Laman

Senin, 10 Januari 2011

Orang Jahil Lebih Mudah Digelincirkan Setan

Oleh : Badrul Tamam

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.

Setelah diusir dari surga karena kesombongannya menentang perintah Allah Ta’ala, setan berjanji akan menyesatkan manusia dengan segala upaya. Dia datang dari segenap penjuru dan menempuh semua jalan untuk memuluskan tujuannya tadi sehingga kebanyakan manusia menjadi kufur kepada Tuhannya.

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ثُمَّ لَآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (QS. al-A’raf: 16-17)

Bahkan syetan terlaknat itu menghendaki dari seribu hamba Allah, Sembilan ratus sembilan puluh sembilan untuk mereka dan hanya satu untuk Allah.

وَقَالَ لَأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآَمُرَنَّهُمْ

“Syaitan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya), dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka. . . ” (QS. Al-Nisa’: 118-119)

Panah-panah bisikan setan senantiasa diarahkan kepada hati-hati yang beriman. Karenanya, setiap muslim pasti akan merasakan bisikan tersebut ketika dia mulai menanamkan keimanan, meluruskan dan memperkuatnya, ketika membenahi ibadah dan kehendaknya.

Setan berusaha menjerat manusia untuk kufur. Bila gagal, maka dia akan menjerat dengan kebid’ahan. Bila jeratan bid’ah lolos, maka dia akan menjerat dengan dosa-dosa besar, kemudian dengan jeratan dosa-dosa kecil. Jika dengan itu masih lolos juga, maka jeratan selanjutnya berupa perbuatan mubah untuk melalaikan ibadah. Jeratan selanjutnya, setan akan menyibukkan manusia dengan amal-amal yang kurang utama supaya meninggalkan yang lebih utama. Dan terakhir, jeratan yang hampir-hampir setiap muslim tidka mampu meloloskan diri, yaitu penindasan dan penyiksaan musuh-musuh Islam. (Lihat: Menelanjangi Syetan, Ibrahim bin Muhammad al-Maqdisi, Darul Haq, hal. 132)

Pemahaman Agama Penangkal dari Setan

Jerat-jerat setan dan syubuhatnya begitu luar bisa. Sangat beragam dan penuh dengan tipuan. Jika seseorang memiliki pegangan ilmu, -insya Allah- dia akan menyadarinya. Lekas berlindung kepada Allah, tetap teguh di atas tuntunan syariah, dan tidak menghiraukan bisikan-bisikan dan was-was yang dihembuskan setan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ () وَإِخْوَانُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِي الْغَيِّ ثُمَّ لا يُقْصِرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).” (al-A’raf: 201-202)

Syaikh Abdul Qadir al-Jailani rahimahullaah pernah menceritakan, “Saya pernah kepanasan dalam suatu bepergian, hampir-hampir aku mati karena kehausan. Lalu datang awan hitam menaungiku dan angin dingin bertiup kepadaku sehingga ludah di mulutku mencair lagi. Dan saat itu aku mendengar ada suara memanggilku, “Wahai Abdul Qadir saya adalah tuhanmu.” Saya katakan kepadanya, “Apakah Engkau Allah yang tiada tuhan selain Dia?” Lalu suara itu memanggilku untuk kedua kalinya, “Wahai Abdul Qadir aku adalah tuhanmu, sekarang aku menghalalkan apa yang sudah aku halalkan kepadamu?”

Saya katakan kepadanya, “Kamu berdusta dan sebenarnya kamu adalah setan.” Seketika itu awan itu pecah berantakan dan saya mendengar dari belakangku ada suara yang memanggilku, “Wahai Abdul Qadir, kamu selamat dariku karena kefahamanmu terhadap agama dan aku telah berhasil menfitnah tujuh puluh orang dengan cara ini sebelummu.”

Syaikh Abdul Qadir ditanya, “Bagaimana Anda tahu itu adalah setan?” Beliau menjawab, “Tatkala dia mengatakan bahwa dia menghalalkan apa yang diharamkan. Sejak itu saya mengetahuinya, sebab sesudah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak ada orang yang mempunyai hak untuk menghalalkan dan mengharamkan. Dengan demikian Allah telah menyelamatkan dengan ilmu yang bermanfaat.” (Dikutip dari Menelanjangi Setan, hal. 139-140)

Orang Jahil Lebih Mudah Digelincirkan Setan

Kalau pemahaman agama bisa menjadi penangkal dari godaan setan dan menyelamatkan pemiliknya dari tipu dayanya, maka sebaliknya kebodohan menjadi jalan masuk setan untuk menyesatkan hamba. Karena itu yang paling banyak berhasil digelincirkan setan adalah orang yang minim ilmu dien, walau dia seorang ahli ibadah. Boleh jadi dia sibuk dengan ibadah padahal dia dalam jerat setan namun tidak menyadarinya.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

فَقِيهٌ وَاحِدٌ أَشَدُّ عَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ أَلْفِ عَابِدٍ

“Satu orang alim ulama lebih berat bagi syetan daripada seribu ahli ibadah.” (HR. al-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Seorang alim (orang yang dalam ilmu agamanya) tidak terpedaya dengan tipu daya setan dan senantiasa menyuruh manusia berbuat baik, padahal setan senantiasa menyuruh berbuat jelek. Setiap setan membuka pintu hawa nafsu untuk manusia dan menghiasi hati mereka dengan syahwat, maka seorang alim yang memahami tipu daya dan jerat setan akan menjelaskannya kepada manusia, menutup segala pintu yang mengarah ke sana sehingga akhirnya setan pun gigit jari dan merugi. Oleh karena itu, kematian seorang alim jauh lebih menyenangkan bagi setan daripada kematian seorang ‘abid.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, bahwa syetan berkata kepada Iblis, “Wahai pemimpin kami , sesungguhnya kami bergembira atas kematian satu orang alim dan tidak bergembira atas kematian seorang ahli ibadah.”

Kisah Barseso

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu menceritakan, ada seorang ahli zuhud bernama Barseso. Dia beribadah dalam kuil selama tujuh puluh tahun yang tidak pernah bermaksiat sedikitpun. Lalu iblis ingin menggoda dengan ilmu hilah (rekayasa), maka pada suatu saat dia mengumpulkan para pembesar setan dan berkata, “Adakah di antara kalian yang mampu merusak Barseso?” Setan putih berkata kepada Iblis, “Saya sanggup merusaknya.” Lalu ia berangkat ke tempat Barseso dengan mengenakan pakaian ulama dan mengenakan sesuatu di atas kepalanya, lalu datang ke kuil Barseso dan memanggilnya. Tetapi dia tidak menjawabnya.

Barseso tidak berhenti dari beribadah kecuali setiap sepuluh hari sekali. Tatkala setan putih tak mampu mengambil perhatian Barseso, maka dia berpura-pura shalat dan beribadah di dalam kuil itu. Maka setelah Barseso selesai dari shalat dan ibadahnya, dan ingin beranjak keluar, dia melihat setan putih itu tampil seperti ulama yang sedang shalat dan beribadah dengan bentuk yang sangat bagus. Lalu Berseso bertanya kepadanya, “Kamu tadi memanggilku sementara aku sedang sibuk shalat, apa yang kamu perlukan?”

Dia menjawab, saya ingin bersamamu untuk belajar ilmu dan menirukan amalmu serta kita bersama beribadah sehingga aku bisa mendoakanmu dan kamu juga mendoakanku.”

Barseso berkata, “Saya tidak bisa bersamamu, jika kamu seorang mukmin, maka kamu mendapatkan bagian dari doaku yang kutujukan bagi semua orang mukmin.” Kemudian dia beranjak shalat dan meninggalkan setan itu. Maka setan itu pun beranjak shalat dan setelah itu Barseso tidak menoleh kepadanya selama empat puluh hari.

Setelah Barseso selesai shalat, dia melihat setan sedang berdiri shalat. Tatkala dia melihat kesungguhannya, maka dia berkata kepadanya, “Apa yang kamu butuhkan?” Setan menjawab, “Saya ingin kamu memberi izin kepadaku untuk naik ke kuil bersamamu.” Lalu dia memberi izin naik di kuil dan beribadah bersama Barseso beberapa waktu, tidak berbuka dan tidak berhenti dari ibadah kecuali setelah empat puluh hari bahkan terkadang sampai delapan puluh hari. Maka tatkala melihat kesungguhan dia dalam beribadah, Barseso merasa rendah hati berada di hadapannya dan kagum terhadap kehebatan ibadah setan putih itu. Dan setelah lama beribadah bersama Barseso, setan berkata kepadanya, “Saya ingin pergi karena saya memiliki teman selain kamu. Saya mendapat berita kamu lebih baik daripadanya, ternyata saya mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan perkiraan saya sebelumnya.”

Kemudian Barseso merasakan sesuatu yang besar dalam batinnya sehingga tidak mau berpisah dengannya karena dianggap lebih baik ibadahnya daripada dirinya.

Ringkas cerita, pada saat berpisah, setan mengajari Barseso doa-doa untuk menyembuhkan orang sakit dan gila. Kemudian setan putih itu menggangu seorang gadis Bani Israil yang memiliki tiga saudara laki-laki. Dahulu bapak mereka adalah raja, setelah bapaknya meninggal, ia digantikan saudara laki-lakinya, yaitu paman gadis itu. Setan menyiksa dan mencekik gadis tersebut. Lalu setan datang kepada keluarga tersebut dan mengabarkan tentang Barseso yang mampu mengobatinya. Setan menyaratkan agar gadis itu ditinggal bersama Barseso dan mempercayakan kepadanya karena dia seorang ahli ibadah.

Pada awalnya Barseso menolak gadis itu untuk dititipkan padanya. Namun akhirnya, saudara-saudaranya membuatkan kuil dekat kuil Barseso dan meninggalkan saudara gadisnya di sana.

Setelah selesai shalat, Barseso melihat ada gadis cantik berada di dekatnya. Maka dia mulai jatuh hati dan tergoda. Lalu setan mengganggu gadis itu, lalu Barseso berdoa dengan doa yang diajarkan setan dahulu. Setan itupun keluar dan pergi dari gadis itu. Kemudian dia mulai shalat lagi, setan itu datang kembali dan menganggagu sang gadis. Maka tanpa sengaja tubuh gadis itu terbuka dan setan membisikkan Barseso, “Gaulilah gadis itu dan setelah itu kamu bisa bertaubat.” Dan setan pun berhasil, Barseso menggauli gadis tersebut sehingga gadis itu hamil dan terlihat mengandung.

Kemudian setan berkata kepada Barseso, “Celaka kamu Barseso, bila perbuatanmu itu terungkap. Maukah kamu membunuhnya dan setelah itu kamu bisa bertaubat. Dan apabila keluarganya menanyakan, maka katakan pada meraka bahwa gadis itu dibawa kabur oleh setan yang telah mengganggunya dan kamu tidak kuasa melawannya.” Maka Barseso masuk ke tempat gadis itu dan membunuhnya, lalu dikuburkan di lerang gunung. Pada saat Barseso mengubur gadis itu, setan datang dan menarik ujung pakaian gadis itu sehingga tidak tertimbun tanah dan nampak. Kemudian Barseso kembali ke kuil dan beribadah, tiba-tiba ketiga saudara gadis itu datang untuk menjenguk adik mereka. Mereka menanyakan keadaannya, “Wahai Barseso, apa yang telah kamu lakukan terhadap adik kami?” Dia menjawab, “Setan datang dan aku tidak mampu melawannya.” Maka mereka percaya dan pulang. Pada saat malam hari dalam suasana duka, setan datang dalam mimpi saudara gadis itu yang paling besar dan memberitahukan kejadian yang menimpa adiknya. Namun, orang tersebut tidak mempercayai mimpi itu dan meyakininya berasal dari setan. Setelah tiga malam berturut-turut datang dalam mimpi saudara paling besar tadi, namun tidak dihiraukan maka setan mendatangi kakak yang kedua dan ketiga, memberitahukan seperti yang disampaikan kepada kakak yang pertama. Kemudian ketiganya saling menceritakan apa yang dilihat dalam mimpi mereka dan ternyata sama. Lalu setan mendatangi mereka dan memberitahukan tempat dikuburnya adik mereka dengan ujung pakaiannya yang masih kelihatan. Lalu mereka pergi ke tempat yang ditunjukkan setan dan mendapati apa yang diberitakan olehnya.

Kemudian mereka pulang kepada keluarga dan familinya, lalu mendatangi kuil Barseso dengan membawa linggis dan kapak. Mereka menghancurkan kuil Barseso dan menangkapnya lalu dibawa di hadapan raja. Setan kembali membisiki Barseso, “Kamu membunuhnya kemudian kamu ingkar, akuilah perbuatan itu,” sehingga akhirnya Barseso mengakui perbuatannya. Lalu sang raja menjatuhkan hukuman mati kepadanya dengan disalib di kayu.

Pada saat disalib, setan putih mendatanginya. Lalu setan menawarkan bantuan untuk menyelamatkannya dengan bersujud kepada setan. Barseso menyetujuinya dan bersujud kepadanya. Setelah itu setan pun meninggalkannya dan berujar, “Wahai Barseso! Inilah yang saya kehendaki darimu. Akhirnya kamu mengikutiku dan kafir terhadap Tuhanmu. Sesungguhnya aku berlepas diri dari perbuatanmu dan aku takut terhadap Tuhan semesta alam.” Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Hasyr: 16-17,

كَمَثَلِ الشَّيْطَانِ إِذْ قَالَ لِلْإِنْسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ فَكَانَ عَاقِبَتَهُمَا أَنَّهُمَا فِي النَّارِ خَالِدَيْنِ فِيهَا وَذَلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ

“Seperti (bujukan) syaitan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam". Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang dzalim.” (Diringkas dari Mashaibul Insan min Makaid syaithan oleh Syaikh al-Maqdisi al-Hanafi, Imam Thabari menyebutkan kisah Barseso ini dalam tafsirnya QS. Al-Hasyr: 16-17 dari jalur Ibnu Mas’ud, Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa Nihayah Juz II)

Dan sesungguhnya kebanyakan setan bisa masuk dan menggoda orang-orang yang sedikit ilmunya. Wallahu Ta’ala a’lam. [PurWD/voa-islam.com]
Read More..

Mengapa Rasa Air Mata, Telinga, Dan Liur Berbeda-beda?

Tidak banyak yang tahu atau menyadari keajaiban dari apa yang kita miliki: air mata, air telinga, dan air liur. Fakta ilmiah ini terkadang disepelekan, padahal ketiganya memiliki fungsi berlainan yang memang diciptakan demikian oleh sang Pencipta sehingga kita dapat hidup dengan sangat baik.


Air Mata Berasa Asin
Air mata berasa asin karena memang kandungannya yang meliputi leusinenkefalin, adrenokortikotropik, dan prolaktin serta beberapa elektrolit, protein pengikat lemak dan Imunoglobulin A yang keseluruhannya menghasilkan rasa asin.

Dimana fungsi utama dari keseluruhannya ialah menjaga kondisi mata agar tetap stabil. Protein pengikat lemak itu sendiri membuat lapisan terluar yang terdiri dari lapisan lemak yang fungsinya melindungi kelembaban mata tetap utuh.


Air Telinga Berasa Pahit

Air telinga kita pahit, sebenarnya merupakan hasil sekresi dari kelenjar-kelenjar di dalam telinga yang bersifat basa dan lengket. Sekresi ini memungkinkan telinga yang mana lubangnya terbuka dan tanpa penutup itu bilamana termasuki oleh serangga ataupun makhluk kecil lain menjadikan mereka tidak tahan berlama-lama di dalamnya dan segera keluar dari telinga.

Cairan yang cenderung lengket menjadikan benda-benda kecil yang masuk cenderung terperangkap dan dapat dikeluarkan sebagai kotoran telinga.


Air Liur Berasa Tawar
Air liur kita memang berasa tawar. Ini dikarenakan memang fungsi daripadanya yang berhubungan dengan rasa dari makanan yang kita makan. Dapatkah Anda bayangkan jika air liur kita berubah rasa? Sangat-sangat tidak mengenakkan sekali pasti di kala menyantap makanan.

Ini pun pasti Anda rasakan ketika Anda sakit. Minum air tawar pun berasa pahit. Sangat tidak nyaman. Air liur mengandung enzim dan beberapa protein dan zat antibakteri.

Pada waktu Anda sakit, kandungan dari air liur berubah sedemikian rupa sehingga komposisi daripadanya cenderung menghasilkan cairan yang agak basa. Inilah mengapa Anda merasakan rasa pahit saat sakit dan sangat tidak nyaman di kala menyantap makanan.

source: http://belitongstore.blogspot.com/2011/01/mengapa-rasa-air-mata-asin-air-telinga.html
Read More..

Kamis, 06 Januari 2011

Masih Ingatkah Kita Dengan Orang Tua Tercinta...??

Segala puji kita panjatkan kepada Allah SWT, sang maha pengasih yang masih memberikan keberkahan sehat dan umur panjang kepada kedua orang tua kita.


Orang tua, adalah pahlawan sejati dalam hidup kita. Dengan perantara merekalah kita hadir di dunia. Karena jasa merekalah kita sekarang dapat hidup layak seperti sekarang ini. Karena pengorbanan merekalah kita dapat berani menghadapi dunia dengan segenap kemampuan dan ilmu yang kita miliki.

Masih ingatkah kita ketika kecil dulu, seakan akan semua yang terbaik hanyalah diberikan untuk kita. Ayah yang bekerja tanpa kenal lelah demi memenuhi kebutuhan anak anaknya, ibu yang setiap pagi dan malam merawat dan menjaga. Ibarat nyamukpun yang menggigit atau melukai tubuh kitapun mereka tidak akan membiarkannya. Tidak ada kata lelah dari mereka demi kebahagiaan anak anaknya, tidak ada kata "tidak" demi permintaan dan kebahagiaan kita. Bahkan jika perlu kesusahan yang timbul akibat memperjuangkan kebahagiaan kitapun mereka rela melakukannya. Kecukupan kebahagiaan seorang anak, itulah yang membahagiakan para orang tua. Maka tidaklah mengherankan jika Allah Azza Wa Jalla menyebutkan bahwa durhaka kepada orang tua adalah dosa yang sangat besar.

Dan kini.. pertanyaan yang muncul adalah, apakah kita sudah bisa membalas semua kebaikan mereka? dan apakah semua yang kita berikan untuk mereka sudah layak disebut sebagai balasan yang setimpal?

Memang tidak akan ada balasan yang bisa dikatakan pantas untuk mengimbangi berbagai pengorbanan orang tua, walaupun kita telah mencoba seumur hidup kita.

Mungkin masih ada dari kita yang merasa kurang beruntung karena memiliki orang tua yang kurang pas dengan "selera" kita. Memang orang tua tetaplah manusia, yang tidak akan pernah sempurna. Dan mugkin juga karena itu kitapun pernah merasakan kecewa pada sikap dan kekurangan mereka. Namun percayalah, hati nurani setiap orang tua hanyalah ingin selalu melindungi kita dan menempatkan kita pada sebaik baik tempat dan keadaan, walaupun pendapat dan sikap memang mereka tidak sepenuhnya selalu benar.

Dalam segala situasi pun, orang tua tanpa diminta mengalahpun, mereka akan mengalah demi anak anaknya, dan setiap orang tua yang baik, tidak akan mengharapkan balas jasa dari anak anak mereka, walau mereka melihat kesuksesan telah menjadi bagian hidup anak anak mereka. Namun kita sebagai seorang anak yang seharusnya mengerti tentang balas budi, diharapkan dapat sedikit membantu mereka dalam menghabiskan sisa usia mereka dengan memberikan kebahagiaan. Kebahagiaan tidaklah selalunya dengan harta, pada usia mereka, perhatian dan kasih sayang dari anak anaknya adalah pengobat yang sangat manjur dari semua kesepian yang menghinggapi mereka dimasa tua.

Di masa ini adalah saat mereka "menitipkan" hidup kepada anak- anak mereka. Para orang tua sebenarnya tidak akan pernah meminta ataupun memohon dan apalagi merepotkan kepada anak anak mereka dengan berbagai kelemahan yang hadir dimasa tua. Kalaulah dapat, mereka pasti akan mau hidup mandiri dan sudah cukup merasa senang melihat kesuksesan anaknya, walaupun mereka tidak ikut menikmati. Namun keterbatasan mereka sebagai manusia mengharuskan mereka membutuhkan bantuan, dan siapa lagi yang seharusnya membantu dan memanjakan mereka, tentu saja anak anak mereka. Bukankah mereka juga melakukan hal yang sama, bahkan lebih baik, kepada kita sewaktu kita kecil?

Subhanallah, bisakah kita mencintai mereka seperti mereka mencintai kita? atau jangan jangan yang terjadi malah sebaliknya? harta dan amanah dunia yang hanya sebentar dititipkan kepada kita ini, telah menggiring kita jauh dari mereka?

Mari kita temukan jawaban sejujurnya dalam diri dan hati nurani kita masing masing...

Sumber http://www.voa-islam.com/muslimah/artikel/2011/01/06/12686/orang-tua-tercinta/
Read More..

Perbedaan Antara Iman dan Islam

Tidak syak, terdapat perbedaan mencolok antara muslim dan mukmin, atau Islam dan Iman. Iman adalah perkataan dan perbuatan (amal): Perkataan adalah perkataan hati dan lisan, sedangkan amal adalah amalan hati dan anggota badan. Sementara makna Islam, maksudnya berserah diri, tunduk dan patuh kepada ketetapan-Nya.

Allah 'Azza wa Jalla berfirman,

قَالَتِ الْأَعْرَابُ آَمَنَّا قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُم

“Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah (kepada mereka): "Kamu belum beriman, tetapi katakanlah: "Kami telah tunduk", karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu. . .” (QS. Al-Hujurat: 14)

Karena itu para ulama menafsirkan Iman sebagai amal batin, sedangkan Islam sebagai amal zhahir. Karena iman pada dasarnya adalah pembenaran dangan hati terhadap apa yang diyakini dan dipercaya. Sementara asal makna Islam adalah ketundukan dan kepatuhan yang menuntut kerja dengan anggota badan.

Maka seorang muslim adalah orang yang tunduk menyerah kepada perintah Allah dan mematuhi-Nya. Dia akan tunduk dan mentaati Allah dengan suka rela atau terpaksa tanpa membeda-bedakan satu perintah dengan perintah yang lain. Apabila Allah memerintahkan satu perintah, maka dia segera melaksanakannya. Dan apabila melarang sesuatu dalam Islam, maka dia meninggalkan dan menjauhinya. Dia meyakini bahwa perintah Allah hanya berisi maslahat semata, sedangkan yang dilarang-Nya hanya berisi mafsadat (kerusakan). Maka kapan saja dia mendengar ada ketaatan kepada Allah dalam satu masalah, segera dia melaksanakannya karena cinta kepada perintah tersebut, sangat agresif dan penuh semangat, seolah-olah dia sendiri yang menghendaki tanpa ada paksaan. Seperti inilah seharusnya seorang muslim.

Pada banyak kesempatan, syariat menggunakan kata ‘Islam’ untuk menjelaskan maksud Iman. Seperti dalam hadits Jibril 'alaihis salam yang sangat masyhur itu, beliau shallallahu 'alaihi wasallam membedakan antara keduanya ketika Jibril bertanya kepadanya, “Ya Rasulallah, beritahukan kepadaku tentang Iman!”. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, dan hari akhir, juga engkau beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk.”

Jibril 'alaihis salam bertanya lagi, “Beritahukan kepadaku tentang Islam!.” Beliau menjawab, “Hendaknya engkau bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah jika engkau mampu.”

Dalam hadits tersebut, beliau menafsirkan iman dengan amal batin. Itu menunjukkan bahwa iman pada dasarnya adalah keyakinan atau amalan hati. Lalu beliau menafsirkan Islam dengan amal zhahir, karena ikrar dua kalimat syahadat walaupun hanya ucapan saja, tapi dia amal yang nampak dan terlihat pengaruhnya berupa ibadah kepada Allah semata dan mentaatinya. Shalat juga perkara zhahir yang dapat disaksikan, begitu juga shaum. Sementara zakat, memberikannya juga merupakan perkara zhahir. Begitu juga haji, pelaksanaannya terlihat dan nampak.

Walaupun begitu, ada juga hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang menjelaskan iman dengan makna Islam. Misalnya dalam hadits Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma tentang utusan Abdil Qais, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Aku perintahkan kepada kalian empat perkara: Aku perintahkan kalian untuk beriman kepada Allah. Tahukan kalian apa itu iman kepada Allah? Yaitu bersyahadat bahwa tiada tuhan (yang hak) kecuali hanya Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, kalian mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyerahkan seperlima dari harta ghanimah.” Beliau menyebut semua ini sebagai iman yang disebutkan di dalamnya dua kalimat syahdat, shalat dan zakat. Berarti dalam hal ini, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menafsirkan iman dengan penafsiran Islam.

Kesimpulannya, bahwa Islam ditafsirkan secara global berarti amal zhahir: dua kalimat syahadat, shalat, zakat, shaum, dan haji. Semua amal-amal zhahir lainnya Masuk di dalamnya. Sementara rukun Islam yang lima menduduki semacam kerangka dasar yang bangunan Islam berdiri tegak di atasnya, tidak sempurna Islam kecuali dengan kelimanya.

Sedangkan iman adalah perkataan, perbuatan, dan i’tiqad (keyakinan). Perkataan hati dan lisan, amalan hati dan anggota badan. Ucapan dengan lisan, antara lain dzikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, menyuruh kepada kebaikan dan mendakwahkannya, melarang keburukan dan memperingatkannya, mengajar dan menasihati orang sesat, mengucapkan salam dan menjawabnya, serta yang semisalnya. Sedangkan amalan, masuk di dalamnya amalan hati dan amalan anggota badan. Amalan hati: Mencintai dan membenci karena Allah, ridha terhadap takdir-Nya, bersabar atas ujian dari-Nya, takut dan berharap kepada-Nya, bertawakkal dan bertaubat kepada-Nya, dan amal-amal semisalnya. Semua itu disebut amal hati. Sedangkan amal anggota badan: ruku’, sujud, berdiri dan duduk shalat, thawaf, berjihad, haji, dan semisalnya. [PurWD/voa-islam.com]
Read More..

Indonesia Rencana Ngutang Rp 200 Triliun Tahun Ini

JAKARTA. Nafsu berutang pemerintah makin besar. Sayang, kemampuan membelanjakan dan memanfaatkannya makin kendor. Tahun ini misalnya, pemerintah menargetkan penerbitan surat utang negara (SUN) senilai total Rp 200,6 triliun. Selain menambal kekurangan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 senilai Rp 124,7 triliun, penerbitan obligasi negara juga bertujuan menyerap aliran dana asing berjangka pendek (hot money). Maklum, banyak yang memprediksikan, tahun ini dana-dana asing masih mengalir deras ke Tanah Air.

Sebagai perbandingan, tahun 2010, pemerintah menerbitkan obligasi sebanyak Rp 178 triliun. Artinya, target penerbitan tahun ini naik 12,7 persen dibandingkan total penerbitan obligasi negara sepanjang tahun 2010. Pemerintah yakin target ini akan tercapai asalkan kondisi pasar obligasi di Tanah Air sebagus tahun kemarin.Selain merilis di pasar lokal, pemerintah juga akan menerbitkan obligasi global (global bond). Belum jelas berapa jumlah penerbitan obligasi internasional dari porsi penerbitan obligasi negara tahun sekarang.

Tahun lalu, pemerintah menerbitkan surat utang di pasar internasional setara dengan Rp 25 triliun. Dalam pecahan mata uang dollar AS setara sekitar Rp 19 triliun, dan dalam mata uang yen Jepang (samurai bond) setara Rp 6 triliun.

Rahmat Waluyanto, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, menyatakan, penerbitan obligasi di pasar lokal menjadi prioritas ketimbang penerbitan obligasi global. “Ini untuk mengurangi risiko,” kata Rahmat, akhir pekan lalu.

Pemborosan

Menurut Rahmat, pemerintah akan tetap melelang obligasi negara secara rutin setiap bulan. Khusus penerbitan Obligasi Negara Ritel (ORI), pemerintah akan menerbitkannya pada Februari dan Agustus 2011. Bentuknya bisa ORI maupun sukuk ritel.

Latief Adam, Ekonom LIPI, mengingatkan supaya pemerintah memanfaatkan hasil utang ini untuk membiayai program produktif. “Jangan cuma gali lubang tutup lubang,” kata dia. Maklum, selama ini hasil penerbitan utang ini lebih banyak dimanfaatkan untuk mencicil utang lama.

Itu baru satu soal. Di sisi lain, kemampuan berutang pemerintah tak dibarengi dengan kemampuan membelanjakannya. Tingkat penyerapan anggaran pemerintah, misalnya, makin memble.Tahun 2010, belanja pemerintah hanya terpakai 90 persen dari total senilai Rp 1.126 triliun, di bawah penyerapan belanja tahun 2009 yang sebesar 95,8 persen. “Lantas, mengapa kita masih terus berutang? Ini pemborosan,” kata Revrisond Baswir, Ekonom dari Universitas Gadjah Mada. Jadi, kita membuka tahun baru ini dengan utang baru.

source: http://www.windowscraze.com/general-news-id/Waduh..-Indonesia-Mau-Ngutang-Rp-200-Triliun
Read More..

Senin, 03 Januari 2011

Waspada, Ada lafadz Allah di sepatu CROCS

Bagi anda pecinta sendal dan sepatu merek Crocs, kayaknya perlu berpikir dua kali jika ingin mengkoleksinya, kalo diperhatikan logo Crocs yang dibalik itu sangat mirip lafadz Allah lho.

Seperti yang kami temui di social media dan ramai diberitakan di Kaskus pekan terakhir Desember 2010 lalu, ternyata gosip logo Crocs yang dibalik akan menyerupai Lafadz Allah memang benar adanya.

Sandal / sepatu merk ini banyak di gemari anak muda maupun dewasa belakangan ini. Walaupun harganya mahal, tetap saja sandal ini menjadi incaran banyak kalangan.
Nampaknya saat ini Umat Islam harus menahan diri untuk memiliki Crocs, selain logonya yang cenderung menghina Umat Islam dengan penggunaan Lafadz Allah pada semua sepatu dan sandalnya.

Kalo anda terlanjur membeli, baiknya di "kerok" atau di silet bagian logo Crocs tersebut dan jangan lagi beli Crocs apalagi yang Asli..
Mari kita tunggu klarifikasi resmi dari Crocs atau kita buat gerakan "Ayo Boikot Crocs!!"

Fakta Lain : Bahaya Menggunakan Crocs
CROCS merek sepatu baru asal Colorado dari Negeri Paman Sam ini mulai berdiri sejak tahun 2002 pada mulanya didesain untuk kegiatan outdoor dan berlayar. Ini karena Crocs terbuat dari karet yang anti-slip dan pastinya tahan air sehingga mudah untuk dikeringkan karena berbahan dasar Croslite yang anti-bacteria.
Namun kini sepatu sejenis Crocs dan Flip-Flops sedang dalam penelitian ulang, akibat sejak 2006 banyak laporan kecelakaan terjepit di escalator. Korbannya sebagian besar anak-anak. Memang karena sifatnya yang anti-slip sepatu ini terasa seret, dan ketika penggunanya berada escalator mereka sering tidak sadar menempelkan kakinya pada pinggir escalator, akibatnya sepatu itu tersangkut, sedangkan escalator jalan terus. Di Negeri asalnya pun ada peringatan, “If you’re wearing Crocs, Be Careful”

Kejadian ini paling sering terjadi Mall2, banyak anak kecil yang tersangkut escalator dan setelah diperhatikan semua korbannya menggunakan sepatu karet ini. Pengelola kini memasang peringatan untuk tidak menggunakan sepatu karet di setiap escalator yang gambarnya mirip Crocs, petugas pun disebar di dekat escalator agar tidak terjadi kecelakaan serupa. Sedangkan di Bandung baru BIP saja yang memasang peringatan ini.

Rumah sakit di beberapa negara telah mulai melarang penggunaan Crocs. Salah satu keprihatinan adalah risiko infeksi ketika darah dari seorang pasien yang sedang sakit jatuh pada kaki seseorang melalui Crocs yang berlubang di atasnya. Selain itu ada pula pertanyaan-pertanyaan mengenai apakah Crocs bisa menarik listrik statis yang dapat mengganggu peralatan medis.

“If you’re wearing Crocs, Be Careful”
Sumber :http://www.unikaja.com/2010/10/efek-samping-pemakaian-sandal-crocs.html#ixzz19wGa0BQm

Read More..

Minggu, 02 Januari 2011

Ingin Jadi Pegawai Negeri Datang ke Makam Gus Dur. Memangnya Bisa?

JOMBANG (voa-islam.com) – Gus Dur masih dianggap sebagai wali oleh sebagian kalangan, sehingga kuburannya senantiasa dibanjiri peziarah yang datang dari berbagai daerah dengan beraneka macam hajat. Mulai dari berdoa, zikir, minta ketenteraman dan kedamaian, hingga ngalap berkah agar diterima sebagai CPNS.

Masa liburan tahun baru selama tiga hari kemarin, makam mendiang mantan Presiden Republik Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di kawasan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur dibanjiri ribuan peziarah.

Di hari biasa, makam Gus Dur biasanya hanya didatangi 8.000-an namun pada libur tahun baru ini peziarah mencapai 9.000.

“Peziarah penuh, pendopo makam sampai enggak muat,” kata Mahmudi, salah satu Pengurus Pondok yang ditemui di Jombang, Minggu (2/1/2010).

Para peziarah datang dengan beragam tujuan dan harapan. Ada yang ingin mendoakan almarhum, ada juga yang berharap berkah. Ahmad Khoiri, misalnya. Lelaki berusia 42 tahun, warga Dusun Sukal, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang yang datang bersama 70 orang anggota jamaah tahlil dusun itu mengaku ingin mendoakan Gus Dur dan Kiai Hasyim Asyari, serta para ulama.

Dia juga berharap barokah dari penghuni makam, yang dianggapnya waliyullah. “Semoga warga kampung ayem tentrem dan dimudahkan segala urusan,” ujarnya.

Hal berbeda diungkapkan Ida Trisnawati, 21 tahun. Warga Dusun Pandangsari, Desa Jati, Kecamatan Ngunut, Tulungagung ini datang ke makam bersama pacarnya ini. Ia mengaku hanya menemani pacarnya yang warga Gresik. Kedatangannya ke makam Gus Dur, kata dia, karena sang pacar gagal lolos tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2010. Rencananya, kata Ida, pacarnya akan melamar CPNS lagi tahun ini jika ada lowongan.

“Semoga saja dapat barokah, mendapat yang terbaik, dan tahun depan bisa lolos tes,” tutur gadis berjilbab ini.

Peziarah lain, Baidhowi, 52 tahun, warga Bojonegoro ini mengaku datang hanya untuk mendoakan Gus Dur dan kerabat-kerabatnya, termasuk KH Hasyim Asyari. Sebagai warga Nahdhatul Ulama (NU), kata dia, sudah menjadi kewajiban mendoakan pendahulunya. “Mendoakan wali itu harus, sambil mengingat mati, dan mampu mengambil pelajaran,” katanya. [taz/tin]


Source : http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2011/01/03/12613/ingin-jadi-pegawai-negeri-datang-ke-makam-gus-dur-memangnya-bisa/ Read More..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...