegemaran serta perbedaan latar belakang keluarga yang semula mudah terjembatani oleh kesatuan iman, cita-cita, dan komitmen ternyata lambat laun menjadi bahan-bahan perselisihan. Pertengkaran memang bumbunya perkawinan,tetapi manakala bumbu yang dibubuhkan terlalu banyak, tentu rasanya menjadi tajam dan tak enak lagi.
Berbagai masalah kehidupan dalam perkawinan harus dihadapi ketika mengetahui kenyataan bahwa pasangan tak seindah harapan, Bagi yang tidak siap dan atau menyiapkan diri, mereka seakan mengalami penderitaan kejiwaan berkepanjangan yang imbasnya akan menjalar terhadap perbuatan "anarkis" kepada diri dan orang- orang sekitarnya. Tak lupa pula, doa- doa patah hatipun dilantunkannya setiap hari.
Ternyata, ada banyak hal yang tak seindah bayangan semula. Antara harapan dan kenyataan ada terbentang satu jarak. Taman bunga yang dilalui ternyata pendek dan singkat saja. Cukup banyak onak dan duri siap menghadang.
Kekecewaan yang besar bersumber dari persepsi yang ideal yang kemudian menggiring kita pada gambaran2 indah tentang pasangan kita. Suami diharapkan bermental Super dan menjadi sosok pribadi yang istimewa layaknya Rasulullah SAW. Sedangkan Istripun juga dipersepsikan layaknya Ibunda Fathimah yang tanpa cela dalam mengabdi kepada suami.
Harapan yang besar tersebut seakan pula menghapus pemakluman atas segala kekurangan dari suami. Hal ini tentu saja bisa berdampak fatal, konflik bisa saja menjadi jadwal harian jika harapan itu berlawanan dengan fakta yang ditemukan di dalam sebuah rumah tangga
Lantas apakah berharap itu tidak boleh ? berharap sah-sah saja dan memanglah wajar, namun perlu diingat bahwa seseorang yang akan kita nikahi itu manusia bukan malaikat, banyak kekurangan yang mungkin terjadi di kemudian hari yang disebabkan oleh kekurangan2 dari pasangan kita tersebut..
Berkaca dari hal di atas, oleh karena itu tidak berlebihan apabila kita mensyarakatkan diri sendiri untuk bersikap ikhlas ketika akan menikah. Sikap ikhlas membuat kita lebih siap untuk menghadapi perbedan-perbedaan nanti. Selain itu, sikap ikhlas juga akan menumbuhkan prasangka baik kita kepada Allah.
Sikap ikhlas pun akan menumbuhkan sifat memaafkan dan berpikir positif. kita perlu menyadari bahwa semua orang berusaha hidup dengan cara yang paling baik menurut mereka, namun terkadang "kebaikan" itu mungkin kurang pas jika diterapkan untuk kita. Tapi satu hal yang harus tetap kita lakukan, cobalah mendidik diri sendiri untuk tetap menghargai niat baik mereka tersebut. Maka dengan memaafkan dan berpikir positif, semua akan kembali pada jalur yang semestinya.
Jika sikap semua hal tersebut semua telah mendarah daging, Alih–alih menyebabkan konflik atau kekerasan dalam rumah tangga, kejutan-kejutan yang terjadi kemudian, justru akan manambah benih-benih romantisme sehingga cinta dan dukungan kita terhadap pasangan kita malah akan menjadi semakin besar. Dan kalau sudah begini Bukan tidak mungkin kita akan benar2 menikmati indahnya surga dunia.
Dan yang terakhir, untuk menghindari kekecewaan juga diperlukan sikap kita untuk mencintai pasangan kita dengan cinta yang proporsional. Karena jika kita memang harus menghadapi kenyataan bahwa pasangan kita hanyalah manusia lengkap dengan kekurangan dan kelebihannya, hati akan terasa lebih lapang dan kekecewaan dapat lebih mudah untuk direlakan karena besarnya pengertian, bahwa tidak selamanya hidup itu indah.
Sumber. www.voa-islam.com
Read More..
Senin, 18 April 2011
Ketika Pasangan Tak Seindah Harapan
Label:
Muslimah
Kamis, 14 April 2011
Kemewahan Tidak Selalunya Menyenangkan Dan Mendamaikan
Banyak manusia mengartikan bahwa kebahagiaan hidup akan terasa sangat sempurna saat kelezatan kemewahan itu sudah berada digenggaman. Ketika kemewahan hadir,maka kekayaan, kehormatan, dan kesenangan pun menglingkari hari-harinya. Ya, memang begitulah sifat manusia yang pasti menginginkan segalanya tercukupi, segalanya serba tersedia dan lengkap untuknya.
Namun sayangnya, banyak diantara mereka yang menghabiskan hari -harinya dengan begitu saja hanya untuk berpeluh demi menggapai semua itu. Bahkan ada yang sampai menghalalkan segala cara demi mengumpulkan harta atas rujukan gengsi dan nafsu mereka. Perlombaan mereka sungguh hebat dan dahsyat mulai dari yang menggelikan hingga yang begitu mengerikannya. Bahkan kemewahan hidup bisa menggiring manusia bertingkah polah lebih hina daripada hewan.
Sebuah kemewahan nyatanya menjadi magnet yang sangat ampuh dalam memberikan godaan dan melalaikan. Salah satunya adalah lewat penghormatan. Kemewahan memberikan mereka citra dan kebanggan tersendiri bagi para pemiliknya. Orangpun akan dianggap memandang segan kepadanya. Namun beberapa manusia tidak menyadari, betapa semunya semua itu. Penghormatan yang mereka dapatpun akan segera hilang seiring dengan terkikisnya kemewahan hidup mereka. Ketika diri tak lagi memiliki apapun, maka siapa yang akan memandang dan mengagungkannya. Sungguh sangat menyedihkan sekali.
Kemewahan telah menghipnotis mereka dalam tidur lelap diatas kasur yang empuk dan nyamannya ruangan, sehingga sholat malam merekapun berlalu begitu saja. Atau malah sebaliknya, kemewahan telah mencuri waktu berharga dalam istirahat mereka lewat insomnia. Mereka kesulitan bahkan untuk hanya sekedar tidur gara-gara takut kekayaannya diambil dicuri.
Kemewahan telah mengisolasi mereka dalam tingginya pagar rumah dan sempitnya hati, sehingga mereka merasa sudah sangat cukup dengan diri sendiri dan melupakan silaturahmi. Kasihan sekali, karena faktanya mereka adalah sendiri, dan hanya sendiri. Hanya ditemani harta mereka yang hanya sebuah benda mati.
Kemewahan telah menghabiskan investasi yang begitu berharga dalam hidupnya, waktu. Karena kemauan nafsu untuk terus mengumpulkan harta, maka jatah umur merekapun habis tanpa mereka menyadarinya. Waktu, sesuatu yang jika telah pergi tak akan pernah bisa kembali, dan sangat disayangkan ketika mereka sadar di akhir usia bahwa mereka telah menukar sikap mereka tersebut dengan sesuatu yang justru sangat lebih berharga dari kemewahan yang mereka perjuangkan. Kebersamaan, sikap rendah hati, dan kasih sayang nyatanya tidak terbeli oleh harta mereka.
Lalu mengapa kita lalu tidak mengubah pola pikir kita bahwa kekayaan adalah bukan segala-galanya.Mendewakan duniawi dan sebagainya hanyalah menjadikan kita budak. Ya, budak atas nafsu dan keinginan yang tidak akan pernah ada batasnya.Ketika manusia sudah dapat memenuhi sebuah jurang dengan kekayaannya, maka pasti mereka akan menginginkan jurang yang lain untuk terisi dengan hal yang sama.
Maka kesyukuran menjadikan kita pribadi yang bijak dalam keadaan kita bergelimang kemewahan atau kekurangan sekalipun. Ketika kita memiliki mobil,kita sangat bersyukur dibanding melihat yang berpanas-panas naik motor.Ketika naik motor kita bersyukur dibanding orang yang berpeluh karena mengayuh sepeda,Ketika naik sepeda kita bersyukur daripada orang yang berjalan kaki.Ketika berjalan kaki,kita bersyukur daripada melihat orang yang naik kursi roda dan didorong oleh seseorang dibelakangnya.hmmm..itulah hidup.
Memang segala- galanya butuh uang, tapi uang bukanlah segala-galanya. Dan ternyata banyak hal didunia ini justru terlalu banyak hal yang tidak bisa dibeli walaupun kita bergelimang kemewahan. Dan ternyata juga, kesyukuran atas apapun yang Allah berikan kepada kita menjadikan kita sangat tercukupi dan damai. Jangan berfikir bahwa hedonisme itu buruk dan anti hedonisme itu yang terbaik. Ada kalanya hedonisme itu menyenangkan,tetapi lebih menyenangkan lagi jika kita dapat mensyukuri karunia NYA dan dapat hidup sederhana nisacaya hal itu yang akan lebih kekal. Kehidupan hedonisme terkadang sangat mengenakkan untuk beberapa saat,tapi yakinlah hal itu takkan berlangsung lama.
sumber www.voa-islam.com Read More..
Namun sayangnya, banyak diantara mereka yang menghabiskan hari -harinya dengan begitu saja hanya untuk berpeluh demi menggapai semua itu. Bahkan ada yang sampai menghalalkan segala cara demi mengumpulkan harta atas rujukan gengsi dan nafsu mereka. Perlombaan mereka sungguh hebat dan dahsyat mulai dari yang menggelikan hingga yang begitu mengerikannya. Bahkan kemewahan hidup bisa menggiring manusia bertingkah polah lebih hina daripada hewan.
Sebuah kemewahan nyatanya menjadi magnet yang sangat ampuh dalam memberikan godaan dan melalaikan. Salah satunya adalah lewat penghormatan. Kemewahan memberikan mereka citra dan kebanggan tersendiri bagi para pemiliknya. Orangpun akan dianggap memandang segan kepadanya. Namun beberapa manusia tidak menyadari, betapa semunya semua itu. Penghormatan yang mereka dapatpun akan segera hilang seiring dengan terkikisnya kemewahan hidup mereka. Ketika diri tak lagi memiliki apapun, maka siapa yang akan memandang dan mengagungkannya. Sungguh sangat menyedihkan sekali.
Kemewahan telah menghipnotis mereka dalam tidur lelap diatas kasur yang empuk dan nyamannya ruangan, sehingga sholat malam merekapun berlalu begitu saja. Atau malah sebaliknya, kemewahan telah mencuri waktu berharga dalam istirahat mereka lewat insomnia. Mereka kesulitan bahkan untuk hanya sekedar tidur gara-gara takut kekayaannya diambil dicuri.
Kemewahan telah mengisolasi mereka dalam tingginya pagar rumah dan sempitnya hati, sehingga mereka merasa sudah sangat cukup dengan diri sendiri dan melupakan silaturahmi. Kasihan sekali, karena faktanya mereka adalah sendiri, dan hanya sendiri. Hanya ditemani harta mereka yang hanya sebuah benda mati.
Kemewahan telah menghabiskan investasi yang begitu berharga dalam hidupnya, waktu. Karena kemauan nafsu untuk terus mengumpulkan harta, maka jatah umur merekapun habis tanpa mereka menyadarinya. Waktu, sesuatu yang jika telah pergi tak akan pernah bisa kembali, dan sangat disayangkan ketika mereka sadar di akhir usia bahwa mereka telah menukar sikap mereka tersebut dengan sesuatu yang justru sangat lebih berharga dari kemewahan yang mereka perjuangkan. Kebersamaan, sikap rendah hati, dan kasih sayang nyatanya tidak terbeli oleh harta mereka.
Lalu mengapa kita lalu tidak mengubah pola pikir kita bahwa kekayaan adalah bukan segala-galanya.Mendewakan duniawi dan sebagainya hanyalah menjadikan kita budak. Ya, budak atas nafsu dan keinginan yang tidak akan pernah ada batasnya.Ketika manusia sudah dapat memenuhi sebuah jurang dengan kekayaannya, maka pasti mereka akan menginginkan jurang yang lain untuk terisi dengan hal yang sama.
Maka kesyukuran menjadikan kita pribadi yang bijak dalam keadaan kita bergelimang kemewahan atau kekurangan sekalipun. Ketika kita memiliki mobil,kita sangat bersyukur dibanding melihat yang berpanas-panas naik motor.Ketika naik motor kita bersyukur dibanding orang yang berpeluh karena mengayuh sepeda,Ketika naik sepeda kita bersyukur daripada orang yang berjalan kaki.Ketika berjalan kaki,kita bersyukur daripada melihat orang yang naik kursi roda dan didorong oleh seseorang dibelakangnya.hmmm..itulah hidup.
Memang segala- galanya butuh uang, tapi uang bukanlah segala-galanya. Dan ternyata banyak hal didunia ini justru terlalu banyak hal yang tidak bisa dibeli walaupun kita bergelimang kemewahan. Dan ternyata juga, kesyukuran atas apapun yang Allah berikan kepada kita menjadikan kita sangat tercukupi dan damai. Jangan berfikir bahwa hedonisme itu buruk dan anti hedonisme itu yang terbaik. Ada kalanya hedonisme itu menyenangkan,tetapi lebih menyenangkan lagi jika kita dapat mensyukuri karunia NYA dan dapat hidup sederhana nisacaya hal itu yang akan lebih kekal. Kehidupan hedonisme terkadang sangat mengenakkan untuk beberapa saat,tapi yakinlah hal itu takkan berlangsung lama.
sumber www.voa-islam.com Read More..
Label:
Sosial
Senin, 11 April 2011
Anda Ingin Sehat? Berpikir Positif Dan Optimislah
Kebanyakan orang lebih gampang berpikir negatif dari pada mencoba untuk berpikir positif. Padahal pikiran negatif dapat mempengaruhi kondisi kesehatan. Mulailah belajar berpikir positif demi kesehatan.
Beberapa studi menunjukkan bahwa kepribadian optimisme dan pesimisme banyak berpengaruh pada kesehatan, proses penyembuhan penyakit dan kesejahteraan. Berpikir positif juga merupakan bagian penting dari manajemen stres yang efektif.
Berpikir positif tidak berarti seseorang harus selalu menyembunyikan kepala di dalam pasir dan mengabaikan situasi hidup yang kurang menyenangkan. Tetapi cukup dengan cara menghadapi hal yang tidak menyenangkan tersebut secara lebih positif dan produktif.
Mulailah berpikir dengan logika dan beralasan karena seringkali kesalahpahaman yang terjadi akibat kurangnya informasi.
Jika pikiran yang berjalan di kepala seseorang kebanyakan negatif, pandangannya terhadap kehidupan lebih mungkin pesimis. Dan kebalikannya, jika seseorang selalu berpikir positif maka ia akan cenderung optimis.
Manfaat kesehatan dari berpikir positif seperti dilansir Mayoclinic, meliputi:
1. Meningkatkan usia harapan hidup
2. Menurunkan tingkat depresi
3. Menurunkan tingkat stres
4. Memiliki efek perlawanan terhadap flu
5. Efek psikologis dan kesejahteraan fisik yang lebih baik
6. Mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler
7. Dapat memberikan kemampuan dan keterampilan yang baik untuk menghadapi stres.
Satu teori menyebutkan bahwa memiliki pandangan yang positif memungkinkan seseorang untuk mengatasi situasi stres dengan lebih baik, yang akhirnya dapat mengurangi efek kesehatan berbahaya dari stres pada tubuh.
Orang-orang yang berpikiran positif dan optimistis juga cenderung menjalani gaya hidup sehat dengan lebih banyak aktivitas fisik, mengikuti diet sehat, dan mengurangi tingkat merokok dan konsumsi alkohol.
Mulailah membuang pikiran-pikiran negatif dari kepala Anda, membuka diri untuk humor, persahabatan, dan cinta serta memperkuat keyakinan atau kepercayaan spiritual.
Sumber www.voa-islam.com Read More..
Beberapa studi menunjukkan bahwa kepribadian optimisme dan pesimisme banyak berpengaruh pada kesehatan, proses penyembuhan penyakit dan kesejahteraan. Berpikir positif juga merupakan bagian penting dari manajemen stres yang efektif.
Berpikir positif tidak berarti seseorang harus selalu menyembunyikan kepala di dalam pasir dan mengabaikan situasi hidup yang kurang menyenangkan. Tetapi cukup dengan cara menghadapi hal yang tidak menyenangkan tersebut secara lebih positif dan produktif.
Mulailah berpikir dengan logika dan beralasan karena seringkali kesalahpahaman yang terjadi akibat kurangnya informasi.
Jika pikiran yang berjalan di kepala seseorang kebanyakan negatif, pandangannya terhadap kehidupan lebih mungkin pesimis. Dan kebalikannya, jika seseorang selalu berpikir positif maka ia akan cenderung optimis.
Manfaat kesehatan dari berpikir positif seperti dilansir Mayoclinic, meliputi:
1. Meningkatkan usia harapan hidup
2. Menurunkan tingkat depresi
3. Menurunkan tingkat stres
4. Memiliki efek perlawanan terhadap flu
5. Efek psikologis dan kesejahteraan fisik yang lebih baik
6. Mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler
7. Dapat memberikan kemampuan dan keterampilan yang baik untuk menghadapi stres.
Satu teori menyebutkan bahwa memiliki pandangan yang positif memungkinkan seseorang untuk mengatasi situasi stres dengan lebih baik, yang akhirnya dapat mengurangi efek kesehatan berbahaya dari stres pada tubuh.
Orang-orang yang berpikiran positif dan optimistis juga cenderung menjalani gaya hidup sehat dengan lebih banyak aktivitas fisik, mengikuti diet sehat, dan mengurangi tingkat merokok dan konsumsi alkohol.
Mulailah membuang pikiran-pikiran negatif dari kepala Anda, membuka diri untuk humor, persahabatan, dan cinta serta memperkuat keyakinan atau kepercayaan spiritual.
Sumber www.voa-islam.com Read More..
Label:
Kesehatan
Kamis, 07 April 2011
Agar Anak Remaja Anda Tidak Salah Mencari Teman
Masa remaja dikenal sebagai masa peralihan yang membuat anak menjadi labil. Pada usia ini anak sangat rentan dengan kenakalan remaja, tapi sebenarnya orangtua bisa membantu remaja agar tak salah mencari teman.
Teman sebaya sangat berpengaruh pada kehidupan remaja. Seorang teman secara signifikan dapat mempengaruhi performa akademis, kecenderungan untuk mengambil risiko dan menjalankan kehidupan secara keseluruhan. Itu sebabnya, teman yang baik juga bisa membuat remaja tumbuh dengan baik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja lebih cenderung memiliki teman yang baik bila dibesarkan dalam keluarga yang hangat dan tinggal di lingkungan yang berkualitas, seperti dilansir Physorg.com.
Pemantauan dan pengawasan orangtua juga terkait dengan cara remaja memilih teman, meski hal ini tidak konsisten.
Penelitian lain menunjukkan bahwa ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orangtua agar anaknya yang tumbuh remaja tidak salah mencari teman, seperti dilansir eckerdacademy.org, yaitu sebagai berikut:
1. Bersifat terbuka dan hangat dengan remaja
Langkah ini sering terjadi sebelum seorang anak memasuki masa remaja, tapi sering terlewatkan justru ketika anak memasuki masa-masa yang labil. Remaja yang menikmati hubungan yang sehat dan terbuka dengan orangtua lebih kecil kemungkinannya untuk terlibat dalam aktivitas nakal dan lebih mungkin untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti klub olahraga.
Hubungan orangtua dan remaja yang baik dapat digambarkan dengan berpartisipasi dalam kegiatan bersama, sering berkomunikasi dan mengungkapkan kasih sayang satu sama lain.
2. Menyediakan waktu untuk mengenal teman anak remaja Anda
Ketika orang tua berusaha untuk menjadi akrab dengan teman-teman anaknya, anak cenderung memilih teman-teman dengan karakteristik lebih pro-sosial, seperti ramah dan bersikap baik.
3. Ajarkan remaja perilaku adaptif
Anak-anak yang orangtuanya menekankan perilaku yang baik dan sopan santun dalam situasi sosial cenderung memilih teman-teman dengan pola perilaku yang sama. Itu karena mereka belajar untuk melihat sifat ini sebagai hal yang positif.
Ajarkan anak-anak untuk mengidentifikasi dan menghargai perilaku positif dalam diri orang lain juga membantu mereka untuk memilih teman dengan pola perilaku lebih yang diinginkan. Read More..
Teman sebaya sangat berpengaruh pada kehidupan remaja. Seorang teman secara signifikan dapat mempengaruhi performa akademis, kecenderungan untuk mengambil risiko dan menjalankan kehidupan secara keseluruhan. Itu sebabnya, teman yang baik juga bisa membuat remaja tumbuh dengan baik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja lebih cenderung memiliki teman yang baik bila dibesarkan dalam keluarga yang hangat dan tinggal di lingkungan yang berkualitas, seperti dilansir Physorg.com.
Pemantauan dan pengawasan orangtua juga terkait dengan cara remaja memilih teman, meski hal ini tidak konsisten.
Penelitian lain menunjukkan bahwa ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orangtua agar anaknya yang tumbuh remaja tidak salah mencari teman, seperti dilansir eckerdacademy.org, yaitu sebagai berikut:
1. Bersifat terbuka dan hangat dengan remaja
Langkah ini sering terjadi sebelum seorang anak memasuki masa remaja, tapi sering terlewatkan justru ketika anak memasuki masa-masa yang labil. Remaja yang menikmati hubungan yang sehat dan terbuka dengan orangtua lebih kecil kemungkinannya untuk terlibat dalam aktivitas nakal dan lebih mungkin untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti klub olahraga.
Hubungan orangtua dan remaja yang baik dapat digambarkan dengan berpartisipasi dalam kegiatan bersama, sering berkomunikasi dan mengungkapkan kasih sayang satu sama lain.
2. Menyediakan waktu untuk mengenal teman anak remaja Anda
Ketika orang tua berusaha untuk menjadi akrab dengan teman-teman anaknya, anak cenderung memilih teman-teman dengan karakteristik lebih pro-sosial, seperti ramah dan bersikap baik.
3. Ajarkan remaja perilaku adaptif
Anak-anak yang orangtuanya menekankan perilaku yang baik dan sopan santun dalam situasi sosial cenderung memilih teman-teman dengan pola perilaku yang sama. Itu karena mereka belajar untuk melihat sifat ini sebagai hal yang positif.
Ajarkan anak-anak untuk mengidentifikasi dan menghargai perilaku positif dalam diri orang lain juga membantu mereka untuk memilih teman dengan pola perilaku lebih yang diinginkan. Read More..
Label:
Pendidikan,
Sosial
Senin, 04 April 2011
Mengajarkan Hemat Kepada Anak-Anak Kita
Sebagian orang percaya, masa-masa remaja merupakan waktunya bersenang-senang dan menjajal berbagai pengalaman baru. Namun, usia remaja justru amat rawan dibombardir promosi barang-barang unik melalui majalah, televisi, dan godaan dari kawan-kawan sepergaulannya
Jangan khawatir, ibu-ibu. Mendidik anak agar dapat menjaga keuangannya bisa Anda latih sendiri, kok. Bahkan bisa diajarkan sejak anak masih kecil. Dengan begini, Anda tak perlu khawatir anak Anda boros saat dia beranjak dewasa. Berikut ini cara-caranya.
1. Ajarkan sejak dini
Walau anak belum memiliki pekerjaan dan menghasilkan uang sendiri, bukan berarti anak belum layak diajarkan cara mengatur keuangan. Mengenalkan metode uang saku mingguan atau bulanan sejak anak duduk di bangku sekolah dasar menjadi cara yang baik untuk menanamkan sifat hemat dalam diri si kecil hingga beranjak dewasa nanti.
Memberi uang jajan mingguan atau bulanan, anak akan belajar mengontrol pengeluarannya agar uang sakunya cukup hingga di akhir periode. Perlu diingat, sekeras apapun anak merajuk meminta uang saku tambahan, jangan tergoda untuk memberinya. Sekali Anda luluh, anak akan meminta lagi dan lagi.
2. No hardwork, no money
Jika pengeluaran anak lebih besar dari uang sakunya, ajarkan padanya bahwa di dunia ini tak ada yang cuma-cuma. Beri uang tambahan hanya jika sang buah hati membantu Anda melakukan pekerjaan rumah atau melakukan kegiatan lainnya. Tak hanya mengajarkan si kecil bahwa diperlukan kerja keras untuk menghasilkan kerja keras, tapi juga menanamkan sifat rajin membantu pekerjaan rumah.
3. Jangan dimanjakan
Tak banyak orang tua yang tega melihat anaknya menangis karena menginginkan mainan atau baju baru. Sebagian besar orang tua lebih memilih untuk menuruti segala kemauannya ketimbang berlama-lama melihat si kecil bersedih.
Tapi percayalah, tangisan si kecil tak akan lama, kok. Anak lebih mudah dialihkan perhatiannya dan membuat apa yang dia inginkan seketika terlupakan begitu saja.
Sebaliknya, jika Anda menuruti kemauannya, rengekan yang hanya berlangsung selama lima menit akan berbuntut sifat manja yang berlangsung selama bertahun-tahun.
4. Jadilah contoh
Sering pulang ke rumah membawa beberapa jinjingan belanjaan sekaligus atau rutin jalan-jalan ke pusat perbelanjaan? Hati-hati, jangan sampai terlihat si kecil, karena kebiasaan ini dapat menjadi pemicu sifat boros. Orang tuanya saja boros, kenapa anak harus hemat?
5. Ajarkan anak selektif memilih harga
Jika barang yang diinginkan si kecil harganya terlalu mahal, ajarkan dia untuk mencari tempat yang menyediakan harga lebih murah. Jika perlu, ajarkan juga bahwa barang-barang berkualitas nomor 2 pun tak kalah bagusnya.
6. Ajukan sejumlah pertanyaan sebelum membeli
Jika anak meminta ijin untuk membeli sesuatu, ajukan sejumlah pertanyaan untuk meyakinkan jika benda yang dia inginkan memang berguna baginya. Pertanyaan-pertanyaan seperti “apa uang sakumu cukup untuk membelinya?”, “apa kamu benar-benar membutuhkannya?”, dan “apa ada tempat lain yang jual lebih murah?”
Dengan membiasakan diri mengajukan pertanyaan yang menguji keyakinannya, si kecil akan terlatih untuk bertanya pada diri sendiri sebelum dia mengeluarkan uang jajan.
Sumber www.voa-islam.com Read More..
Jangan khawatir, ibu-ibu. Mendidik anak agar dapat menjaga keuangannya bisa Anda latih sendiri, kok. Bahkan bisa diajarkan sejak anak masih kecil. Dengan begini, Anda tak perlu khawatir anak Anda boros saat dia beranjak dewasa. Berikut ini cara-caranya.
1. Ajarkan sejak dini
Walau anak belum memiliki pekerjaan dan menghasilkan uang sendiri, bukan berarti anak belum layak diajarkan cara mengatur keuangan. Mengenalkan metode uang saku mingguan atau bulanan sejak anak duduk di bangku sekolah dasar menjadi cara yang baik untuk menanamkan sifat hemat dalam diri si kecil hingga beranjak dewasa nanti.
Memberi uang jajan mingguan atau bulanan, anak akan belajar mengontrol pengeluarannya agar uang sakunya cukup hingga di akhir periode. Perlu diingat, sekeras apapun anak merajuk meminta uang saku tambahan, jangan tergoda untuk memberinya. Sekali Anda luluh, anak akan meminta lagi dan lagi.
2. No hardwork, no money
Jika pengeluaran anak lebih besar dari uang sakunya, ajarkan padanya bahwa di dunia ini tak ada yang cuma-cuma. Beri uang tambahan hanya jika sang buah hati membantu Anda melakukan pekerjaan rumah atau melakukan kegiatan lainnya. Tak hanya mengajarkan si kecil bahwa diperlukan kerja keras untuk menghasilkan kerja keras, tapi juga menanamkan sifat rajin membantu pekerjaan rumah.
3. Jangan dimanjakan
Tak banyak orang tua yang tega melihat anaknya menangis karena menginginkan mainan atau baju baru. Sebagian besar orang tua lebih memilih untuk menuruti segala kemauannya ketimbang berlama-lama melihat si kecil bersedih.
Tapi percayalah, tangisan si kecil tak akan lama, kok. Anak lebih mudah dialihkan perhatiannya dan membuat apa yang dia inginkan seketika terlupakan begitu saja.
Sebaliknya, jika Anda menuruti kemauannya, rengekan yang hanya berlangsung selama lima menit akan berbuntut sifat manja yang berlangsung selama bertahun-tahun.
4. Jadilah contoh
Sering pulang ke rumah membawa beberapa jinjingan belanjaan sekaligus atau rutin jalan-jalan ke pusat perbelanjaan? Hati-hati, jangan sampai terlihat si kecil, karena kebiasaan ini dapat menjadi pemicu sifat boros. Orang tuanya saja boros, kenapa anak harus hemat?
5. Ajarkan anak selektif memilih harga
Jika barang yang diinginkan si kecil harganya terlalu mahal, ajarkan dia untuk mencari tempat yang menyediakan harga lebih murah. Jika perlu, ajarkan juga bahwa barang-barang berkualitas nomor 2 pun tak kalah bagusnya.
6. Ajukan sejumlah pertanyaan sebelum membeli
Jika anak meminta ijin untuk membeli sesuatu, ajukan sejumlah pertanyaan untuk meyakinkan jika benda yang dia inginkan memang berguna baginya. Pertanyaan-pertanyaan seperti “apa uang sakumu cukup untuk membelinya?”, “apa kamu benar-benar membutuhkannya?”, dan “apa ada tempat lain yang jual lebih murah?”
Dengan membiasakan diri mengajukan pertanyaan yang menguji keyakinannya, si kecil akan terlatih untuk bertanya pada diri sendiri sebelum dia mengeluarkan uang jajan.
Sumber www.voa-islam.com Read More..
Label:
Pendidikan
Senin, 28 Maret 2011
Mudah Mengantuk Mengindikasikan Anda Punya Bakat Gemuk
Seseorang yang sering mengantuk dan tampak lesu sepanjang hari punya risiko lebih tinggi untuk mengalami kegemukan. Sebab tanpa disadari, seseorang cenderung lebih sulit mengontrol pola makan saat berada dalam kondisi mengantuk.
Sering mengantuk dan tampak kurang bergairah menunjukkan bahwa seseorang terlalu banyak bergadang atau tidurnya kurang berkualitas. Pola tidur yang tidak sehat inilah yang akan memicu kegemukan, karena nafsu makannya jadi lebih tidak terkontrol.
Hubungan antara pola tidur dengan pola makan ini dibuktikan dalam sebuah penelitian di Columbia University, hasil kerjasama dengan New York Obesity Research Center. Hasilnya telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah di Atlanta baru-baru ini.
Dalam penelitian tersebut, tim ahli yang dipimpin oleh Marie-Pierre St-Onge, PhD melakukan eksperimen terhadap 13 pria dan 13 wanita. Seluruh partisipan yang dilibatkan adalah orang dewasa yang sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit
tertentu.
Eksperimen dilakukan 2 kali, masing-masing dibedakan berdasarkan waktu tidur yang diberikan.
Dikutip dari WebMD, Jumat (25/3/2011), eksperimen pertama mewajibkan partisipan untuk tidur selama 9 jam dalam sehari sementara pada eksperimen berikutnya para partisipan hanya boleh tidur selama 4 jam.
Hingga hari ke-4 pada masing-masing eksperimen, partisipan menjalankan diet yang sama dengan pola makan yang ditentukan oleh tim ahli. Sementara pada 2 hari terakhir, partisipan bebas menentukan sendiri jenis dan porsi makan sesuka hatinya.
Ketika dibandingkan, partisipan cenderung mengkonsumsi makanan dengan porsi sekitar 300 kalori lebih banyak saat hanya diberi kersempatan tidur 4 jam. Dengan kata lain, makin sedikit kesempatan untuk tidur maka porsi makannya cenderung lebih banyak.
Dibandingkan pada pria, pengaruh pola tidur terhadap pola makan lebih tampak pada wanita yang rata-rata mengkonsumsi 328,6 kalori lebih banyak saat kurang tidur. Kalori ekstra yang dikonsumsi pria ketika kurang tidur hanya sekitar 262,7 kalori.
Sumber www.voa-islam.com Read More..
Sering mengantuk dan tampak kurang bergairah menunjukkan bahwa seseorang terlalu banyak bergadang atau tidurnya kurang berkualitas. Pola tidur yang tidak sehat inilah yang akan memicu kegemukan, karena nafsu makannya jadi lebih tidak terkontrol.
Hubungan antara pola tidur dengan pola makan ini dibuktikan dalam sebuah penelitian di Columbia University, hasil kerjasama dengan New York Obesity Research Center. Hasilnya telah dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah di Atlanta baru-baru ini.
Dalam penelitian tersebut, tim ahli yang dipimpin oleh Marie-Pierre St-Onge, PhD melakukan eksperimen terhadap 13 pria dan 13 wanita. Seluruh partisipan yang dilibatkan adalah orang dewasa yang sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit
tertentu.
Eksperimen dilakukan 2 kali, masing-masing dibedakan berdasarkan waktu tidur yang diberikan.
Dikutip dari WebMD, Jumat (25/3/2011), eksperimen pertama mewajibkan partisipan untuk tidur selama 9 jam dalam sehari sementara pada eksperimen berikutnya para partisipan hanya boleh tidur selama 4 jam.
Hingga hari ke-4 pada masing-masing eksperimen, partisipan menjalankan diet yang sama dengan pola makan yang ditentukan oleh tim ahli. Sementara pada 2 hari terakhir, partisipan bebas menentukan sendiri jenis dan porsi makan sesuka hatinya.
Ketika dibandingkan, partisipan cenderung mengkonsumsi makanan dengan porsi sekitar 300 kalori lebih banyak saat hanya diberi kersempatan tidur 4 jam. Dengan kata lain, makin sedikit kesempatan untuk tidur maka porsi makannya cenderung lebih banyak.
Dibandingkan pada pria, pengaruh pola tidur terhadap pola makan lebih tampak pada wanita yang rata-rata mengkonsumsi 328,6 kalori lebih banyak saat kurang tidur. Kalori ekstra yang dikonsumsi pria ketika kurang tidur hanya sekitar 262,7 kalori.
Sumber www.voa-islam.com Read More..
Label:
Kesehatan
Senin, 21 Maret 2011
10 Penyebab Utama Kemarahan di Kantor
SURVEI yang dilakukan oleh sebuah situs karier di Inggris menemukan 10 penyebab utama kemarahan di lingkungan kerja:
1. Manajemen yang buruk. Misalnya: staf disuruh melakukan sesuatu yang salah, perintah yang berubah-ubah, atasan yang selalu mengkritik bawahan, bawahan yang merasa jauh lebih baik daripada atasan.
2. Perlakuan tak adil. Misalnya: staf lain mengerjakan pekerjaan yang sama dengan gaji yang lebih besar, tak ada sanksi bagi staf yang melanggar peraturan.
3. Minimnya kesempatan berkembang. Pekerja dijanjikan kenaikan gaji, promosi atau proyek penting, namun tidak pernah terjadi.
4. Tidak dihargai. Pekerja tidak mendapatkan reward atas kinerja yang baik.
5. Overload. Pekerja tidak dapat mengikuti target dari atasan, karena target yang terlalu tinggi.
6. Masalah komputer. Misalnya: koneksi internet yang lambat, spesifikasi komputer yang ketinggalan jaman dan tidak sesuai kebutuhan.
7. Rekan kerja yang tidak jujur
8. Anak buah yang kurang cakap
9. Rekan kerja yang tidak sopan atau berperilaku kasar
10.Atasan yang menyalahgunakan kekuasaan.
Sumber metrotvnews.com Read More..
1. Manajemen yang buruk. Misalnya: staf disuruh melakukan sesuatu yang salah, perintah yang berubah-ubah, atasan yang selalu mengkritik bawahan, bawahan yang merasa jauh lebih baik daripada atasan.
2. Perlakuan tak adil. Misalnya: staf lain mengerjakan pekerjaan yang sama dengan gaji yang lebih besar, tak ada sanksi bagi staf yang melanggar peraturan.
3. Minimnya kesempatan berkembang. Pekerja dijanjikan kenaikan gaji, promosi atau proyek penting, namun tidak pernah terjadi.
4. Tidak dihargai. Pekerja tidak mendapatkan reward atas kinerja yang baik.
5. Overload. Pekerja tidak dapat mengikuti target dari atasan, karena target yang terlalu tinggi.
6. Masalah komputer. Misalnya: koneksi internet yang lambat, spesifikasi komputer yang ketinggalan jaman dan tidak sesuai kebutuhan.
7. Rekan kerja yang tidak jujur
8. Anak buah yang kurang cakap
9. Rekan kerja yang tidak sopan atau berperilaku kasar
10.Atasan yang menyalahgunakan kekuasaan.
Sumber metrotvnews.com Read More..
Label:
Leadership
Langganan:
Postingan (Atom)






