Pernyataan Hartoyo juru bicara Ourvoice, lembaga pembela
kaum homoseksual dan komunitas Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender
(LGBT) yang menyatakan bahwa menjadi seorang homoseksual dan LGBT
merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilindungi
berdasarkan deklarasi Human Right tahun
1948 mendapatkan bantahan keras dari Saharuddin Daming, salah satu
anggota Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM).
Read More..
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Rabu, 25 Juli 2012
HAM itu Dibatasi Agama, Norma dan Hukum Positif
Label:
Sosial
Selasa, 19 Juni 2012
Ketahuilah! Harta Itu Ujian
Harta yang Allah berikan kepada kita
adalah fitnah (cobaan), untuk menguji kita apakah menggunakannya dengan
baik atau tidak. Allah Ta'ala berfirman,
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar."
(QS. Al-Thaghabun: 15)
Lalu sebagian orang menghabiskan hartanya untuk
menuruti syahwatnya dan menggunakannya dalam keharaman. Ia rengguh semua
kenikmatan yang tidak menambah untuk dirinya kecuali jauh dari Allah
semata. Yang seperti ini harta menjadi musibah bagi pemiliknya.
Wal'iyadhu Billah!
Read More..
Label:
Sosial
Kamis, 22 Maret 2012
Every Minute My Facebook Has Update
Siapa yang tidak kenal fesbuk hari ini? Mayoritas manusia tahu jejaring sosial yang satu ini. Bahkan di seluruh belahan dunia, fesbuk menjadi sesuatu yang sangat digemari oleh kalangan remaja dan dewasa. Kata teman yang super gaul, engga funky tanpa fesbuk.
Ketika penulis berjalan di sebuah taman, nampak beberapa wanita tengah berpose dengan baju-baju yang super sexy, "nanti di upload di fesbuk, yang paling bagus buat foto profil" celetuk salah satu dari mereka. Dengan semangat 45 teman-temannya segera mengambil posisi aneh-aneh. Lalu ketika penulis berjalan lagi, ketika langkah berhenti disebuah ujung taman, seorang wanita meminta untuk membantu memotretkan, lagi-lagi terdengar kalimat ‘yang bagus ntar di up load di fesbuk’, kata salah satu dari tiga wanita tersebut.
Betapa pentingnya fesbuk dimata kebanyakn orang, sehingga rela berpose aneh-aneh agar terlihat menarik. Ada pose foto yang lidahnya menjulur kaya mau ngisep darah tetangganya, ada pula pose foto mata dikedipin sebelah seperti kejatuhan cicak. Meski dengan wajah pas-pasan, modal kamera pinjaman dan dandanan norak, tetap aja PD abis.
Belum lagi curhatan-curhatan yang sengaja di posting dalam beranda. Every minute my facebook has update, secara tidak sadar seperti itu. Mulai dari bangun pagi, posting status, gosok gigi dijadikan status, mandi dijadikan status, sarapan dijadikan status, baca buku juga dibikin status. Siang menjelang lunch, bikin status. Sore mau muroja’ah, tulis status. Malam sebelum tidur, tulis status. Bahkan mimpi digigit drakula pun juga dijadikan status. Astaghfirullah, seakan hilang malu dalam diri, sehingga semua aktivitas pun merasa wajib untuk diumumkan pada khalayak ramai.
Mengapa tidak disibukkan diri kita dengan menuntut ilmu, padahal kedudukan orang berilmu itu berbeda dengan orang yang enggan menuntut ilmu. Simaklah firman Allah yang tercantum dalam surat Al Mujadilah ayat 11, ‘’Allah akan meninggikan orang-orang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi pengetahuan beberapa derajat.” Sangat jelas, ketika diri kita disibukkan oleh dunia maya, aktivitas mencari ilmu akan terbengkalai.
Mengapa tidak disibukkan diri kita untuk memikirkan dan melakukan sesuatu yang menimpa umat? Saat ini, islam diserang dari berbagai lini, para pemuda dan pemudi sibuk berdebat dan memvonis, serta memikirkan harta. Adakah diantara kalian yang memahami permasalahan pelik yang dihadapi para pendakwah? Kita ketahui, setiap hari, kristenisasi merajalela, masyarakat miskin dalam incaran salibis, akidah kebanyakan saudara kita bagai air di daun talas, rapuh dan mudah jatuh.
Sudah seharusnya engkau membantu mereka, bukan justru sibuk mencela para orang-orang yang punya jasa mengantisipasi pemurtadan, bukan pula engkau harus sibuk mencela hasil karya dan jerih payah mereka sebagai usaha yang tidak syar’i. Ketika every minute status fesbukmu penuh dengan postingan cekikikan dengan lawan jenis, penuh dengan candaan tiada berguna, penuh dengan komentar-komentar basi, malulah engkau jika tidak bergerak dan enggan mencegah kemungkaran yang terjadi disekelilingmu, malulah ketika saudara-saudaramu dalam kesulitan, sedangkan engkau membisu, asyik dengan postingan fesbuk
Sumber www.voa-islam.com Read More..
Ketika penulis berjalan di sebuah taman, nampak beberapa wanita tengah berpose dengan baju-baju yang super sexy, "nanti di upload di fesbuk, yang paling bagus buat foto profil" celetuk salah satu dari mereka. Dengan semangat 45 teman-temannya segera mengambil posisi aneh-aneh. Lalu ketika penulis berjalan lagi, ketika langkah berhenti disebuah ujung taman, seorang wanita meminta untuk membantu memotretkan, lagi-lagi terdengar kalimat ‘yang bagus ntar di up load di fesbuk’, kata salah satu dari tiga wanita tersebut.
Betapa pentingnya fesbuk dimata kebanyakn orang, sehingga rela berpose aneh-aneh agar terlihat menarik. Ada pose foto yang lidahnya menjulur kaya mau ngisep darah tetangganya, ada pula pose foto mata dikedipin sebelah seperti kejatuhan cicak. Meski dengan wajah pas-pasan, modal kamera pinjaman dan dandanan norak, tetap aja PD abis.
Belum lagi curhatan-curhatan yang sengaja di posting dalam beranda. Every minute my facebook has update, secara tidak sadar seperti itu. Mulai dari bangun pagi, posting status, gosok gigi dijadikan status, mandi dijadikan status, sarapan dijadikan status, baca buku juga dibikin status. Siang menjelang lunch, bikin status. Sore mau muroja’ah, tulis status. Malam sebelum tidur, tulis status. Bahkan mimpi digigit drakula pun juga dijadikan status. Astaghfirullah, seakan hilang malu dalam diri, sehingga semua aktivitas pun merasa wajib untuk diumumkan pada khalayak ramai.
Mengapa tidak disibukkan diri kita dengan menuntut ilmu, padahal kedudukan orang berilmu itu berbeda dengan orang yang enggan menuntut ilmu. Simaklah firman Allah yang tercantum dalam surat Al Mujadilah ayat 11, ‘’Allah akan meninggikan orang-orang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi pengetahuan beberapa derajat.” Sangat jelas, ketika diri kita disibukkan oleh dunia maya, aktivitas mencari ilmu akan terbengkalai.
Mengapa tidak disibukkan diri kita untuk memikirkan dan melakukan sesuatu yang menimpa umat? Saat ini, islam diserang dari berbagai lini, para pemuda dan pemudi sibuk berdebat dan memvonis, serta memikirkan harta. Adakah diantara kalian yang memahami permasalahan pelik yang dihadapi para pendakwah? Kita ketahui, setiap hari, kristenisasi merajalela, masyarakat miskin dalam incaran salibis, akidah kebanyakan saudara kita bagai air di daun talas, rapuh dan mudah jatuh.
Sudah seharusnya engkau membantu mereka, bukan justru sibuk mencela para orang-orang yang punya jasa mengantisipasi pemurtadan, bukan pula engkau harus sibuk mencela hasil karya dan jerih payah mereka sebagai usaha yang tidak syar’i. Ketika every minute status fesbukmu penuh dengan postingan cekikikan dengan lawan jenis, penuh dengan candaan tiada berguna, penuh dengan komentar-komentar basi, malulah engkau jika tidak bergerak dan enggan mencegah kemungkaran yang terjadi disekelilingmu, malulah ketika saudara-saudaramu dalam kesulitan, sedangkan engkau membisu, asyik dengan postingan fesbuk
Sumber www.voa-islam.com Read More..
Label:
Sosial
Senin, 05 Maret 2012
Dialog Uang Dalam Kotak Amal
“Asyik.. Asyik… aku masuk ke dalam kotak amal.” Goci berteriak senang.
Ia pun langsung berbaur dengan dengan uang-uang lainnya, ada si Sebi (seribu), si Gopi (lima ratus), si Sepu (Sepuluh ribu), si Dopu (dua puluh ribu), si Limbu (lima puluh ribu) dan si Sertu (seratus ribu).
“Hai kawan-kawan. Senangnya bertemu dengan kalian di sini. Ssemoga kita bisa menjadi saksi dari orang-orang yang menaruh kita ke dalam kotak amal ini.” Goci menyapa semua uang di dalam kotak amal bening itu.
Semua uang tersenyum menyambut kedatangan si Goci. Kotak amal bening yang berada di Masjid Akbar, senantiasa menjadi pemandangan umum para jamaah yang hilir mudik hendak melaksanakan shalat. Keberadaannya di depan pintu masjid sangat strategis, tidak jarang orang-orang dengan senangnya “menitipkan” uangnya ke dalam kotak amal. Tapi ada juga yang enggan atau pura-pura tidak melihat bahwa di depannya ada kotak amal.
Dan hari ini adalah hari bersejarah bagi Goci. Bukan karena nilainya yang termasuk besar yang ada di dalam kotak amal. Tapi karena si pemilik Goci sebelumnya yang ia tahu bukanlah orang yang tergolong mampu. Hanya si bapak tukang sapu jalanan. Goci sempat melirik wajah bapak itu sebelum memasukkan Goci kedalam kotak amal. Tersirat keikhlasan dalam wajah lugunya. Goci sempat mendengar gumaman bapak itu, “Ya Allah, terimalah sedekahku untuk rumah-Mu, semoga uang ini bisa bermanfaat.”
Sebelum berada di kotak amal dan milik si bapak tukang sapu jalanan, Goci adalah milik orang kaya yang memberikan Goci pada bapak tukang sapu jalanan. Sebagai imbalan karena telah membantu menyapu halaman rumahnya, alasan orang kaya itu memberi.
Dan kejadian itu belum berlangsung lama. Hanya sekitar dua puluh menit sebelum Goci di masukkan kedalam kotak amal, beberapa saat sebelum adzan Ashar berkumandang. Tapi bapak tukang sapu jalanan itu merasa bahwa uang yang di dapat hari ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya bersama istri dan keempat anaknya yang masih kecil, maka Goci pun langsung berpindah ke kotak amal.
Goci amat terharu. Ia bisa menjadi tabungan kebaikan bagi bapak tukang sapu jalanan. Nilai yang biasanya hanya di berikan dari kantong orang-orang kaya. Tapi kali ini bukan orang kaya yang memasukkan Goci ke kotak amal, hanya orang biasa. Yang mungkin karena ketulusannya bisa menjadi istimewa di hadapan Allah. Goci ingat. Ketika pemiliknya masih orang kaya, ia berada di dompet pemiliknya dalam waktu lama. Justru yang sering keluar dari dompet adalah si Limbu dan si Sertu. Itupun yang Goci tahu, kawannya itu meninggalkan dompet pemiliknya tatkala Goci dan kawan-kawan berada di pusat perbelanjaan mewah.
Pernah suatu kali, pemiliknya itu pergi ke Masjid Akbar. Saat itu, ia hendak melaksanakan sholat zuhur sehabis makan siang. Seusai sholat ia melirik ada kotak amal bening. Sempat berfikir lama, akhirnya ia merogoh kantong dan menemukan si Sebi. Dan masuklah si Sebi ke kotak amal itu sebagai penghuni. Meski Goci dan Sebi pernah di miliki oleh orang yang sama sebelumnya, tapi mereka belum pernah berjumpa. Mereka sadar bahwa mereka pernah di miliki oleh orang yang sama justru ketika mereka berjumpa dalam kotak amal, saat mereka berbagi cerita.
“Mungkin karena aku hanya berada di kantong celana sedangkan kau di dompet, jadinya kita tidak pernah bertemu.” Sebi memberikan penjelasan kepada Goci.
“Alhamdulillah kita bertemu di sini ya Sebi. Padahal aku berharap yang memasukkanku ke dalam kotak amal adalah orang kaya itu.” Goci pun menerawang.
“Tidak apa Goci, justru kamu akan menjadi lebih bernilai nanti di akhirat. Karena jumlahmu yang termasuk besar bagi bapak tukang sapu jalanan, tapi tidak menghalanginya untuk memberi yang terbaik untuk agamanya..” Si Limbu dengan bijak menghibur Goci.
“…karena setahuku, jika yang memberikanmu adalah orang kaya itu akan berbeda nilai dalam pandangan Allah.” Limbu menambahkan.
“ Loh, emang kenapa ? Bukankah Allah hanya melihat keikhlasan hambaNya dalam memberi ?” Tanya Gopi penasaran.
“Memang benar, keikhlasan adalah yang utama. Tapi di samping itu bagi orang kaya, Goci mungkin tidak seberapa berharga dan orang kaya itu pasti punya banyak uang senilai Goci bahkan yang nilainya jauh lebih besar. Tapi bagi yang tidak mampu, mungkin Goci bisa jarang ia temui. Atau bahkan jika punya pun pasti sangat berharga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.” Ujar Limbu.
“…Makanya Allah menilai usaha orang yang tidak mampu, lebih besar ketika beramal dengan jumlah yang sama dengan apa yang di berikan oleh orang kaya. Karena alasan tersebut.” Sertu menambahkan penjelasan dari Limbu.
“Benar… benar… benar.” Dopi dan Gopi tersenyum.
“Iya kawan-kawan. Mungkin jumlahku termasuk kecil bagi orang kaya, tapi ternyata tidak semua orang kaya mau memasukkanku ke dalam sini.” Goci terlihat senang.
“Siapapun yang memasukkan kita ke dalam kotak amal ini, semoga hanya di landasi keikhlasan karena
Allah, bukan karena ingin di lihat atau terpaksa.” Kata Sebi.
“Aamiin.” Uang itu serempak berucap. Dan di sore nan sejuk itu, angin mengiringi langkah si bapak tukang sapu jalanan menyisir setiap jalan di ibu kota dan membersihkannya dari sampah-sampah. Dan uang-uang di kotak amal itu melantunkan doa terbaiknya untuk si bapak.
"Secara fisik bapak itu terlihat miskin, namun hatinya sangat kaya. Ia adalah orang kaya sesungguhnya." Goci berucap lirih.
Rasulullah saw bersabda, “Satu dirham bisa mengalahkan seratus ribu dirham. Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin satu dirham bisa mengalahkan seratus ribu dirham?” Beliau menjawab, “Ada seseorang yang memiliki dua dirham, lalu mengambil salah satu darinya dan menyedekahkannya. Yang lain, memiliki banyak harta, lalu mengambil darinya seratus ribu dirham saja.”(HR. Ahmad)
Sumber: www.eramuslim.com Read More..
Ia pun langsung berbaur dengan dengan uang-uang lainnya, ada si Sebi (seribu), si Gopi (lima ratus), si Sepu (Sepuluh ribu), si Dopu (dua puluh ribu), si Limbu (lima puluh ribu) dan si Sertu (seratus ribu).
“Hai kawan-kawan. Senangnya bertemu dengan kalian di sini. Ssemoga kita bisa menjadi saksi dari orang-orang yang menaruh kita ke dalam kotak amal ini.” Goci menyapa semua uang di dalam kotak amal bening itu.
Semua uang tersenyum menyambut kedatangan si Goci. Kotak amal bening yang berada di Masjid Akbar, senantiasa menjadi pemandangan umum para jamaah yang hilir mudik hendak melaksanakan shalat. Keberadaannya di depan pintu masjid sangat strategis, tidak jarang orang-orang dengan senangnya “menitipkan” uangnya ke dalam kotak amal. Tapi ada juga yang enggan atau pura-pura tidak melihat bahwa di depannya ada kotak amal.
Dan hari ini adalah hari bersejarah bagi Goci. Bukan karena nilainya yang termasuk besar yang ada di dalam kotak amal. Tapi karena si pemilik Goci sebelumnya yang ia tahu bukanlah orang yang tergolong mampu. Hanya si bapak tukang sapu jalanan. Goci sempat melirik wajah bapak itu sebelum memasukkan Goci kedalam kotak amal. Tersirat keikhlasan dalam wajah lugunya. Goci sempat mendengar gumaman bapak itu, “Ya Allah, terimalah sedekahku untuk rumah-Mu, semoga uang ini bisa bermanfaat.”
Sebelum berada di kotak amal dan milik si bapak tukang sapu jalanan, Goci adalah milik orang kaya yang memberikan Goci pada bapak tukang sapu jalanan. Sebagai imbalan karena telah membantu menyapu halaman rumahnya, alasan orang kaya itu memberi.
Dan kejadian itu belum berlangsung lama. Hanya sekitar dua puluh menit sebelum Goci di masukkan kedalam kotak amal, beberapa saat sebelum adzan Ashar berkumandang. Tapi bapak tukang sapu jalanan itu merasa bahwa uang yang di dapat hari ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya bersama istri dan keempat anaknya yang masih kecil, maka Goci pun langsung berpindah ke kotak amal.
Goci amat terharu. Ia bisa menjadi tabungan kebaikan bagi bapak tukang sapu jalanan. Nilai yang biasanya hanya di berikan dari kantong orang-orang kaya. Tapi kali ini bukan orang kaya yang memasukkan Goci ke kotak amal, hanya orang biasa. Yang mungkin karena ketulusannya bisa menjadi istimewa di hadapan Allah. Goci ingat. Ketika pemiliknya masih orang kaya, ia berada di dompet pemiliknya dalam waktu lama. Justru yang sering keluar dari dompet adalah si Limbu dan si Sertu. Itupun yang Goci tahu, kawannya itu meninggalkan dompet pemiliknya tatkala Goci dan kawan-kawan berada di pusat perbelanjaan mewah.
Pernah suatu kali, pemiliknya itu pergi ke Masjid Akbar. Saat itu, ia hendak melaksanakan sholat zuhur sehabis makan siang. Seusai sholat ia melirik ada kotak amal bening. Sempat berfikir lama, akhirnya ia merogoh kantong dan menemukan si Sebi. Dan masuklah si Sebi ke kotak amal itu sebagai penghuni. Meski Goci dan Sebi pernah di miliki oleh orang yang sama sebelumnya, tapi mereka belum pernah berjumpa. Mereka sadar bahwa mereka pernah di miliki oleh orang yang sama justru ketika mereka berjumpa dalam kotak amal, saat mereka berbagi cerita.
“Mungkin karena aku hanya berada di kantong celana sedangkan kau di dompet, jadinya kita tidak pernah bertemu.” Sebi memberikan penjelasan kepada Goci.
“Alhamdulillah kita bertemu di sini ya Sebi. Padahal aku berharap yang memasukkanku ke dalam kotak amal adalah orang kaya itu.” Goci pun menerawang.
“Tidak apa Goci, justru kamu akan menjadi lebih bernilai nanti di akhirat. Karena jumlahmu yang termasuk besar bagi bapak tukang sapu jalanan, tapi tidak menghalanginya untuk memberi yang terbaik untuk agamanya..” Si Limbu dengan bijak menghibur Goci.
“…karena setahuku, jika yang memberikanmu adalah orang kaya itu akan berbeda nilai dalam pandangan Allah.” Limbu menambahkan.
“ Loh, emang kenapa ? Bukankah Allah hanya melihat keikhlasan hambaNya dalam memberi ?” Tanya Gopi penasaran.
“Memang benar, keikhlasan adalah yang utama. Tapi di samping itu bagi orang kaya, Goci mungkin tidak seberapa berharga dan orang kaya itu pasti punya banyak uang senilai Goci bahkan yang nilainya jauh lebih besar. Tapi bagi yang tidak mampu, mungkin Goci bisa jarang ia temui. Atau bahkan jika punya pun pasti sangat berharga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.” Ujar Limbu.
“…Makanya Allah menilai usaha orang yang tidak mampu, lebih besar ketika beramal dengan jumlah yang sama dengan apa yang di berikan oleh orang kaya. Karena alasan tersebut.” Sertu menambahkan penjelasan dari Limbu.
“Benar… benar… benar.” Dopi dan Gopi tersenyum.
“Iya kawan-kawan. Mungkin jumlahku termasuk kecil bagi orang kaya, tapi ternyata tidak semua orang kaya mau memasukkanku ke dalam sini.” Goci terlihat senang.
“Siapapun yang memasukkan kita ke dalam kotak amal ini, semoga hanya di landasi keikhlasan karena
Allah, bukan karena ingin di lihat atau terpaksa.” Kata Sebi.
“Aamiin.” Uang itu serempak berucap. Dan di sore nan sejuk itu, angin mengiringi langkah si bapak tukang sapu jalanan menyisir setiap jalan di ibu kota dan membersihkannya dari sampah-sampah. Dan uang-uang di kotak amal itu melantunkan doa terbaiknya untuk si bapak.
"Secara fisik bapak itu terlihat miskin, namun hatinya sangat kaya. Ia adalah orang kaya sesungguhnya." Goci berucap lirih.
Rasulullah saw bersabda, “Satu dirham bisa mengalahkan seratus ribu dirham. Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin satu dirham bisa mengalahkan seratus ribu dirham?” Beliau menjawab, “Ada seseorang yang memiliki dua dirham, lalu mengambil salah satu darinya dan menyedekahkannya. Yang lain, memiliki banyak harta, lalu mengambil darinya seratus ribu dirham saja.”(HR. Ahmad)
Sumber: www.eramuslim.com Read More..
Label:
Sosial
Rabu, 23 November 2011
Betul Betul Kebangetan Orang Yang Masih Memilikinya Tapi Tak Bisa Mengantarkannya Ke Syurga
Salah seorang sahabat ra pernah datang kepada Rosulullah saw dan berkata,”Wahai Nabi, sungguh ibuku telah pikun lantaran tua. Akulah yang beri makan minum dengan tanganku. Aku pun mewudhuinya, mengangkatnya di atas bahuku. Sudahkah aku bayar semua jasa-jasanya untuk yang demikian itu?” “Belum,”jawab Rasulullah,”Sedikit pun belum. Bahkan satu persen sekali pun. Namun engkau telah berlaku baik. Allah akan memberimu pahala yang banyak atas amalmu yang sedikit itu.”
Read More..
Label:
Sosial
Selasa, 22 November 2011
Bapak Tua Penjual Amplop Itu.......(True Story)
Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat, saya selalu melihat seorang bapak tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat.
Read More..
Read More..
Label:
Sosial
Rabu, 28 September 2011
Kisah Seorang Anak Yang Buta
Seorang anak laki-laki yang buta duduk di pelataran sebuah gedung. Dia membawa sebuah topi yang diletakkan di depan kakinya dan mengacungkan sebuah papan yang bertuliskan: ''Saya buta, tolonglah bantu''. Di dalam topi tersebut hanya ada beberapa koin hasil pemberian orang-orang.
Seorang pria lewat di depan anak itu, lalu ia mengambil beberapa koin dari sakunya dan memasukkannya ke dalam topi. Dia kemudian mengambil papan yang dipegang sang anak, membaliknya, dan menulis beberapa patah kata pada papan itu lalu mengembalikannya pada sang anak sehingga setiap orang yang lewat akan melihat kata-kata yang baru pada papan itu.
Dengan segera isi topi pun mulai terisi, dan ada lebih banyak orang yang memberikan uang pada anak yang buta itu. Pada sore hari, sang pria yang telah mengubah isi tulisan pada papan datang untuk melihat sang anak yang buta.
Anak yang buta tersebut mengenal langkah kaki sang pria itu dan bertanya, “Pak, apakah anda orang yang mengubah tulisan pada papan saya pagi ini? Kata-kata apa yang anda tulis?”
Pria itu berkata, "Aku hanya menulis kebenaran. Aku mengatakan apa yang kamu katakan tetapi dengan cara yang berbeda”.
Apa yang kutulis adalah: "Hari ini pasti adalah hari yang sangat indah tapi sayang aku tidak bisa melihatnya."
Apakah anda berpikir kata-kata yang pertama dan kata-kata yang kedua menyatakan hal yang sama?
Tentu saja kedua kata-kata tersebut memberitahu bahwa anak itu buta. Namun kata-kata yang pertama hanya memberitahu bahwa anak itu buta sedangkan kata-kata yang kedua memberitahu orang-orang bahwa mereka begitu beruntung karena mereka tidak buta sehingga bisa menikmati hari yang indah itu.
Have a positive day!
"Kita-lah yang menciptakan realita kita sendiri"
Sumber : fuatmulya.blogspot.com Read More..
Seorang pria lewat di depan anak itu, lalu ia mengambil beberapa koin dari sakunya dan memasukkannya ke dalam topi. Dia kemudian mengambil papan yang dipegang sang anak, membaliknya, dan menulis beberapa patah kata pada papan itu lalu mengembalikannya pada sang anak sehingga setiap orang yang lewat akan melihat kata-kata yang baru pada papan itu.
Dengan segera isi topi pun mulai terisi, dan ada lebih banyak orang yang memberikan uang pada anak yang buta itu. Pada sore hari, sang pria yang telah mengubah isi tulisan pada papan datang untuk melihat sang anak yang buta.
Anak yang buta tersebut mengenal langkah kaki sang pria itu dan bertanya, “Pak, apakah anda orang yang mengubah tulisan pada papan saya pagi ini? Kata-kata apa yang anda tulis?”
Pria itu berkata, "Aku hanya menulis kebenaran. Aku mengatakan apa yang kamu katakan tetapi dengan cara yang berbeda”.
Apa yang kutulis adalah: "Hari ini pasti adalah hari yang sangat indah tapi sayang aku tidak bisa melihatnya."
Apakah anda berpikir kata-kata yang pertama dan kata-kata yang kedua menyatakan hal yang sama?
Tentu saja kedua kata-kata tersebut memberitahu bahwa anak itu buta. Namun kata-kata yang pertama hanya memberitahu bahwa anak itu buta sedangkan kata-kata yang kedua memberitahu orang-orang bahwa mereka begitu beruntung karena mereka tidak buta sehingga bisa menikmati hari yang indah itu.
Bersyukurlah untuk apa yang anda miliki. Jadilah kreatif. Jadilah inovatif. Berpikirlah secara berbeda dan positif.
Hal yang paling indah adalah melihat seseorang tersenyum , dan yang lebih indah adalah, mengetahui bahwa anda lah alasan di balik senyum itu.
Have a positive day!
"Kita-lah yang menciptakan realita kita sendiri"
Sumber : fuatmulya.blogspot.com Read More..
Label:
Sosial
Minggu, 18 September 2011
Kisah-Kisah Lucu Penuh Motivasi dan Hikmah
1. Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu.
Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, “Pasti ibu yang memecahkan piring itu.” “Bagaimana kamu tahu?” kata si Ayah. “Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain,” sahut anaknya.
2. Ada dua grup pariwisata yang pergi bertamasya ke pulau Yi Do di Jepang. Kondisi jalannya sangat buruk, sepanjang jalan terdapat banyak lubang. Salah satu pemandu berulang-ulang mengatakan keadaan jalannya rusak parah dan tak terawat.
Sedangkan pemandu yang satunya lagi berbicara kepada para turisnya dengan nada puitis, “Yang kita lalui sekarang ini adalah jalan protokol ternama di Yi Do yang bernama jalan berdekik yang mempesona.”
3. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, “Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dibina!”
Sedangkan guru dari Barat akan bilang, “Semoga Anda membawakan kecerian bagi seluruh dunia!”
4. Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, “Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!”
Istrinya secara spontan menjawab, “Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur.” Suaminya dengan tenang menjawab, “Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya … saat saya sedang mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya.”
5. Sebuah bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat menelusuri jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang.
Seorang penumpang mengeluarkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, “Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!”
Orang tersebut menjawab, “Saya harus mengejarnya . . .” Dengan nafas tersenggal-senggal dia berkata, “Saya adalah pengemudi dari bus ini!”
6. Si A : “Tetangga yang yang baru pindah itu sungguh jahat, kemarin tengah malam dia datang ke rumah saya dan terus menerus menekan bel di rumah saya.”
Si B : “Memang sungguh jahat! Adakah Anda segera melapor polisi?”
Si A : “Tidak. Saya menganggap mereka orang gila, yang terus menerus meniup terompet kecil saya.”
7. Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang.
Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, “Babi!” Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, “Kamu sendiri yang babi!”
Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan.
8. Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, “Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?”
Ayahnya menjawab, “Sudah tentu!”
“Siapa yang menemukan listrik?”
“Edison.”
“Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?”
9. Ketika mandi Toto kurang hati-hati telah menelan sebongkah kecil sabun, ibunya dengan gugup menelepon dokter rumah tangga minta pertolongan.
Dokter berkata, “Sekarang ini saya masih ada beberapa pasien, mungkin setengah jam kemudian saya baru bisa datang ke sana.”
Ibu Toto bertanya, “Sebelum Anda datang, apa yang harus saya lakukan? Dokter itu menjawab, “Berikan Toto secangkir air putih untuk diminum, kemudian melompat-lompat sekuat tenaga, maka Anda bisa menyuruh Toto meniupkan gelembung busa dari mulut untuk menghabiskan waktu.”
10. Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya.
Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, ‘plak’ gembok besar itu sudah terbuka.
Sumber pangkalan-unik.blogspot.com Read More..
Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, “Pasti ibu yang memecahkan piring itu.” “Bagaimana kamu tahu?” kata si Ayah. “Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain,” sahut anaknya.
Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran.
2. Ada dua grup pariwisata yang pergi bertamasya ke pulau Yi Do di Jepang. Kondisi jalannya sangat buruk, sepanjang jalan terdapat banyak lubang. Salah satu pemandu berulang-ulang mengatakan keadaan jalannya rusak parah dan tak terawat.
Sedangkan pemandu yang satunya lagi berbicara kepada para turisnya dengan nada puitis, “Yang kita lalui sekarang ini adalah jalan protokol ternama di Yi Do yang bernama jalan berdekik yang mempesona.”
Walaupun keadaannya sama, namun pikiran yang berbeda akan menimbulkan sikap yang berbeda pula. Pikiran adalah suatu hal yang sangat menakjubkan, bagaimana berpikir, keputusan berada di tangan Anda.
3. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, “Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dibina!”
Sedangkan guru dari Barat akan bilang, “Semoga Anda membawakan kecerian bagi seluruh dunia!”
Terkadang orang yang lebih tua, bukan hanya lebih banyak menuntut daripada memberi semangat, malahan sering membatasi definisi keberhasilan dengan arti yang sempit.
4. Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, “Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!”
Istrinya secara spontan menjawab, “Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur.” Suaminya dengan tenang menjawab, “Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya … saat saya sedang mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya.”
Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan Anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah.
5. Sebuah bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat menelusuri jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang.
Seorang penumpang mengeluarkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, “Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!”
Orang tersebut menjawab, “Saya harus mengejarnya . . .” Dengan nafas tersenggal-senggal dia berkata, “Saya adalah pengemudi dari bus ini!”
Ada sebagian orang harus berusaha keras dengan sangat serius, jika tidak demikian, maka akibatnya akan sangat tragis!
Dan juga dikarenakan harus menghadapi dengan sekuat tenaga, maka kemampuan yang masih terpendam dan sifat-sifat khusus yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini akan sepenuhnya muncul keluar.
6. Si A : “Tetangga yang yang baru pindah itu sungguh jahat, kemarin tengah malam dia datang ke rumah saya dan terus menerus menekan bel di rumah saya.”
Si B : “Memang sungguh jahat! Adakah Anda segera melapor polisi?”
Si A : “Tidak. Saya menganggap mereka orang gila, yang terus menerus meniup terompet kecil saya.”
Semua kejadian pasti ada sebabnya, jika sebelumnya kita bisa melihat kekurangan kita sendiri, maka jawabannya pasti berbeda.
7. Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang.
Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, “Babi!” Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, “Kamu sendiri yang babi!”
Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan.
Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari orang lain, hal tersebut akan menyebabkan kerugian Anda, juga membuat orang lain terhina.
8. Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, “Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?”
Ayahnya menjawab, “Sudah tentu!”
“Siapa yang menemukan listrik?”
“Edison.”
“Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?”
Pakar acapkali adalah kerangka kosong yang tidak teruji, lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini.
9. Ketika mandi Toto kurang hati-hati telah menelan sebongkah kecil sabun, ibunya dengan gugup menelepon dokter rumah tangga minta pertolongan.
Dokter berkata, “Sekarang ini saya masih ada beberapa pasien, mungkin setengah jam kemudian saya baru bisa datang ke sana.”
Ibu Toto bertanya, “Sebelum Anda datang, apa yang harus saya lakukan? Dokter itu menjawab, “Berikan Toto secangkir air putih untuk diminum, kemudian melompat-lompat sekuat tenaga, maka Anda bisa menyuruh Toto meniupkan gelembung busa dari mulut untuk menghabiskan waktu.”
Jika peristiwa sudah terjadi, mengapa tidak dihadapi dengan tenang dan yakin. Daripada khawatir lebih baik berlega, dari pada gelisah lebih baik tenang.
10. Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya.
Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, ‘plak’ gembok besar itu sudah terbuka.
Hati dari setiap insan, persis seperti pintu besar yang telah terkunci, walaupun Anda menggunakan batang besi yang besar pun tak akan bisa membukanya. Hanya dengan mencurahkan perhatian, Anda baru bisa merubah diri menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk ke dalam sanubari orang lain.
Sumber pangkalan-unik.blogspot.com Read More..
Label:
Sosial
Senin, 05 September 2011
Liat Nich, Akulah Sang Jagoan !!
Pernah nggak liat orang yang perawakannya, sangar. Matanya melotot en nggak bisa merem. Mencorong. Persis lampu petromak yang baru dikompa pake lampu baru. Dadanya turun naek. Mungkin kalo ada telor ceplok ditaruh diatasnya, langsung pada mateng, soalnya jiwanya panas membawa, hee...Kepelan tangannya juga gak brenti-brenti. Soal beklai itu jadi makanan seari-ari. Skali orang bikin ribut ma dia, beeeuuh gasak abiees.....
Wataaauuu!!!........
Tinggal pilih ajah, UGD apa kuburan. Wihh sadizz!!
Dia ngakunya jagoan nggak kenal takut. Jam terbang bertarung en area eksperimen tawuran udah tingkat tinggi bang bro. Liat noh kumisnya baplang. Badannya tinggi gede. Kalo cuman dikerubutin dua orang mah kecil. (Tapi kalo lebih dari itu, ya keder juga kali`, hee..). Nggak cuman tuh, liat noh CV nya, motto hidup `senggol bacok`, `ngebut benjut` ato kalo nggak "Lu asik gue santai, lu usik gue bantai".
Ya tapi gitu dee...Buat dia sih kya gitu udah yang paling gaya abiez tuh, padahal buat yang nonton mah alisnya udah naik turun ajah mereka, sambil ngebatin, `Ya Allah Ya karim, ksian amat idupmu mamen. Mo tampil en di hormatin ajah ampe dibela-belain ampe btingkah konyol kya gituh. Belon lagi yang pada pake jurus kekebalan. Ktanya biar tahan dibacok, nggak nembus peluru, dll dsb. Alhasil, jimat- jimat pun bersliweran dimana- mana, yang bahan- bahannya terdiri dari segala bawa merah pula di ronce lah, plus sedikit kayu manies lah. Ya Allah dah kya mau buat kolak buat takjil ajah ya.
Coba deh, buat kamu- kamu yang merasa jadi tersangka dari kriteria diatas, break aja barang bentaran, en kasihani idup kamu sendiri atu menit ajah.
Emang kamu nggak kenal kah arti kasih sayang sampe yang ada dipikiran cuman sekedar kekerasan? Ato jangan- jangan ini adalah cara tercerdas yang kamu punya untuk menyelesaikan masalah, yaitu dengan kekerasan? Kalo bukan, coba cek level kesabaran kamu, jangan- jangan ukurannya masih lebih dalem sungai ciliwung dari pada sabarnya kamu?
Pren, sejagoan- jagoannya kamu semua, nggak kan pernah bisa ngalahin yang namanya Allah Subhanahu Wata`ala. Nggak sah jaoh- jaoh dah, dengan sebutan jagoanpun, kamu nggak kan mungkin bisa mindahin matahari terbit dari barat en tenggelam di timur. Ampe keriput akut dah, juga nggak bakalan bisa. Sebutan jagoan juga nggak kan bisa ngebuat kamu ngebekuin panasnya api neraka.
Mau tau? Inget- inget ya yang ini,
Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu berkata: Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Api kalian ini yang digunakan manusia untuk menyalakan sesuatu adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian bagian (panasnya) api neraka. Para Sahabat berkata: Demi Allah sesungguhnya api ini sudah cukup (untuk menyiksa). Beliau bersabda: Sesungguhnya api neraka itu lebih panas dari api dunia enam puluh sembilan kali semua panasnya sama.” (HR. Bukhori:3265, Muslim:2843).
Nah kan, itu baru sedikit gambaran kalo ternyata kita manusia sama sekali nggak da apa- apanya. Mangkanya, apa gunanya bangga en petentang petenteng sok jagoan, yang ada malah ngebuat kamu semua tambah di bilang sombong.
Ngomong- ngomong soal sombong nich ya, masih ingat nggak nasib parah si iblis. Dia dulu juga hidup di surga tau, malah pernah dialog sama Allah. Tapi naas banget, dia diturunkan ke dunia en jadi dedengkotnya neraka ampe selamanya, cuman gara- gara satu hal aja. Dia sombong. Dia nggak mau sujud sama adam, walo tuh diprintah langsung sama Allah. Sebab musababnya adalah dia ngerasa lebih baik dari Adam. Jadi, ya gitulah nasibnya sekarang.
Nich baca ndiri deh barang buktinya,
`Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu. Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?". Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". Allah berfirman: "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat." Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan. Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan (Qs. Al Hijr: 28-38)
Ok, trus pertanyaannya kemudian, Emang pada mau apa jadi anggota fans club alias pengikutnya iblis?
Naudzubillah...
Pren, dame itu indah lagi. So, jangan ngebuat diri kamu sendiri jadi terlihat NGGAK pinter karena cuman pengen dipanggil jagoan, trutama dengan ngumbar nafsu kamu yang hobi brantem en kekerasan. Allah mencipta manusia lebih dari makhluk yang laen. Manusia juga dikaruniai mulut buat komunikasi en diskusi, trus walopun dikasih nafsu tapi juga dikasih akal, biar nggak macam hewan ajah yang main serampangan. Coba deh, alihin perhatian kamu ke label jagoan yang laen, yang lebih positif, contohnya jagoan belajar, jagoan nyenengin hati ortu, jagoan ngebimbing adek, dsb, dll. InsyaAllah nggak da ruginya kalo itu mah, yang ada malah orang-orang makin akan sayang ma kamu.
Tapi.. tapi..tapi
Tapi beda kasus kalo kamunya emang nggak salah, trus di dholimi. Kadang emang orang perlu pke fisik untuk membela diri, dan yang nie bukan brarti kamu sok jagoan, tapi emang kamu pure membela diri. Kya semut juga tuh walopun kecil tapi kalo disakitin ya nggigit laaaa.
Contoh laen, seperti kalo ada yang ngehina ato ngrendahin Islam contohnya. Bkan provokator nich, tapi emang Islam tuh kehormatan kita. Emang mereka siapa sok-sok an ngehina Allah. Allah yang ciptain mereka, ngasih rejeki, ngasih nafas, ngasih nyawa, dsb, dll. Allah juga yang punya langit dan bumi. Coba bayangin kalo Allah ngusir mereka yang pada kurang ajar tuh, nah lo mau jadi gelandangan dimana bang bro?. Ato apa jadinya kalo kegiatan bernafas di berlakukan cuti dulu barang sehari ajah. Waaah, bisa gawat kan.
So, buat hal- hal prinsip trutama berhubungan dengan akidah en kesucian agama kita, kita musti bela abis- abisan dah. Tuh BUKAN sok jagoan tapi mang kudu, alias wajib. Kalo pke cara halus nggak bisa, ya... Lu jual gue beli dah. Seperti Ilmu lebah, kalo dia nggak diganggu, dia juga nggak bakal nyengat. Tapi sekalinya di usik apalagi sampe ngobrak ngabrik, ampe mana juga, di jabanin dah.
Tapi kalo soal dunia mah, sebagai seorang muslim,nggak sah pke main otot kali`. Islam itu agama yang membawa rahmat bagi semua makhluk. So buktiin kalo kamu bisa jadi pencerminan orang Islam yang mendamekan.
Insyaallah masih banyak cara waras yang laen untuk ngatasi masalah dunia yang ngebuat kita lebih terhormat en dihargain orang lain. Asli, kesombongan ato sifat sok jagoan nggak kan beri kamu apa- apa kecuali hanya semakin rendahnya kamu dimata Allah dan sesamamu. Pren, di idup kita yang sekali aja ini, apa iya kita mau cuman sekedar jadi yang rendahan cuman karena rela jadi budak nafsu kita sendiri?
Nich bukan kampanye buat ngidupin kelembutan hati loh. Cuman sekedar bahan koreksi buat bareng- bareng en kalo sesama sodara muslim kan emang kudu saling ngingetin lah. Kesamaan kejadian atopun TKP bukanlah kesengajaan. Tapi bagi yang merasa, Alhamdulillah, hee... moga bisa jadi masukan yang membangun buat kita semua. InsyaAllah
Sumber www.voa-islam.com Read More..
Wataaauuu!!!........
Tinggal pilih ajah, UGD apa kuburan. Wihh sadizz!!
Dia ngakunya jagoan nggak kenal takut. Jam terbang bertarung en area eksperimen tawuran udah tingkat tinggi bang bro. Liat noh kumisnya baplang. Badannya tinggi gede. Kalo cuman dikerubutin dua orang mah kecil. (Tapi kalo lebih dari itu, ya keder juga kali`, hee..). Nggak cuman tuh, liat noh CV nya, motto hidup `senggol bacok`, `ngebut benjut` ato kalo nggak "Lu asik gue santai, lu usik gue bantai".
Ya tapi gitu dee...Buat dia sih kya gitu udah yang paling gaya abiez tuh, padahal buat yang nonton mah alisnya udah naik turun ajah mereka, sambil ngebatin, `Ya Allah Ya karim, ksian amat idupmu mamen. Mo tampil en di hormatin ajah ampe dibela-belain ampe btingkah konyol kya gituh. Belon lagi yang pada pake jurus kekebalan. Ktanya biar tahan dibacok, nggak nembus peluru, dll dsb. Alhasil, jimat- jimat pun bersliweran dimana- mana, yang bahan- bahannya terdiri dari segala bawa merah pula di ronce lah, plus sedikit kayu manies lah. Ya Allah dah kya mau buat kolak buat takjil ajah ya.
Coba deh, buat kamu- kamu yang merasa jadi tersangka dari kriteria diatas, break aja barang bentaran, en kasihani idup kamu sendiri atu menit ajah.
Emang kamu nggak kenal kah arti kasih sayang sampe yang ada dipikiran cuman sekedar kekerasan? Ato jangan- jangan ini adalah cara tercerdas yang kamu punya untuk menyelesaikan masalah, yaitu dengan kekerasan? Kalo bukan, coba cek level kesabaran kamu, jangan- jangan ukurannya masih lebih dalem sungai ciliwung dari pada sabarnya kamu?
Pren, sejagoan- jagoannya kamu semua, nggak kan pernah bisa ngalahin yang namanya Allah Subhanahu Wata`ala. Nggak sah jaoh- jaoh dah, dengan sebutan jagoanpun, kamu nggak kan mungkin bisa mindahin matahari terbit dari barat en tenggelam di timur. Ampe keriput akut dah, juga nggak bakalan bisa. Sebutan jagoan juga nggak kan bisa ngebuat kamu ngebekuin panasnya api neraka.
Mau tau? Inget- inget ya yang ini,
Dari Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu berkata: Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Api kalian ini yang digunakan manusia untuk menyalakan sesuatu adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian bagian (panasnya) api neraka. Para Sahabat berkata: Demi Allah sesungguhnya api ini sudah cukup (untuk menyiksa). Beliau bersabda: Sesungguhnya api neraka itu lebih panas dari api dunia enam puluh sembilan kali semua panasnya sama.” (HR. Bukhori:3265, Muslim:2843).
Nah kan, itu baru sedikit gambaran kalo ternyata kita manusia sama sekali nggak da apa- apanya. Mangkanya, apa gunanya bangga en petentang petenteng sok jagoan, yang ada malah ngebuat kamu semua tambah di bilang sombong.
Ngomong- ngomong soal sombong nich ya, masih ingat nggak nasib parah si iblis. Dia dulu juga hidup di surga tau, malah pernah dialog sama Allah. Tapi naas banget, dia diturunkan ke dunia en jadi dedengkotnya neraka ampe selamanya, cuman gara- gara satu hal aja. Dia sombong. Dia nggak mau sujud sama adam, walo tuh diprintah langsung sama Allah. Sebab musababnya adalah dia ngerasa lebih baik dari Adam. Jadi, ya gitulah nasibnya sekarang.
Nich baca ndiri deh barang buktinya,
`Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu. Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?". Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". Allah berfirman: "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat." Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan. Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan (Qs. Al Hijr: 28-38)
Ok, trus pertanyaannya kemudian, Emang pada mau apa jadi anggota fans club alias pengikutnya iblis?
Naudzubillah...
Pren, dame itu indah lagi. So, jangan ngebuat diri kamu sendiri jadi terlihat NGGAK pinter karena cuman pengen dipanggil jagoan, trutama dengan ngumbar nafsu kamu yang hobi brantem en kekerasan. Allah mencipta manusia lebih dari makhluk yang laen. Manusia juga dikaruniai mulut buat komunikasi en diskusi, trus walopun dikasih nafsu tapi juga dikasih akal, biar nggak macam hewan ajah yang main serampangan. Coba deh, alihin perhatian kamu ke label jagoan yang laen, yang lebih positif, contohnya jagoan belajar, jagoan nyenengin hati ortu, jagoan ngebimbing adek, dsb, dll. InsyaAllah nggak da ruginya kalo itu mah, yang ada malah orang-orang makin akan sayang ma kamu.
Tapi.. tapi..tapi
Tapi beda kasus kalo kamunya emang nggak salah, trus di dholimi. Kadang emang orang perlu pke fisik untuk membela diri, dan yang nie bukan brarti kamu sok jagoan, tapi emang kamu pure membela diri. Kya semut juga tuh walopun kecil tapi kalo disakitin ya nggigit laaaa.
Contoh laen, seperti kalo ada yang ngehina ato ngrendahin Islam contohnya. Bkan provokator nich, tapi emang Islam tuh kehormatan kita. Emang mereka siapa sok-sok an ngehina Allah. Allah yang ciptain mereka, ngasih rejeki, ngasih nafas, ngasih nyawa, dsb, dll. Allah juga yang punya langit dan bumi. Coba bayangin kalo Allah ngusir mereka yang pada kurang ajar tuh, nah lo mau jadi gelandangan dimana bang bro?. Ato apa jadinya kalo kegiatan bernafas di berlakukan cuti dulu barang sehari ajah. Waaah, bisa gawat kan.
So, buat hal- hal prinsip trutama berhubungan dengan akidah en kesucian agama kita, kita musti bela abis- abisan dah. Tuh BUKAN sok jagoan tapi mang kudu, alias wajib. Kalo pke cara halus nggak bisa, ya... Lu jual gue beli dah. Seperti Ilmu lebah, kalo dia nggak diganggu, dia juga nggak bakal nyengat. Tapi sekalinya di usik apalagi sampe ngobrak ngabrik, ampe mana juga, di jabanin dah.
Tapi kalo soal dunia mah, sebagai seorang muslim,nggak sah pke main otot kali`. Islam itu agama yang membawa rahmat bagi semua makhluk. So buktiin kalo kamu bisa jadi pencerminan orang Islam yang mendamekan.
Insyaallah masih banyak cara waras yang laen untuk ngatasi masalah dunia yang ngebuat kita lebih terhormat en dihargain orang lain. Asli, kesombongan ato sifat sok jagoan nggak kan beri kamu apa- apa kecuali hanya semakin rendahnya kamu dimata Allah dan sesamamu. Pren, di idup kita yang sekali aja ini, apa iya kita mau cuman sekedar jadi yang rendahan cuman karena rela jadi budak nafsu kita sendiri?
Nich bukan kampanye buat ngidupin kelembutan hati loh. Cuman sekedar bahan koreksi buat bareng- bareng en kalo sesama sodara muslim kan emang kudu saling ngingetin lah. Kesamaan kejadian atopun TKP bukanlah kesengajaan. Tapi bagi yang merasa, Alhamdulillah, hee... moga bisa jadi masukan yang membangun buat kita semua. InsyaAllah
Sumber www.voa-islam.com Read More..
Label:
Sosial
Senin, 27 Juni 2011
Beberapa Sifat Setan Yang Patut ditiru
Setan dan manusia memang pada dasarnya 2 makhluk yang berbeda dan saling bermusuhan. Manusia pada umumnya pasti benci kepada setan karena sifat jahatnya. Namun, di sifat-sifat jahat ini ternyata ada beberapa sifat setan yang patut di tiru.
Mari kita intip beberapa sifat setan yang bisa kita tiru.
1. Pantang menyerah
Setan tidak akan pernah menyerah selama keinginannya untuk menggoda manusia belum tercapai. Sedangkan manusia banyak yang mudah menyerah dan malah sering mengeluh.
2. Kreatif
Setan akan mencari cara apapun dan bagaimanapun untuk menggoda manusia agar tujuannya tercapai, selalu kreatif dan penuh ide. Sedangkan manusia ingin enaknya saja, banyak yang malas.
3. Konsisten
Setan dari mulai diciptakan tetap konsisten pada pekerjaannya, tak pernah mengeluh dan berputus asa. Sedangkan manusia banyak yang mengeluhkan pekerjaannya, padahal banyak manusia lain yang masih nganggur dan membutuhkan pekerjaan.
4. Solider
Sesama setan tidak pernah saling menyakiti, bahkan selalu bekerjasama untuk menggoda manusia. Sedangkan manusia, jangankan peduli terhadap sesama, kebanyakan malah saling bunuh dan menyakiti.
5. Jenius
Setan itu paling pintar otaknya dalam mencari cara agar manusia tergoda. Sedangkan manusia banyak yang tidak kreatif, bahkan banyak yang jadi peniru dan plagiat, tidak mau menciptakan ide-ide baru.
6. Tanpa Pamrih
Setan itu bekerja 24 Jam tanpa mengharapkan imbalan apapun. Sedangkan manusia, tidak dibayar tidak akan dilakukan. Materi seharusnya bukanlah hal yang terpenting dalam hidup ini!
7. Suka berteman dan kompak
Setan adalah mahluk yang selalu ingin berteman, berteman agar banyak temannya di neraka kelak. Sedangkan manusia banyak yang lebih memilih mementingkan diri-sendiri dan egois. Manusia dalam mengerjakan sesuatu cenderung ingin menonjolkan kemampuannya sendiri dibanding bekerja sama dengan orang lain.
Sifat jahat setan memang hendaknya jangan ditiru! Tapi tidaklah dosa jika kita mencontoh sifat-sifat baiknya yang bisa berguna bagi kebaikan diri kita dan sesama.
Sumber : cahayaku-cahayamu.blogspot.com
Read More..
Mari kita intip beberapa sifat setan yang bisa kita tiru.
1. Pantang menyerah
Setan tidak akan pernah menyerah selama keinginannya untuk menggoda manusia belum tercapai. Sedangkan manusia banyak yang mudah menyerah dan malah sering mengeluh.
2. Kreatif
Setan akan mencari cara apapun dan bagaimanapun untuk menggoda manusia agar tujuannya tercapai, selalu kreatif dan penuh ide. Sedangkan manusia ingin enaknya saja, banyak yang malas.
3. Konsisten
Setan dari mulai diciptakan tetap konsisten pada pekerjaannya, tak pernah mengeluh dan berputus asa. Sedangkan manusia banyak yang mengeluhkan pekerjaannya, padahal banyak manusia lain yang masih nganggur dan membutuhkan pekerjaan.
4. Solider
Sesama setan tidak pernah saling menyakiti, bahkan selalu bekerjasama untuk menggoda manusia. Sedangkan manusia, jangankan peduli terhadap sesama, kebanyakan malah saling bunuh dan menyakiti.
5. Jenius
Setan itu paling pintar otaknya dalam mencari cara agar manusia tergoda. Sedangkan manusia banyak yang tidak kreatif, bahkan banyak yang jadi peniru dan plagiat, tidak mau menciptakan ide-ide baru.
6. Tanpa Pamrih
Setan itu bekerja 24 Jam tanpa mengharapkan imbalan apapun. Sedangkan manusia, tidak dibayar tidak akan dilakukan. Materi seharusnya bukanlah hal yang terpenting dalam hidup ini!
7. Suka berteman dan kompak
Setan adalah mahluk yang selalu ingin berteman, berteman agar banyak temannya di neraka kelak. Sedangkan manusia banyak yang lebih memilih mementingkan diri-sendiri dan egois. Manusia dalam mengerjakan sesuatu cenderung ingin menonjolkan kemampuannya sendiri dibanding bekerja sama dengan orang lain.
Sifat jahat setan memang hendaknya jangan ditiru! Tapi tidaklah dosa jika kita mencontoh sifat-sifat baiknya yang bisa berguna bagi kebaikan diri kita dan sesama.
Sumber : cahayaku-cahayamu.blogspot.com
Read More..
Label:
Sosial
Rabu, 11 Mei 2011
Kedermawanan Yang Memuliakan
Seseorang tidak akan mencapai tingkat kebajikan di sisi Allah, sebelum ia dengan ikhlas menginfakkan harta yang dicintainya di jalan Allah.
Dahulu, setelah surat Ali imron ayat 92 turun, (" Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan, tentang hal itu, Allah Maha Mengetahui"), para sahabat berlomba-lomba berbuat kebaikan.
Abu Thalhah Al-Anshari seorang hartawan dikalangan Anshar datang menemui Rasulullah saw. dengan memberikan sebidang kebun kurma yang dicintainya untuk diinfakkan di jalan Allah.
Pemberian itu diterima oleh Rasulullah dengan baik dan memuji keikhlasannya.
Rasulullah menasihatkan agar harta itu diinfakkan kepada keluarga dekatnya, maka atas nasihat itu Abu Thalhah membagi-bagikannya kepada keluarganya. Dengan sedekahnya itu, maka ia memperoleh dua pahala, yaitu pahala sedekah dan pahala menyambung tali silaturahmi. Dalam suatu hadis disebutkan: “Bersedekah kepada keluarga mendapat dua pahala, yaitu pahala sedekah dan pahala menyambung tali silaturahmi.”
Demikian pula dengan Umar bin Khattab, ia mendatangi Rasulullah saw. dengan meyerahkan sebidang kebun di Khaibar. Nabi menyuruh pula agar ia tetap memelihara kebun itu, sedangkan hasilnya merupakan wakaf dari Umar bin Khattab.
Hanya orang yang benar-benar beriman kepada Allah yang bisa menjadi dermawan dan jauh dari sifat kikir. Keridhoan Tuhannya menuntun mereka mengesampingkan kesenangan pribadi mereka sendiri. Selanjutnya, dengan harta yang mereka miliki itu, mereka mencoba memuliakan diri dan menggapai surga. Benarlah kiranya, jika hanya orang- orang yang beriman atas Allah subhanahu wata'ala yang bisa menjadi orang dermawan.
Memang, sesungguhnya kebanyakan manusia tercipta dengan sifat suka berkeluh kesah lagi kikir. Mereka Ketika tertimpa kesulitan hatinya terasa sempit dan mudah berputus asa. dan sebaliknya, jika nikmat didapatnya, ia akan bersikap kikir. Yaitu kikir dari hak Allah dan kikir dari hak sesama.
Maka dari itu, Orang yang dermawan akan menjadikan diri mereka boss atas diri, harta dan hatinya.Dia benar- benar pandai mengelola kepemilikan dari semua itu, sehingga dia justru tidak menjadi budak dari materi yang dimilikinya. Orang yang dermawan pastilah dengan cerdas memisahkan kesemua anugrah materi untuk tercampur dengan nafsunya. Betapa tidak, harta dan atau kepintaran yang dia miliki dengan ikhlasnya dia berikan untuk menjadi sumber kebahagiaan orang lain.Hal inilah yang disadari atau tidak justru menjadi sumber kebahagiaan baginya juga.
Harta yang berada ditangan orang dermawan, pastilah akan menjadi kebahagiaan bagi sesamanya. Dan ketika sifat ini melekat pada diri seseorang, maka hanya kemuliaanlah yang akan disandangnya. Seorang pemulung yang dermawan dalam keterbatasannya adalah lebih mulia dari pada milyader yang kikir. Lantas ketika timbul pertanyaan, siapa yang dapat membeli keluasan hati seorang yang menjadikan diri mereka dermawan karena mencari keridhoan Allah subhanahu wata'ala?. Maka hanyalah surga yang pantas menjadi penebusnya.
Sumber www.voa-islam.com Read More..
Dahulu, setelah surat Ali imron ayat 92 turun, (" Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan, tentang hal itu, Allah Maha Mengetahui"), para sahabat berlomba-lomba berbuat kebaikan.
Abu Thalhah Al-Anshari seorang hartawan dikalangan Anshar datang menemui Rasulullah saw. dengan memberikan sebidang kebun kurma yang dicintainya untuk diinfakkan di jalan Allah.
Pemberian itu diterima oleh Rasulullah dengan baik dan memuji keikhlasannya.
Rasulullah menasihatkan agar harta itu diinfakkan kepada keluarga dekatnya, maka atas nasihat itu Abu Thalhah membagi-bagikannya kepada keluarganya. Dengan sedekahnya itu, maka ia memperoleh dua pahala, yaitu pahala sedekah dan pahala menyambung tali silaturahmi. Dalam suatu hadis disebutkan: “Bersedekah kepada keluarga mendapat dua pahala, yaitu pahala sedekah dan pahala menyambung tali silaturahmi.”
Demikian pula dengan Umar bin Khattab, ia mendatangi Rasulullah saw. dengan meyerahkan sebidang kebun di Khaibar. Nabi menyuruh pula agar ia tetap memelihara kebun itu, sedangkan hasilnya merupakan wakaf dari Umar bin Khattab.
Hanya orang yang benar-benar beriman kepada Allah yang bisa menjadi dermawan dan jauh dari sifat kikir. Keridhoan Tuhannya menuntun mereka mengesampingkan kesenangan pribadi mereka sendiri. Selanjutnya, dengan harta yang mereka miliki itu, mereka mencoba memuliakan diri dan menggapai surga. Benarlah kiranya, jika hanya orang- orang yang beriman atas Allah subhanahu wata'ala yang bisa menjadi orang dermawan.
Memang, sesungguhnya kebanyakan manusia tercipta dengan sifat suka berkeluh kesah lagi kikir. Mereka Ketika tertimpa kesulitan hatinya terasa sempit dan mudah berputus asa. dan sebaliknya, jika nikmat didapatnya, ia akan bersikap kikir. Yaitu kikir dari hak Allah dan kikir dari hak sesama.
Maka dari itu, Orang yang dermawan akan menjadikan diri mereka boss atas diri, harta dan hatinya.Dia benar- benar pandai mengelola kepemilikan dari semua itu, sehingga dia justru tidak menjadi budak dari materi yang dimilikinya. Orang yang dermawan pastilah dengan cerdas memisahkan kesemua anugrah materi untuk tercampur dengan nafsunya. Betapa tidak, harta dan atau kepintaran yang dia miliki dengan ikhlasnya dia berikan untuk menjadi sumber kebahagiaan orang lain.Hal inilah yang disadari atau tidak justru menjadi sumber kebahagiaan baginya juga.
Harta yang berada ditangan orang dermawan, pastilah akan menjadi kebahagiaan bagi sesamanya. Dan ketika sifat ini melekat pada diri seseorang, maka hanya kemuliaanlah yang akan disandangnya. Seorang pemulung yang dermawan dalam keterbatasannya adalah lebih mulia dari pada milyader yang kikir. Lantas ketika timbul pertanyaan, siapa yang dapat membeli keluasan hati seorang yang menjadikan diri mereka dermawan karena mencari keridhoan Allah subhanahu wata'ala?. Maka hanyalah surga yang pantas menjadi penebusnya.
Sumber www.voa-islam.com Read More..
Selasa, 10 Mei 2011
Keutamaan Mengunjungi Orang Sakit
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah penguasa alam semesta. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada hamba dan utusan-Nya, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Menjenguk orang sakit bagian dari adab Islam yang mulia. Dia bagian dari rahmat yang dengannya Islam datang dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam diutus.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS. Al-Anbiya': 107)
Rahmat Islam ini mencakup semua sisi kehidupan, di antaranya rahmat Islam terhadap orang-orang lemah dan sakit. Karena orang sakit sedang merasakan penderitaan dan menahan rasa sakit yang menyerangnya. Oleh sebab itu, ia lebih membutuhkan perhatian dan bantuan dari sesamanya, serta hiburan dan motifasi untuk menguatkannya. Karena itulah Islam memberikan perhatian besar terhadap akhlak mulia ini melalui lisan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
أَطْعِمُوا الْجَائِعَ وَعُودُوا الْمَرِيضَ وَفُكُّوا الْعَانِيَ
"Berilah makan oleh kalian orang yang lapar, jenguklah orang sakit, dan bebaskan tawanan (muslim)." (HR. Al-Bukhari Dari Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu 'Anhu)
Dituturkan oleh al-Bara' bin Azib Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan kepada kami dengan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara: Beliau memerintahkan kami agar menjenguk orang sakit. . ." (Muttafaq 'alaih)
Bahkan perhatian Islam terhadap akhlak mulia ini sampai menjadikannya sebagai bagian dari hak persaudaraan se-Islam. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ رَدُّ السَّلَامِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ
"Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
خَمْسٌ تَجِبُ لِلْمُسْلِمِ عَلَى أَخِيهِ رَدُّ السَّلَامِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ
"Lima perkara yang wajib ditunaikan seorang muslim terhadap saudara (muslim)-nya: Menjawab salam, mendoakan yang bersin, memenuhi undangan, menjenguk orang sakit, dan mengantar jenazah." (HR. Muslim)
Tidak cukup menganjurkan kaum muslimin untuk menjenguk orang sakit, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam sendiri memberi teladan langsung. Beliau menjenguk orang skait, menghiburnya, mendoakannya, dan meringankan beban-bebannya. Utsman bin Affan Radhiyallahu 'Anhu berkata: "Demi Allah, sesungguhnya kami sering menemani Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam safar maupun muqim. Adalah beliau menjenguk yang sakit di antara kami, mengantarkan jenazah kami, berperang bersama kami, dan membantu kami dengan yang sedikti dan banyak." (HR. Ahmad)
Terdapat banyak riwayat, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjenguk sebagian sahabatnya saat mereka sakit. Ada juga keterangan dalam Shahih al-Bukhari, beliau pernah menjenguk seorang anak Yahudi yang masih kecil, lalu mengajaknya masuk Islam sehingga ia menjadi Muslim. Sepantasnya kaum muslimin berakhlak dengan akhlak yang agung ini, terlebih lagi para tokoh, pejabat dan orang besarnya. Sesungguhnya menjenguk orang sakit walaupun ia rakyat jelata bukan tindakan tercela yang menurunkan wibawa. Telah ada contoh dari ulama salaf kita, mereka sangat memperhatikan urusan menjenguk orang sakit. Maka apabila mereka tidak melihat seseorang, mereka menanyakannya, dan jika ia sakit, maka segeralah mereka menjenguknya.
Keutamaan Menjenguk Orang Sakit
Pada diri orang sakit terdapat keutamaan dan kemuliaan bagi orang yang menjenguknya berdasarkan kabar berita dari baginda Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang diutus menjadi rahmat bagi semesta alam. Allah telah janjikan pahala yang banyak dan ganjaran yang besar bagi orang yang menjenguk orang sakit. Di antara dalil-dalil yang menunjukkan:
1. Dari Tsauban Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ
"Siapa yang menjenguk orang sakit, ia berada dalam kebun surga sehingga dia kembali." (HR. Muslim dan Ahmad. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami' no. 6389) tentang maksud kebun surga di sini adalah buah-buahannya.
2. Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ
"Tidaklah seorang muslim yang menjenguk muslim lainnya di pagi hari kecuali ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga sore hari. Dan jika menjenguknya di sore hari, ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga pagi, dan baginya satu kebun di surga." (HR. al-Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Tirmidzi)
3. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ عَادَ مَرِيضًا نَادَى مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنْ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا
"Siapa yang menjenguk orang sakit, maka ada seorang yang berseru dari langit: kamu adalah orang baik, dan langkahmu juga baik dan engkau berhak menempati satu tempat di surga." (HR. Ibnu Majah, al-Tirmidzi, dan ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam al-Misykah no. 5015. Ibnu Hibbad juga menshahihkannya sebagaimana yang disebutkan Ibnul Hajar dalam Al-Fath)
4. Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ يَخُوضُ فِي الرَّحْمَةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ اغْتَمَسَ فِيهَا
"Siapa yang mejenguk orang sakit, ia terus dalam naungan rahmat sehingga duduk. Maka apabila ia duduk, ia tenggelam ke dalamnya." (HR. Ahmad. Dishahihkan Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah, no. 2504)
5. Sesungguhnya menjenguk orang sakit adalah salah satu dari jalan surga. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Siapa di antara kalian yang berpuasa di pagi ini?"
Abu Bakar menjawab, "Saya."
Beliau bertanya, "Siapa di antara kalian yang sudah menjenguk orang sakit hari ini?"
Abu Bakar menjawab, "Saya."
Beliau bertanya lagi, "Siapa di antara kalian yang telah menghadiri jenazah di pagi ini?"
Abu Bakar menjawab, "Saya."
Beliau bertanya lagi, "Siapa di antara kalian yang telah memberi makan orang miskin di pagi ini?
Abu Bakar menjawab, "Saya".
Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Tidaklah semua ini terkumpul dalam diri seseorang ekcuali pasti ia masuk surga." (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah, no. 88)
Penutup
Sesungguhnya kita tidak tahu amal kita mana yang menjadi sebab utama datangnya rahmat bagi diri kita. Berapa banyak rahmat Allah dilimpahkan kepada seseorang karena amal-amal kecil yang dilaziminya. Karena itulah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Janganlah engkau remehkan kebaikan sekecil apapun itu, walau engkau bertemu saudaramu dengan wajah yang berbinar (menyenangkan)." (HR. Muslim dari Abu Dzar Radhiyallahu 'Anhu)
Semoga tulisan ini menyemangati kita untuk menghidupkan akhlak mulia ini (menjenguk orang sakit) yang banyak diremehkan orang. Berusaha ikhlas dan berharap pahala dari Allah serta apa yang dijanjikan-Nya melalui lisan Nabi-Nya. Karena ikhlash adalah syarat diterimanya amal kebaikan seseorang dan menjadi penyempurna dari apa yang dilakukan. Semoga Allah meringankan langkah kita dalam menghidupkan sunnah Nabi-Nya dan merahmati kita dalam menggapai ridha dan surga-Nya. Wallahu T'ala a'lam. Read More..
Menjenguk orang sakit bagian dari adab Islam yang mulia. Dia bagian dari rahmat yang dengannya Islam datang dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam diutus.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS. Al-Anbiya': 107)
Rahmat Islam ini mencakup semua sisi kehidupan, di antaranya rahmat Islam terhadap orang-orang lemah dan sakit. Karena orang sakit sedang merasakan penderitaan dan menahan rasa sakit yang menyerangnya. Oleh sebab itu, ia lebih membutuhkan perhatian dan bantuan dari sesamanya, serta hiburan dan motifasi untuk menguatkannya. Karena itulah Islam memberikan perhatian besar terhadap akhlak mulia ini melalui lisan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
أَطْعِمُوا الْجَائِعَ وَعُودُوا الْمَرِيضَ وَفُكُّوا الْعَانِيَ
"Berilah makan oleh kalian orang yang lapar, jenguklah orang sakit, dan bebaskan tawanan (muslim)." (HR. Al-Bukhari Dari Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu 'Anhu)
Dituturkan oleh al-Bara' bin Azib Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan kepada kami dengan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara: Beliau memerintahkan kami agar menjenguk orang sakit. . ." (Muttafaq 'alaih)
Bahkan perhatian Islam terhadap akhlak mulia ini sampai menjadikannya sebagai bagian dari hak persaudaraan se-Islam. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ رَدُّ السَّلَامِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ
"Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
خَمْسٌ تَجِبُ لِلْمُسْلِمِ عَلَى أَخِيهِ رَدُّ السَّلَامِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ
"Lima perkara yang wajib ditunaikan seorang muslim terhadap saudara (muslim)-nya: Menjawab salam, mendoakan yang bersin, memenuhi undangan, menjenguk orang sakit, dan mengantar jenazah." (HR. Muslim)
Tidak cukup menganjurkan kaum muslimin untuk menjenguk orang sakit, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam sendiri memberi teladan langsung. Beliau menjenguk orang skait, menghiburnya, mendoakannya, dan meringankan beban-bebannya. Utsman bin Affan Radhiyallahu 'Anhu berkata: "Demi Allah, sesungguhnya kami sering menemani Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam safar maupun muqim. Adalah beliau menjenguk yang sakit di antara kami, mengantarkan jenazah kami, berperang bersama kami, dan membantu kami dengan yang sedikti dan banyak." (HR. Ahmad)
Terdapat banyak riwayat, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjenguk sebagian sahabatnya saat mereka sakit. Ada juga keterangan dalam Shahih al-Bukhari, beliau pernah menjenguk seorang anak Yahudi yang masih kecil, lalu mengajaknya masuk Islam sehingga ia menjadi Muslim. Sepantasnya kaum muslimin berakhlak dengan akhlak yang agung ini, terlebih lagi para tokoh, pejabat dan orang besarnya. Sesungguhnya menjenguk orang sakit walaupun ia rakyat jelata bukan tindakan tercela yang menurunkan wibawa. Telah ada contoh dari ulama salaf kita, mereka sangat memperhatikan urusan menjenguk orang sakit. Maka apabila mereka tidak melihat seseorang, mereka menanyakannya, dan jika ia sakit, maka segeralah mereka menjenguknya.
Keutamaan Menjenguk Orang Sakit
Pada diri orang sakit terdapat keutamaan dan kemuliaan bagi orang yang menjenguknya berdasarkan kabar berita dari baginda Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang diutus menjadi rahmat bagi semesta alam. Allah telah janjikan pahala yang banyak dan ganjaran yang besar bagi orang yang menjenguk orang sakit. Di antara dalil-dalil yang menunjukkan:
1. Dari Tsauban Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ
"Siapa yang menjenguk orang sakit, ia berada dalam kebun surga sehingga dia kembali." (HR. Muslim dan Ahmad. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami' no. 6389) tentang maksud kebun surga di sini adalah buah-buahannya.
2. Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلَّا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ
"Tidaklah seorang muslim yang menjenguk muslim lainnya di pagi hari kecuali ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga sore hari. Dan jika menjenguknya di sore hari, ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya hingga pagi, dan baginya satu kebun di surga." (HR. al-Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Tirmidzi)
3. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ عَادَ مَرِيضًا نَادَى مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنْ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا
"Siapa yang menjenguk orang sakit, maka ada seorang yang berseru dari langit: kamu adalah orang baik, dan langkahmu juga baik dan engkau berhak menempati satu tempat di surga." (HR. Ibnu Majah, al-Tirmidzi, dan ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam al-Misykah no. 5015. Ibnu Hibbad juga menshahihkannya sebagaimana yang disebutkan Ibnul Hajar dalam Al-Fath)
4. Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ يَخُوضُ فِي الرَّحْمَةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ اغْتَمَسَ فِيهَا
"Siapa yang mejenguk orang sakit, ia terus dalam naungan rahmat sehingga duduk. Maka apabila ia duduk, ia tenggelam ke dalamnya." (HR. Ahmad. Dishahihkan Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah, no. 2504)
5. Sesungguhnya menjenguk orang sakit adalah salah satu dari jalan surga. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Siapa di antara kalian yang berpuasa di pagi ini?"
Abu Bakar menjawab, "Saya."
Beliau bertanya, "Siapa di antara kalian yang sudah menjenguk orang sakit hari ini?"
Abu Bakar menjawab, "Saya."
Beliau bertanya lagi, "Siapa di antara kalian yang telah menghadiri jenazah di pagi ini?"
Abu Bakar menjawab, "Saya."
Beliau bertanya lagi, "Siapa di antara kalian yang telah memberi makan orang miskin di pagi ini?
Abu Bakar menjawab, "Saya".
Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Tidaklah semua ini terkumpul dalam diri seseorang ekcuali pasti ia masuk surga." (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah, no. 88)
Penutup
Sesungguhnya kita tidak tahu amal kita mana yang menjadi sebab utama datangnya rahmat bagi diri kita. Berapa banyak rahmat Allah dilimpahkan kepada seseorang karena amal-amal kecil yang dilaziminya. Karena itulah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Janganlah engkau remehkan kebaikan sekecil apapun itu, walau engkau bertemu saudaramu dengan wajah yang berbinar (menyenangkan)." (HR. Muslim dari Abu Dzar Radhiyallahu 'Anhu)
Semoga tulisan ini menyemangati kita untuk menghidupkan akhlak mulia ini (menjenguk orang sakit) yang banyak diremehkan orang. Berusaha ikhlas dan berharap pahala dari Allah serta apa yang dijanjikan-Nya melalui lisan Nabi-Nya. Karena ikhlash adalah syarat diterimanya amal kebaikan seseorang dan menjadi penyempurna dari apa yang dilakukan. Semoga Allah meringankan langkah kita dalam menghidupkan sunnah Nabi-Nya dan merahmati kita dalam menggapai ridha dan surga-Nya. Wallahu T'ala a'lam. Read More..
Kamis, 14 April 2011
Kemewahan Tidak Selalunya Menyenangkan Dan Mendamaikan
Banyak manusia mengartikan bahwa kebahagiaan hidup akan terasa sangat sempurna saat kelezatan kemewahan itu sudah berada digenggaman. Ketika kemewahan hadir,maka kekayaan, kehormatan, dan kesenangan pun menglingkari hari-harinya. Ya, memang begitulah sifat manusia yang pasti menginginkan segalanya tercukupi, segalanya serba tersedia dan lengkap untuknya.
Namun sayangnya, banyak diantara mereka yang menghabiskan hari -harinya dengan begitu saja hanya untuk berpeluh demi menggapai semua itu. Bahkan ada yang sampai menghalalkan segala cara demi mengumpulkan harta atas rujukan gengsi dan nafsu mereka. Perlombaan mereka sungguh hebat dan dahsyat mulai dari yang menggelikan hingga yang begitu mengerikannya. Bahkan kemewahan hidup bisa menggiring manusia bertingkah polah lebih hina daripada hewan.
Sebuah kemewahan nyatanya menjadi magnet yang sangat ampuh dalam memberikan godaan dan melalaikan. Salah satunya adalah lewat penghormatan. Kemewahan memberikan mereka citra dan kebanggan tersendiri bagi para pemiliknya. Orangpun akan dianggap memandang segan kepadanya. Namun beberapa manusia tidak menyadari, betapa semunya semua itu. Penghormatan yang mereka dapatpun akan segera hilang seiring dengan terkikisnya kemewahan hidup mereka. Ketika diri tak lagi memiliki apapun, maka siapa yang akan memandang dan mengagungkannya. Sungguh sangat menyedihkan sekali.
Kemewahan telah menghipnotis mereka dalam tidur lelap diatas kasur yang empuk dan nyamannya ruangan, sehingga sholat malam merekapun berlalu begitu saja. Atau malah sebaliknya, kemewahan telah mencuri waktu berharga dalam istirahat mereka lewat insomnia. Mereka kesulitan bahkan untuk hanya sekedar tidur gara-gara takut kekayaannya diambil dicuri.
Kemewahan telah mengisolasi mereka dalam tingginya pagar rumah dan sempitnya hati, sehingga mereka merasa sudah sangat cukup dengan diri sendiri dan melupakan silaturahmi. Kasihan sekali, karena faktanya mereka adalah sendiri, dan hanya sendiri. Hanya ditemani harta mereka yang hanya sebuah benda mati.
Kemewahan telah menghabiskan investasi yang begitu berharga dalam hidupnya, waktu. Karena kemauan nafsu untuk terus mengumpulkan harta, maka jatah umur merekapun habis tanpa mereka menyadarinya. Waktu, sesuatu yang jika telah pergi tak akan pernah bisa kembali, dan sangat disayangkan ketika mereka sadar di akhir usia bahwa mereka telah menukar sikap mereka tersebut dengan sesuatu yang justru sangat lebih berharga dari kemewahan yang mereka perjuangkan. Kebersamaan, sikap rendah hati, dan kasih sayang nyatanya tidak terbeli oleh harta mereka.
Lalu mengapa kita lalu tidak mengubah pola pikir kita bahwa kekayaan adalah bukan segala-galanya.Mendewakan duniawi dan sebagainya hanyalah menjadikan kita budak. Ya, budak atas nafsu dan keinginan yang tidak akan pernah ada batasnya.Ketika manusia sudah dapat memenuhi sebuah jurang dengan kekayaannya, maka pasti mereka akan menginginkan jurang yang lain untuk terisi dengan hal yang sama.
Maka kesyukuran menjadikan kita pribadi yang bijak dalam keadaan kita bergelimang kemewahan atau kekurangan sekalipun. Ketika kita memiliki mobil,kita sangat bersyukur dibanding melihat yang berpanas-panas naik motor.Ketika naik motor kita bersyukur dibanding orang yang berpeluh karena mengayuh sepeda,Ketika naik sepeda kita bersyukur daripada orang yang berjalan kaki.Ketika berjalan kaki,kita bersyukur daripada melihat orang yang naik kursi roda dan didorong oleh seseorang dibelakangnya.hmmm..itulah hidup.
Memang segala- galanya butuh uang, tapi uang bukanlah segala-galanya. Dan ternyata banyak hal didunia ini justru terlalu banyak hal yang tidak bisa dibeli walaupun kita bergelimang kemewahan. Dan ternyata juga, kesyukuran atas apapun yang Allah berikan kepada kita menjadikan kita sangat tercukupi dan damai. Jangan berfikir bahwa hedonisme itu buruk dan anti hedonisme itu yang terbaik. Ada kalanya hedonisme itu menyenangkan,tetapi lebih menyenangkan lagi jika kita dapat mensyukuri karunia NYA dan dapat hidup sederhana nisacaya hal itu yang akan lebih kekal. Kehidupan hedonisme terkadang sangat mengenakkan untuk beberapa saat,tapi yakinlah hal itu takkan berlangsung lama.
sumber www.voa-islam.com Read More..
Namun sayangnya, banyak diantara mereka yang menghabiskan hari -harinya dengan begitu saja hanya untuk berpeluh demi menggapai semua itu. Bahkan ada yang sampai menghalalkan segala cara demi mengumpulkan harta atas rujukan gengsi dan nafsu mereka. Perlombaan mereka sungguh hebat dan dahsyat mulai dari yang menggelikan hingga yang begitu mengerikannya. Bahkan kemewahan hidup bisa menggiring manusia bertingkah polah lebih hina daripada hewan.
Sebuah kemewahan nyatanya menjadi magnet yang sangat ampuh dalam memberikan godaan dan melalaikan. Salah satunya adalah lewat penghormatan. Kemewahan memberikan mereka citra dan kebanggan tersendiri bagi para pemiliknya. Orangpun akan dianggap memandang segan kepadanya. Namun beberapa manusia tidak menyadari, betapa semunya semua itu. Penghormatan yang mereka dapatpun akan segera hilang seiring dengan terkikisnya kemewahan hidup mereka. Ketika diri tak lagi memiliki apapun, maka siapa yang akan memandang dan mengagungkannya. Sungguh sangat menyedihkan sekali.
Kemewahan telah menghipnotis mereka dalam tidur lelap diatas kasur yang empuk dan nyamannya ruangan, sehingga sholat malam merekapun berlalu begitu saja. Atau malah sebaliknya, kemewahan telah mencuri waktu berharga dalam istirahat mereka lewat insomnia. Mereka kesulitan bahkan untuk hanya sekedar tidur gara-gara takut kekayaannya diambil dicuri.
Kemewahan telah mengisolasi mereka dalam tingginya pagar rumah dan sempitnya hati, sehingga mereka merasa sudah sangat cukup dengan diri sendiri dan melupakan silaturahmi. Kasihan sekali, karena faktanya mereka adalah sendiri, dan hanya sendiri. Hanya ditemani harta mereka yang hanya sebuah benda mati.
Kemewahan telah menghabiskan investasi yang begitu berharga dalam hidupnya, waktu. Karena kemauan nafsu untuk terus mengumpulkan harta, maka jatah umur merekapun habis tanpa mereka menyadarinya. Waktu, sesuatu yang jika telah pergi tak akan pernah bisa kembali, dan sangat disayangkan ketika mereka sadar di akhir usia bahwa mereka telah menukar sikap mereka tersebut dengan sesuatu yang justru sangat lebih berharga dari kemewahan yang mereka perjuangkan. Kebersamaan, sikap rendah hati, dan kasih sayang nyatanya tidak terbeli oleh harta mereka.
Lalu mengapa kita lalu tidak mengubah pola pikir kita bahwa kekayaan adalah bukan segala-galanya.Mendewakan duniawi dan sebagainya hanyalah menjadikan kita budak. Ya, budak atas nafsu dan keinginan yang tidak akan pernah ada batasnya.Ketika manusia sudah dapat memenuhi sebuah jurang dengan kekayaannya, maka pasti mereka akan menginginkan jurang yang lain untuk terisi dengan hal yang sama.
Maka kesyukuran menjadikan kita pribadi yang bijak dalam keadaan kita bergelimang kemewahan atau kekurangan sekalipun. Ketika kita memiliki mobil,kita sangat bersyukur dibanding melihat yang berpanas-panas naik motor.Ketika naik motor kita bersyukur dibanding orang yang berpeluh karena mengayuh sepeda,Ketika naik sepeda kita bersyukur daripada orang yang berjalan kaki.Ketika berjalan kaki,kita bersyukur daripada melihat orang yang naik kursi roda dan didorong oleh seseorang dibelakangnya.hmmm..itulah hidup.
Memang segala- galanya butuh uang, tapi uang bukanlah segala-galanya. Dan ternyata banyak hal didunia ini justru terlalu banyak hal yang tidak bisa dibeli walaupun kita bergelimang kemewahan. Dan ternyata juga, kesyukuran atas apapun yang Allah berikan kepada kita menjadikan kita sangat tercukupi dan damai. Jangan berfikir bahwa hedonisme itu buruk dan anti hedonisme itu yang terbaik. Ada kalanya hedonisme itu menyenangkan,tetapi lebih menyenangkan lagi jika kita dapat mensyukuri karunia NYA dan dapat hidup sederhana nisacaya hal itu yang akan lebih kekal. Kehidupan hedonisme terkadang sangat mengenakkan untuk beberapa saat,tapi yakinlah hal itu takkan berlangsung lama.
sumber www.voa-islam.com Read More..
Label:
Sosial
Kamis, 07 April 2011
Agar Anak Remaja Anda Tidak Salah Mencari Teman
Masa remaja dikenal sebagai masa peralihan yang membuat anak menjadi labil. Pada usia ini anak sangat rentan dengan kenakalan remaja, tapi sebenarnya orangtua bisa membantu remaja agar tak salah mencari teman.
Teman sebaya sangat berpengaruh pada kehidupan remaja. Seorang teman secara signifikan dapat mempengaruhi performa akademis, kecenderungan untuk mengambil risiko dan menjalankan kehidupan secara keseluruhan. Itu sebabnya, teman yang baik juga bisa membuat remaja tumbuh dengan baik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja lebih cenderung memiliki teman yang baik bila dibesarkan dalam keluarga yang hangat dan tinggal di lingkungan yang berkualitas, seperti dilansir Physorg.com.
Pemantauan dan pengawasan orangtua juga terkait dengan cara remaja memilih teman, meski hal ini tidak konsisten.
Penelitian lain menunjukkan bahwa ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orangtua agar anaknya yang tumbuh remaja tidak salah mencari teman, seperti dilansir eckerdacademy.org, yaitu sebagai berikut:
1. Bersifat terbuka dan hangat dengan remaja
Langkah ini sering terjadi sebelum seorang anak memasuki masa remaja, tapi sering terlewatkan justru ketika anak memasuki masa-masa yang labil. Remaja yang menikmati hubungan yang sehat dan terbuka dengan orangtua lebih kecil kemungkinannya untuk terlibat dalam aktivitas nakal dan lebih mungkin untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti klub olahraga.
Hubungan orangtua dan remaja yang baik dapat digambarkan dengan berpartisipasi dalam kegiatan bersama, sering berkomunikasi dan mengungkapkan kasih sayang satu sama lain.
2. Menyediakan waktu untuk mengenal teman anak remaja Anda
Ketika orang tua berusaha untuk menjadi akrab dengan teman-teman anaknya, anak cenderung memilih teman-teman dengan karakteristik lebih pro-sosial, seperti ramah dan bersikap baik.
3. Ajarkan remaja perilaku adaptif
Anak-anak yang orangtuanya menekankan perilaku yang baik dan sopan santun dalam situasi sosial cenderung memilih teman-teman dengan pola perilaku yang sama. Itu karena mereka belajar untuk melihat sifat ini sebagai hal yang positif.
Ajarkan anak-anak untuk mengidentifikasi dan menghargai perilaku positif dalam diri orang lain juga membantu mereka untuk memilih teman dengan pola perilaku lebih yang diinginkan. Read More..
Teman sebaya sangat berpengaruh pada kehidupan remaja. Seorang teman secara signifikan dapat mempengaruhi performa akademis, kecenderungan untuk mengambil risiko dan menjalankan kehidupan secara keseluruhan. Itu sebabnya, teman yang baik juga bisa membuat remaja tumbuh dengan baik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja lebih cenderung memiliki teman yang baik bila dibesarkan dalam keluarga yang hangat dan tinggal di lingkungan yang berkualitas, seperti dilansir Physorg.com.
Pemantauan dan pengawasan orangtua juga terkait dengan cara remaja memilih teman, meski hal ini tidak konsisten.
Penelitian lain menunjukkan bahwa ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orangtua agar anaknya yang tumbuh remaja tidak salah mencari teman, seperti dilansir eckerdacademy.org, yaitu sebagai berikut:
1. Bersifat terbuka dan hangat dengan remaja
Langkah ini sering terjadi sebelum seorang anak memasuki masa remaja, tapi sering terlewatkan justru ketika anak memasuki masa-masa yang labil. Remaja yang menikmati hubungan yang sehat dan terbuka dengan orangtua lebih kecil kemungkinannya untuk terlibat dalam aktivitas nakal dan lebih mungkin untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti klub olahraga.
Hubungan orangtua dan remaja yang baik dapat digambarkan dengan berpartisipasi dalam kegiatan bersama, sering berkomunikasi dan mengungkapkan kasih sayang satu sama lain.
2. Menyediakan waktu untuk mengenal teman anak remaja Anda
Ketika orang tua berusaha untuk menjadi akrab dengan teman-teman anaknya, anak cenderung memilih teman-teman dengan karakteristik lebih pro-sosial, seperti ramah dan bersikap baik.
3. Ajarkan remaja perilaku adaptif
Anak-anak yang orangtuanya menekankan perilaku yang baik dan sopan santun dalam situasi sosial cenderung memilih teman-teman dengan pola perilaku yang sama. Itu karena mereka belajar untuk melihat sifat ini sebagai hal yang positif.
Ajarkan anak-anak untuk mengidentifikasi dan menghargai perilaku positif dalam diri orang lain juga membantu mereka untuk memilih teman dengan pola perilaku lebih yang diinginkan. Read More..
Label:
Pendidikan,
Sosial
Senin, 24 Januari 2011
Penarik Becak Siap menyumbang Rp.1 Trilyun Perbulan untuk Gaji Presiden dengan 5 Syarat
SOLO (voa-islam.com) – Rakyat miskin dan tukang becak prihatin dengan curhat gaji Presiden. Sebagai bentuk sindiran, mereka siap patungan menyumbangkan penghasilan becaknya untuk menaikkan gaji Presiden menjadi 1 trilyun perbulan. Tapi dengan 5 syarat.
Curhat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ‘mengeluhkan’ gajinya tidak naik selama tujuh tahun terakhir, mendapat ‘sambutan’ meriah di mana-mana. Di Solo, bahkan ada sekelompok orang yang menamakan diri “Pendukung Kenaikan Gaji Presiden.”
Puluhan orang ini melakukan aksi damai mendukung gaji presiden dinaikkan menjadi Rp 1 triliun per bulan di Bundaran Gladag, Solo, Jawa Tengah, Senin (24/1/2011). Uniknya, sebagian besar dari massa aksi adalah para tukang becak yang dalam sepanjang aksinya memarkir becaknya dengan rapi di pinggir Jalan Slamet Riyadi, tak jauh dari lokasi aksi.
Massa tukang becak ini mengaku jengah atas curhat presiden soal gajinya yang tidak pernah naik. Menurut mereka, curhat itu sama sekali tidak mempertimbangkan rasa keadilan di saat banyak rakyat yang masih menderita karena berbagai persoalan yang menimpa, justru memimpin negara mempersoalkan gajinya.
Sebagai sindiran yang menohok, kelompok tersebut justru memberikan dukungan agar gaji presiden dinaikkan menjadi Rp 1 triliun per bulan. Namun sebagai syaratnya, SBY harus memenuhi lima syarat yang diajukan.
Kelima syarat itu adalah mampu membebaskan Indonesia pengangguran, menjamin Indonesia bebas dari konflik dengan latar belakang apapun, mampu mewujudkan Indonesia swasembada pangan, mampu memberantas mafia hukum, dan mampu menyelesaikan semua persoalan seperti kasus Century dan BLBI.
“Jika semua syarat itu dapat dipenuhi maka kami mendukung sepenuhnya gaji presiden naik menjadi Rp 1 triliun per bulan. Tapi jika tanpa prestasi dan bahkan gagal menjalankan amanat rakyat, sama sekali tidak masuk akal jika presiden mengeluhkan gajinya,” ujar Bambang Saptono berapi-api.
Sentilan dalam aksi itu menarik perhatian pengguna jalan, lantaran Bambang Saptono berdialog interaktif bersama puluhan pengemudi becak.
“Apakah saudara-saudara bersedia jika gaji Presiden satu triliun rupiah per bulan?” tanya Bambang.
“Bersedia,” jawab para tukang becak.
“Uangnya dari mana?’ tanya lagi Bambang.
“Dari Gayus,” teriak tukang becak.
“Terus rakyat makan apa?,” lanjut Bambang.
“Makan tikus,” jawab mereka.
Sementara itu, orator lainnya, Joni, menyindir curhat gaji Presiden SBY dengan orasi “Kami Sayang Pak SBY.” Joni menyatakan setuju kenaikan gaji SBY menjadi 1 trilyun, bahkan ia rela jika harus iuran untuk nomboki gaji presiden.
“Kalau tidak dari kami, uangnya bisa dari Gayus atau utang luar negeri, silakan kami sangat setuju,” sindir Joni. “Kami cinta dengan presiden kami. Kami sayang dengan Pak SBY,” kata Joni kepada rekan-rekannya sesama tukang becak. “Rp 1 triliun pun kami sangat setuju. Kenapa, karena kami sayang dengan Pak SBY,” tambahnya.
Gaji presiden Rp 63 juta per bulan dan dana taktis Rp 2 miliar per bulan, menurut para tukang becak, sudah lebih dari cukup. Jika dibandingkan dengan penghasilan Joni dkk, uang itu sudah berlipat ratusan kali. Maka ia menilai seorang presiden kurang pantas curhat mengenai gaji di saat rakyat tengah dilanda kesulitan ekonomi.
Sejumlah poster dan spanduk bertuliskan kecaman dan sindiran dibawa oleh massa aksi. Di antaranya “Rakyat makan tikus, Pejabat makin rakus”, “Katanya berjuang, Kok mikir uang”, “Awak Gede Gaji Gede” (badan besar gaji besar), “Gajinya 1 Triliun, Presiden Malah Pikun”, “bohong=nyolong”, dan lain-lainnya.
Aksi jalanan para tukang becak tersebut penuh dengan gelak tawa karena banyak peserta aksi yang mengekspresikan sikapnya dengan cara masing-masing. Bahkan ada yang mengaku kurang mengetahui orasi-orasi yang disampaikan temannya.
“Pokoknya kita dukung saja kalau Pak Presiden minta kenaikan gaji. Saya tidak tahu gajinya sekarang berapa, yang penting dinaikkan saja. Siapa tahu nanti setelah gajinya naik, Pak Presiden pengin naik becak saya lalu memberikan bayaran yang besar juga,” ujar seorang peserta aksi.
Koordinator aksi, Bambang Saptono, menilai aksi ini merupakan bentuk apatisme masyarakat mengenai ulah para pemimpin. “Mereka tidak melihat rakyatnya sengsara, mati kelaparan dan keracunan makan,” katanya.
Ia berharap presiden dan para pemimpin bangsa tidak terlalu berpikir mengenai gaji, karena menurutnya, para pejabat sudah berkecukupan dalam kebutuhan sehari-hari. “Presiden kan jabatan terhormat, jadi saru dan tidak pantas jika mengeluh tidak pernah naik gaji,” pungkasnya. [silum/dtk]
Read More..
Curhat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ‘mengeluhkan’ gajinya tidak naik selama tujuh tahun terakhir, mendapat ‘sambutan’ meriah di mana-mana. Di Solo, bahkan ada sekelompok orang yang menamakan diri “Pendukung Kenaikan Gaji Presiden.”
Puluhan orang ini melakukan aksi damai mendukung gaji presiden dinaikkan menjadi Rp 1 triliun per bulan di Bundaran Gladag, Solo, Jawa Tengah, Senin (24/1/2011). Uniknya, sebagian besar dari massa aksi adalah para tukang becak yang dalam sepanjang aksinya memarkir becaknya dengan rapi di pinggir Jalan Slamet Riyadi, tak jauh dari lokasi aksi.
Massa tukang becak ini mengaku jengah atas curhat presiden soal gajinya yang tidak pernah naik. Menurut mereka, curhat itu sama sekali tidak mempertimbangkan rasa keadilan di saat banyak rakyat yang masih menderita karena berbagai persoalan yang menimpa, justru memimpin negara mempersoalkan gajinya.
Sebagai sindiran yang menohok, kelompok tersebut justru memberikan dukungan agar gaji presiden dinaikkan menjadi Rp 1 triliun per bulan. Namun sebagai syaratnya, SBY harus memenuhi lima syarat yang diajukan.
Kelima syarat itu adalah mampu membebaskan Indonesia pengangguran, menjamin Indonesia bebas dari konflik dengan latar belakang apapun, mampu mewujudkan Indonesia swasembada pangan, mampu memberantas mafia hukum, dan mampu menyelesaikan semua persoalan seperti kasus Century dan BLBI.
“Jika semua syarat itu dapat dipenuhi maka kami mendukung sepenuhnya gaji presiden naik menjadi Rp 1 triliun per bulan. Tapi jika tanpa prestasi dan bahkan gagal menjalankan amanat rakyat, sama sekali tidak masuk akal jika presiden mengeluhkan gajinya,” ujar Bambang Saptono berapi-api.
Sentilan dalam aksi itu menarik perhatian pengguna jalan, lantaran Bambang Saptono berdialog interaktif bersama puluhan pengemudi becak.
“Apakah saudara-saudara bersedia jika gaji Presiden satu triliun rupiah per bulan?” tanya Bambang.
“Bersedia,” jawab para tukang becak.
“Uangnya dari mana?’ tanya lagi Bambang.
“Dari Gayus,” teriak tukang becak.
“Terus rakyat makan apa?,” lanjut Bambang.
“Makan tikus,” jawab mereka.
Sementara itu, orator lainnya, Joni, menyindir curhat gaji Presiden SBY dengan orasi “Kami Sayang Pak SBY.” Joni menyatakan setuju kenaikan gaji SBY menjadi 1 trilyun, bahkan ia rela jika harus iuran untuk nomboki gaji presiden.
“Kalau tidak dari kami, uangnya bisa dari Gayus atau utang luar negeri, silakan kami sangat setuju,” sindir Joni. “Kami cinta dengan presiden kami. Kami sayang dengan Pak SBY,” kata Joni kepada rekan-rekannya sesama tukang becak. “Rp 1 triliun pun kami sangat setuju. Kenapa, karena kami sayang dengan Pak SBY,” tambahnya.
Gaji presiden Rp 63 juta per bulan dan dana taktis Rp 2 miliar per bulan, menurut para tukang becak, sudah lebih dari cukup. Jika dibandingkan dengan penghasilan Joni dkk, uang itu sudah berlipat ratusan kali. Maka ia menilai seorang presiden kurang pantas curhat mengenai gaji di saat rakyat tengah dilanda kesulitan ekonomi.
Sejumlah poster dan spanduk bertuliskan kecaman dan sindiran dibawa oleh massa aksi. Di antaranya “Rakyat makan tikus, Pejabat makin rakus”, “Katanya berjuang, Kok mikir uang”, “Awak Gede Gaji Gede” (badan besar gaji besar), “Gajinya 1 Triliun, Presiden Malah Pikun”, “bohong=nyolong”, dan lain-lainnya.
Aksi jalanan para tukang becak tersebut penuh dengan gelak tawa karena banyak peserta aksi yang mengekspresikan sikapnya dengan cara masing-masing. Bahkan ada yang mengaku kurang mengetahui orasi-orasi yang disampaikan temannya.
“Pokoknya kita dukung saja kalau Pak Presiden minta kenaikan gaji. Saya tidak tahu gajinya sekarang berapa, yang penting dinaikkan saja. Siapa tahu nanti setelah gajinya naik, Pak Presiden pengin naik becak saya lalu memberikan bayaran yang besar juga,” ujar seorang peserta aksi.
Koordinator aksi, Bambang Saptono, menilai aksi ini merupakan bentuk apatisme masyarakat mengenai ulah para pemimpin. “Mereka tidak melihat rakyatnya sengsara, mati kelaparan dan keracunan makan,” katanya.
Ia berharap presiden dan para pemimpin bangsa tidak terlalu berpikir mengenai gaji, karena menurutnya, para pejabat sudah berkecukupan dalam kebutuhan sehari-hari. “Presiden kan jabatan terhormat, jadi saru dan tidak pantas jika mengeluh tidak pernah naik gaji,” pungkasnya. [silum/dtk]
Read More..
Label:
Sosial
Minggu, 23 Januari 2011
SBY Keluhkan Gaji, Rakyat Siapkan Gerakan Koin untuk Gaji Presiden SBY
JAKARTA (voa-islam.com) – Keluhan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal gajinya yang tak pernah naik selama tujuh tahun disambut dengan gerakan pengumpulan koin untuk menaikkan gaji presiden. Benarkah?
Bak gayung bersambut. Keluhan soal gaji presiden yang tidak naik selama 7 tahun menuai bermacam reaksi dari publik. Selain kritik tajam dari para politisi dan pakar komunikasi, keluhan SBY ditanggapi lain oleh rakyat di jagat maya.
Para facebooker memahami pernyataan Presiden SBY sebagai ungkapan minta naik gaji, sehingga di situs jejaring pertemanan Facebook muncul berbagai gerakan moral untuk mengumpulkan koin yang akan disumbangkan untuk menaikkan gaji presiden. Salah satunya adalah group “Coin for President” yang dilaunching Defiyan Cori pada hari Jum'at, (21/1/2011). Dalam pesan pertamanya, Devian menyatakan, group itu dibuat sebagai ‘solidaritas’ terhadap keluhan Presiden SBY soal gajinya yang belum pernah naik dalam kurun waktu 7 tahun.
"Mari bersama-sama kita galang dana untuk membantu Saudara Soesilo Bambang Yudhoyono yang saat ini kebetulan menjadi Presiden RI untuk memenuhi permintaan kenaikan gajinya supaya meningkatkan kesejahteraannya dan keluar dari kemiskinan di tengah rakyat Indonesia yang kaya raya melalui COIN for PRESIDENT!" tulis Defiyan, sang empunya group. "Ya kita kasihan lihat Presiden kekurangan gaji kan," tambahnya.
Selain itu, muncul pula gerakan “Koin Untuk Presiden SBY” di Facebook. Gerakan “Koin Untuk Presiden SBY” ini mengingatkan kita pada “Koin Peduli Prita”. Prita merupakan ibu dua anak, mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang, Banten, gara-gara curhatnya melalui surat elektronik yang menyebar di internet mengenai layanan RS Omni Internasional Alam Sutera.
Jika “Koin Peduli Prita” dibuat untuk membantu Prita yang harus membayar denda Rp204 juta kepada RS Omni. Bagaimana dengan “Koin Untuk Presiden SBY”? Kabarnya, gerakan tersebut untuk membantu Presiden SBY yang mengeluh gajinya tidak naik selama tujuh tahun.
Aksi serupa juga muncul di Blackberry Messenger (BBM) dengan nama gerakan “Sayang SBY” dengan mengumpulkan Koin Rp100 untuk membantu keluh kesah SBY soal gajinya yang belum naik selama tujuh tahun.
“Senin Tgl 24 Januari 2011 Tempat Bundaran Hotel Indonesia. sebagai warga negara kita yang dipilih rakyat sedang mengalami kesusahan. Saatnya kita sebagai rakyat membantu kesulitan beliau dengan menyumbangkan koin cinta SBY Rp 100,” katanya di BBM.
Meski gerakan koin untuk menaikkan gaji presiden ini sangat marak, namun tak jelas apakah ini sungguhan atau sekedar bentuk sindiran dari masyarakat melalui sejumlah situs jejaring sosial.
Sekadar diketahui, gaji SBY sesuai dengan Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara dan Lembaga Kepresidenan (RKAKL) 2006 sekira Rp 62 juta dan dana taktis mencapai Rp2 miliar.
Seperti diberitakan voa-islam sebelumnya, dalam pidato penutupan Rapim TNI/Polri 2011 di Jakarta, Jumat (21/1/2011), Presiden SBY curhat soal gajinya yang tak kunjung naik dalam kurun waktu tujuh tahun. “Sampaikan, ini tahun ketujuh, gaji presiden belum naik. Tapi saya ingin semua dapat kelayakan gaji,” ujarnya.
Curhat Presiden itu cukup mengagetkan, karena menurut majalah bergengsi asal Inggris, The Economist, gaji presiden di Indonesia adalah gaji dengan kesenjangan tertinggi ketiga dari 22 negara yang disurvei tahun lalu. Dibandingkan gaji pemimpin negara lain, besarnya gaji presiden di Indonesia lebih tinggi 12 kali dari gaji PM Cina dan lebih tinggi 30 kali dari gaji PM India. [silum/dbs] Read More..
Bak gayung bersambut. Keluhan soal gaji presiden yang tidak naik selama 7 tahun menuai bermacam reaksi dari publik. Selain kritik tajam dari para politisi dan pakar komunikasi, keluhan SBY ditanggapi lain oleh rakyat di jagat maya.
Para facebooker memahami pernyataan Presiden SBY sebagai ungkapan minta naik gaji, sehingga di situs jejaring pertemanan Facebook muncul berbagai gerakan moral untuk mengumpulkan koin yang akan disumbangkan untuk menaikkan gaji presiden. Salah satunya adalah group “Coin for President” yang dilaunching Defiyan Cori pada hari Jum'at, (21/1/2011). Dalam pesan pertamanya, Devian menyatakan, group itu dibuat sebagai ‘solidaritas’ terhadap keluhan Presiden SBY soal gajinya yang belum pernah naik dalam kurun waktu 7 tahun.
"Mari bersama-sama kita galang dana untuk membantu Saudara Soesilo Bambang Yudhoyono yang saat ini kebetulan menjadi Presiden RI untuk memenuhi permintaan kenaikan gajinya supaya meningkatkan kesejahteraannya dan keluar dari kemiskinan di tengah rakyat Indonesia yang kaya raya melalui COIN for PRESIDENT!" tulis Defiyan, sang empunya group. "Ya kita kasihan lihat Presiden kekurangan gaji kan," tambahnya.
Selain itu, muncul pula gerakan “Koin Untuk Presiden SBY” di Facebook. Gerakan “Koin Untuk Presiden SBY” ini mengingatkan kita pada “Koin Peduli Prita”. Prita merupakan ibu dua anak, mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang, Banten, gara-gara curhatnya melalui surat elektronik yang menyebar di internet mengenai layanan RS Omni Internasional Alam Sutera.
Jika “Koin Peduli Prita” dibuat untuk membantu Prita yang harus membayar denda Rp204 juta kepada RS Omni. Bagaimana dengan “Koin Untuk Presiden SBY”? Kabarnya, gerakan tersebut untuk membantu Presiden SBY yang mengeluh gajinya tidak naik selama tujuh tahun.
Aksi serupa juga muncul di Blackberry Messenger (BBM) dengan nama gerakan “Sayang SBY” dengan mengumpulkan Koin Rp100 untuk membantu keluh kesah SBY soal gajinya yang belum naik selama tujuh tahun.
“Senin Tgl 24 Januari 2011 Tempat Bundaran Hotel Indonesia. sebagai warga negara kita yang dipilih rakyat sedang mengalami kesusahan. Saatnya kita sebagai rakyat membantu kesulitan beliau dengan menyumbangkan koin cinta SBY Rp 100,” katanya di BBM.
Meski gerakan koin untuk menaikkan gaji presiden ini sangat marak, namun tak jelas apakah ini sungguhan atau sekedar bentuk sindiran dari masyarakat melalui sejumlah situs jejaring sosial.
Sekadar diketahui, gaji SBY sesuai dengan Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara dan Lembaga Kepresidenan (RKAKL) 2006 sekira Rp 62 juta dan dana taktis mencapai Rp2 miliar.
Seperti diberitakan voa-islam sebelumnya, dalam pidato penutupan Rapim TNI/Polri 2011 di Jakarta, Jumat (21/1/2011), Presiden SBY curhat soal gajinya yang tak kunjung naik dalam kurun waktu tujuh tahun. “Sampaikan, ini tahun ketujuh, gaji presiden belum naik. Tapi saya ingin semua dapat kelayakan gaji,” ujarnya.
Curhat Presiden itu cukup mengagetkan, karena menurut majalah bergengsi asal Inggris, The Economist, gaji presiden di Indonesia adalah gaji dengan kesenjangan tertinggi ketiga dari 22 negara yang disurvei tahun lalu. Dibandingkan gaji pemimpin negara lain, besarnya gaji presiden di Indonesia lebih tinggi 12 kali dari gaji PM Cina dan lebih tinggi 30 kali dari gaji PM India. [silum/dbs] Read More..
Label:
Sosial
Rabu, 19 Januari 2011
Anggaran Gedung Baru DPR Setara 21 Ribu Rumah Korban Bencana
Di tengah-tengah kritikan publik, DPR RI tetap bersikeras melanjutkan rencana pembangunan gedung DPR RI baru yang menelan dana senilai Rp 1,31 triliun. Dari dana tersebut, Rp 1,16 triliun digunakan untuk biaya konstruksi dan manajemen. Sementara sisanya digunakan untuk biaya IT, sistem keamanan, dan furnitur.
Urgensi pembangunan gedung baru setinggi 36 tingkat dan seluas 156.586 meter persegi itu dipertanyakan.
Indonesia Budget Center menyatakan, angka Rp 1,3 ini setara dengan:
1. Dana untuk BOS SMP bagi 2,02 juta siswa. Berdasarkan kebijakan BOS Tahun 2010, dana BOS SMP Rp 575.000 per tahun
2. Dana pembangunan 16.000 ruang kegiatan belajar atau kelas baru. Sekitar 16.000 kelas baru ini dapat menampung setidaknya 640.000 siswa (dengan asumsi 1 ruang kelas dapat menampung 40 siswa). Berdasarkan Permendiknas 19/2010, standar biaya 1 ruang kelas baru sekitar Rp 80 juta.
3. Dana bagi 19,5 juta peserta Jamkesmas baru (biaya Jamkesmas saat ini sekitar Rp 66.700 per tahun).
4. Dana untuk membangun 21.000 unit rumah baru di Wasior, Padang, Mentawai, dan Yogyakarta-Jateng. Berdasarkan desain dari Teknik Sipil ITS, biaya pembangunan satu unit rumah baru sekitar Rp 60 juta.
5. Dana untuk menaikkan subsidi pupuk sebesar 8 persen. Subsidi pupuk 2011 sebesar Rp 16,3 triliun, atau turun 11 persen dibandingkan tahun 2010 (Rp 18,4 triliun)
Sumber : ruanghati.com Read More..
Urgensi pembangunan gedung baru setinggi 36 tingkat dan seluas 156.586 meter persegi itu dipertanyakan.
Indonesia Budget Center menyatakan, angka Rp 1,3 ini setara dengan:
1. Dana untuk BOS SMP bagi 2,02 juta siswa. Berdasarkan kebijakan BOS Tahun 2010, dana BOS SMP Rp 575.000 per tahun
2. Dana pembangunan 16.000 ruang kegiatan belajar atau kelas baru. Sekitar 16.000 kelas baru ini dapat menampung setidaknya 640.000 siswa (dengan asumsi 1 ruang kelas dapat menampung 40 siswa). Berdasarkan Permendiknas 19/2010, standar biaya 1 ruang kelas baru sekitar Rp 80 juta.
3. Dana bagi 19,5 juta peserta Jamkesmas baru (biaya Jamkesmas saat ini sekitar Rp 66.700 per tahun).
4. Dana untuk membangun 21.000 unit rumah baru di Wasior, Padang, Mentawai, dan Yogyakarta-Jateng. Berdasarkan desain dari Teknik Sipil ITS, biaya pembangunan satu unit rumah baru sekitar Rp 60 juta.
5. Dana untuk menaikkan subsidi pupuk sebesar 8 persen. Subsidi pupuk 2011 sebesar Rp 16,3 triliun, atau turun 11 persen dibandingkan tahun 2010 (Rp 18,4 triliun)
Sumber : ruanghati.com Read More..
Label:
Sosial
Kamis, 06 Januari 2011
Indonesia Rencana Ngutang Rp 200 Triliun Tahun Ini
JAKARTA. Nafsu berutang pemerintah makin besar. Sayang, kemampuan membelanjakan dan memanfaatkannya makin kendor. Tahun ini misalnya, pemerintah menargetkan penerbitan surat utang negara (SUN) senilai total Rp 200,6 triliun. Selain menambal kekurangan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 senilai Rp 124,7 triliun, penerbitan obligasi negara juga bertujuan menyerap aliran dana asing berjangka pendek (hot money). Maklum, banyak yang memprediksikan, tahun ini dana-dana asing masih mengalir deras ke Tanah Air.
Sebagai perbandingan, tahun 2010, pemerintah menerbitkan obligasi sebanyak Rp 178 triliun. Artinya, target penerbitan tahun ini naik 12,7 persen dibandingkan total penerbitan obligasi negara sepanjang tahun 2010. Pemerintah yakin target ini akan tercapai asalkan kondisi pasar obligasi di Tanah Air sebagus tahun kemarin.Selain merilis di pasar lokal, pemerintah juga akan menerbitkan obligasi global (global bond). Belum jelas berapa jumlah penerbitan obligasi internasional dari porsi penerbitan obligasi negara tahun sekarang.
Tahun lalu, pemerintah menerbitkan surat utang di pasar internasional setara dengan Rp 25 triliun. Dalam pecahan mata uang dollar AS setara sekitar Rp 19 triliun, dan dalam mata uang yen Jepang (samurai bond) setara Rp 6 triliun.
Rahmat Waluyanto, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, menyatakan, penerbitan obligasi di pasar lokal menjadi prioritas ketimbang penerbitan obligasi global. “Ini untuk mengurangi risiko,” kata Rahmat, akhir pekan lalu.
Pemborosan
Menurut Rahmat, pemerintah akan tetap melelang obligasi negara secara rutin setiap bulan. Khusus penerbitan Obligasi Negara Ritel (ORI), pemerintah akan menerbitkannya pada Februari dan Agustus 2011. Bentuknya bisa ORI maupun sukuk ritel.
Latief Adam, Ekonom LIPI, mengingatkan supaya pemerintah memanfaatkan hasil utang ini untuk membiayai program produktif. “Jangan cuma gali lubang tutup lubang,” kata dia. Maklum, selama ini hasil penerbitan utang ini lebih banyak dimanfaatkan untuk mencicil utang lama.
Itu baru satu soal. Di sisi lain, kemampuan berutang pemerintah tak dibarengi dengan kemampuan membelanjakannya. Tingkat penyerapan anggaran pemerintah, misalnya, makin memble.Tahun 2010, belanja pemerintah hanya terpakai 90 persen dari total senilai Rp 1.126 triliun, di bawah penyerapan belanja tahun 2009 yang sebesar 95,8 persen. “Lantas, mengapa kita masih terus berutang? Ini pemborosan,” kata Revrisond Baswir, Ekonom dari Universitas Gadjah Mada. Jadi, kita membuka tahun baru ini dengan utang baru.
source: http://www.windowscraze.com/general-news-id/Waduh..-Indonesia-Mau-Ngutang-Rp-200-Triliun Read More..
Sebagai perbandingan, tahun 2010, pemerintah menerbitkan obligasi sebanyak Rp 178 triliun. Artinya, target penerbitan tahun ini naik 12,7 persen dibandingkan total penerbitan obligasi negara sepanjang tahun 2010. Pemerintah yakin target ini akan tercapai asalkan kondisi pasar obligasi di Tanah Air sebagus tahun kemarin.Selain merilis di pasar lokal, pemerintah juga akan menerbitkan obligasi global (global bond). Belum jelas berapa jumlah penerbitan obligasi internasional dari porsi penerbitan obligasi negara tahun sekarang.
Tahun lalu, pemerintah menerbitkan surat utang di pasar internasional setara dengan Rp 25 triliun. Dalam pecahan mata uang dollar AS setara sekitar Rp 19 triliun, dan dalam mata uang yen Jepang (samurai bond) setara Rp 6 triliun.
Rahmat Waluyanto, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, menyatakan, penerbitan obligasi di pasar lokal menjadi prioritas ketimbang penerbitan obligasi global. “Ini untuk mengurangi risiko,” kata Rahmat, akhir pekan lalu.
Pemborosan
Menurut Rahmat, pemerintah akan tetap melelang obligasi negara secara rutin setiap bulan. Khusus penerbitan Obligasi Negara Ritel (ORI), pemerintah akan menerbitkannya pada Februari dan Agustus 2011. Bentuknya bisa ORI maupun sukuk ritel.
Latief Adam, Ekonom LIPI, mengingatkan supaya pemerintah memanfaatkan hasil utang ini untuk membiayai program produktif. “Jangan cuma gali lubang tutup lubang,” kata dia. Maklum, selama ini hasil penerbitan utang ini lebih banyak dimanfaatkan untuk mencicil utang lama.
Itu baru satu soal. Di sisi lain, kemampuan berutang pemerintah tak dibarengi dengan kemampuan membelanjakannya. Tingkat penyerapan anggaran pemerintah, misalnya, makin memble.Tahun 2010, belanja pemerintah hanya terpakai 90 persen dari total senilai Rp 1.126 triliun, di bawah penyerapan belanja tahun 2009 yang sebesar 95,8 persen. “Lantas, mengapa kita masih terus berutang? Ini pemborosan,” kata Revrisond Baswir, Ekonom dari Universitas Gadjah Mada. Jadi, kita membuka tahun baru ini dengan utang baru.
source: http://www.windowscraze.com/general-news-id/Waduh..-Indonesia-Mau-Ngutang-Rp-200-Triliun Read More..
Label:
Sosial
Minggu, 02 Januari 2011
Ingin Jadi Pegawai Negeri Datang ke Makam Gus Dur. Memangnya Bisa?
JOMBANG (voa-islam.com) – Gus Dur masih dianggap sebagai wali oleh sebagian kalangan, sehingga kuburannya senantiasa dibanjiri peziarah yang datang dari berbagai daerah dengan beraneka macam hajat. Mulai dari berdoa, zikir, minta ketenteraman dan kedamaian, hingga ngalap berkah agar diterima sebagai CPNS.
Masa liburan tahun baru selama tiga hari kemarin, makam mendiang mantan Presiden Republik Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di kawasan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur dibanjiri ribuan peziarah.
Di hari biasa, makam Gus Dur biasanya hanya didatangi 8.000-an namun pada libur tahun baru ini peziarah mencapai 9.000.
“Peziarah penuh, pendopo makam sampai enggak muat,” kata Mahmudi, salah satu Pengurus Pondok yang ditemui di Jombang, Minggu (2/1/2010).
Para peziarah datang dengan beragam tujuan dan harapan. Ada yang ingin mendoakan almarhum, ada juga yang berharap berkah. Ahmad Khoiri, misalnya. Lelaki berusia 42 tahun, warga Dusun Sukal, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang yang datang bersama 70 orang anggota jamaah tahlil dusun itu mengaku ingin mendoakan Gus Dur dan Kiai Hasyim Asyari, serta para ulama.
Dia juga berharap barokah dari penghuni makam, yang dianggapnya waliyullah. “Semoga warga kampung ayem tentrem dan dimudahkan segala urusan,” ujarnya.
Hal berbeda diungkapkan Ida Trisnawati, 21 tahun. Warga Dusun Pandangsari, Desa Jati, Kecamatan Ngunut, Tulungagung ini datang ke makam bersama pacarnya ini. Ia mengaku hanya menemani pacarnya yang warga Gresik. Kedatangannya ke makam Gus Dur, kata dia, karena sang pacar gagal lolos tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2010. Rencananya, kata Ida, pacarnya akan melamar CPNS lagi tahun ini jika ada lowongan.
“Semoga saja dapat barokah, mendapat yang terbaik, dan tahun depan bisa lolos tes,” tutur gadis berjilbab ini.
Peziarah lain, Baidhowi, 52 tahun, warga Bojonegoro ini mengaku datang hanya untuk mendoakan Gus Dur dan kerabat-kerabatnya, termasuk KH Hasyim Asyari. Sebagai warga Nahdhatul Ulama (NU), kata dia, sudah menjadi kewajiban mendoakan pendahulunya. “Mendoakan wali itu harus, sambil mengingat mati, dan mampu mengambil pelajaran,” katanya. [taz/tin]
Source : http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2011/01/03/12613/ingin-jadi-pegawai-negeri-datang-ke-makam-gus-dur-memangnya-bisa/ Read More..
Masa liburan tahun baru selama tiga hari kemarin, makam mendiang mantan Presiden Republik Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di kawasan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur dibanjiri ribuan peziarah.
Di hari biasa, makam Gus Dur biasanya hanya didatangi 8.000-an namun pada libur tahun baru ini peziarah mencapai 9.000.
“Peziarah penuh, pendopo makam sampai enggak muat,” kata Mahmudi, salah satu Pengurus Pondok yang ditemui di Jombang, Minggu (2/1/2010).
Para peziarah datang dengan beragam tujuan dan harapan. Ada yang ingin mendoakan almarhum, ada juga yang berharap berkah. Ahmad Khoiri, misalnya. Lelaki berusia 42 tahun, warga Dusun Sukal, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang yang datang bersama 70 orang anggota jamaah tahlil dusun itu mengaku ingin mendoakan Gus Dur dan Kiai Hasyim Asyari, serta para ulama.
Dia juga berharap barokah dari penghuni makam, yang dianggapnya waliyullah. “Semoga warga kampung ayem tentrem dan dimudahkan segala urusan,” ujarnya.
Hal berbeda diungkapkan Ida Trisnawati, 21 tahun. Warga Dusun Pandangsari, Desa Jati, Kecamatan Ngunut, Tulungagung ini datang ke makam bersama pacarnya ini. Ia mengaku hanya menemani pacarnya yang warga Gresik. Kedatangannya ke makam Gus Dur, kata dia, karena sang pacar gagal lolos tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2010. Rencananya, kata Ida, pacarnya akan melamar CPNS lagi tahun ini jika ada lowongan.
“Semoga saja dapat barokah, mendapat yang terbaik, dan tahun depan bisa lolos tes,” tutur gadis berjilbab ini.
Peziarah lain, Baidhowi, 52 tahun, warga Bojonegoro ini mengaku datang hanya untuk mendoakan Gus Dur dan kerabat-kerabatnya, termasuk KH Hasyim Asyari. Sebagai warga Nahdhatul Ulama (NU), kata dia, sudah menjadi kewajiban mendoakan pendahulunya. “Mendoakan wali itu harus, sambil mengingat mati, dan mampu mengambil pelajaran,” katanya. [taz/tin]
Source : http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2011/01/03/12613/ingin-jadi-pegawai-negeri-datang-ke-makam-gus-dur-memangnya-bisa/ Read More..
Label:
Sosial
Langganan:
Postingan (Atom)


















