Laman

Selasa, 31 Januari 2012

Cara Nabi Membaca Al Qur’an

Nabi Saw selalu membaca al-Qur’an secara tenang, perlahan, dan penuh perenungan sebagaimana perintah Allah.

“Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya kepada manusia secara perlahan-lahan.” (Al Isra: 106)

“Dan bacalah al-Qur’an itu secara perlahan lahan.” (Al Muzzammil: 4)

Beliau membaca satu surah secara perlahan seolah lebih panjang daripada surah lain yang lebih panjang. Setiap huruf di akhir ayat. Bila serangkai ayat menyebut surga, beliau berdoa dan menampakkan wajah gembira. Bila menyebut neraka, beliau berdoa memohon perlindungan.

Ummu Salamah melukiskan bahwa bacaan Nabi Saw seperti sedang menafsirkan huruf demi huruf. (HR. Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih, Gharib)

Hafshan meriwayatkan, bila Nabi Saw membaca satu surah secara perlahan seolah lebih panjang daripada surah lain yang lebih panjang. (HR Muslim).

Dalam satu riwayat disebutkan, pernah semalam suntuk beliau hanya mengulang-ulang ayat, “Jika Engkau menyiksa mereka maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu. Dan jika Engkau mengampuni mereka maka sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”(Al Maidah: 118)

Hadits ini diriwayatkan Imam Ahmad dan Ibnu Majah. Dinilai sahih oleh Hakim dan disepakati oleh Zahabi. Rangkaian sanadnya hasan.

Abu Dzar menceritakan dengan indah peristiwa itu. Suatu malam, kami melaksanakan shalat Isya bersama nabi. Sebentar beliau pulang ke rumah untuk istirahat. Setelah itu, beliau kembali. Abu Dzar mendekat dan berdiri di belakang beliau. Beliau memberi isyarat dengan tangan, lalu Abu Dzar maju berdiri tepat di sisi kanannya. Kemudian Abdullah bin Mas’ud datang, berdiri di belakang Rasulullah dan Abu Dzar. Setelah Nabi memberi isyarat, Ibnu Mas’ud maju berdiri tepat di sisi kirinya.

Nabi berdiri tegak membaca satu ayat, melakukan rukuk dan sujud dengan satu ayat, dan berdoa menggunakan satu ayat lain, hingga subuh menjelang:

“Jika Engkau menyiksa mereka maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu. Dan jika Engkau mengampuni mereka maka sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

Setelah subuh lewat Abu Dzar berkata kepada Abdullah bin Mas’ud: “Coba tanyakan kepada Rasulullah, kenapa beliau melakukan itu?”

“Wahai Rasulullah, semalam engkau melaksanakan shalat dan berdoa hanya dengan satu. Bukankah Allah telah mengajarimu al-Qur’an seluruhnya?” tanya Abdullah bin Mas’ud.

“Aku berdoa untuk umatku.” tegas beliau. (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Nashr dalam Qiyam Al Lail, 148).

Semoga kita bisa meneladani tata cara shalat dan bacaan Al Qur’an beliau…

Sumber http://www.fimadani.com
Read More..

Hukum Pajak dalam Islam

Akhir-akhir ini, banyak kalangan membicarakan masalah pajak. Hal ini terkait dengan kasus korupsi yang terjadi di lingkungan Direkorat Jenderal Pajak.

Bagaimana sebenarnya hukum pajak dalam kaca mata syariah ?

Read More..

Selasa, 24 Januari 2012

Berapa Gaji Minimal Untuk Menikah ?

Seorang temen pernah bertanya: “Eh, kalo gw nikah tapi dengan gaji gw yang cuma Rp***** bisa ga ya? Cukup ga ya? Hmmm…..

Maka dari pertanyaan itu dibuat survey asal, dan berikut adalah daftar pengeluaran standar bulanan setelah merit. Sekedar berbagi aja, buat temen2 yang mungkin juga mengalami "Matery after merit phobia syndhrome"..

Daftar anggaran bulanan:
-------------------------------
(asumsi : disusun berdasarkan skala proritas, disusun dengan sangat2 relatif, dan berdasarkan basic needs standar menengah ke bawah).

1. Makan
Dengan asumsi sekali makan adalah Rp. 5.000. Maka makan 3x sehari, kali 2 orang (karena lagu sepiring berdua cuma berlaku pada saat pacaran aja), kali 30 hari adalah : Rp. 900.000.

*Tips :
Rajin2 ke kondangan, walimahan, atau sunatan, dan bawa pulang nasi kotaknya, pasti lebih ngirit.

2. Kontrakan
Dengan asumsi masih ngontrak di rumah petak, yang punya uda botak, tapi masih galak, dan punya anjing belum jinak. Maka dana untuk kontrakan sekitar Rp. 500.000/bulan.

*Tips :
Tinggallah di Pondok Mertua Indah. Niscaya 2 dana diatas gak akan pernah ada. Di pondok mertua indah, anda akan bebas makan apa aja, termasuk "makan ati" (^__^)

3. Listrik dan Air
Dengan asumsi daya listrik 900 watt dan pake jetpam maka anggaran untuk listrik adalah Rp. 100.000/bulan.

*Tips :
Jangan pake AC, cukup AC (Angin Cendela). Jangan suka main Plestesyen (PS), cukup main monopoli,sudamanda atau gaple, domino ama istri terasa lebih romantis.

4. Transportasi
Dengan asumsi naik motor ke kantor, dengan motor yang paling irit rit rit, maka untuk ongkos bensin dan servis adalah Rp. 100.000.

*Tips :
Gunakanlah Bensin campur! (Maksudnyah campur dorong, pasti lebih irit). Atau ikutlah “Nebeng Fans Club”, dengan alasan mempererat silaturahmi dengan yang ditebengi maka perjalanan berangkat dan pulang kantor akan terasa lebih menyenangkan.

5. Komunikasi

Dengan asumsi pake CDMA yang 1000/menit maka untuk sebulan, ongkos komunikasi berdua adalah Rp. 100.000.

*Tips :
Pakelah "FREN" yang lebih murah (maksudnya kalo mau nelpon atau sms tinggal bilang “Freeen…minjam HP nya dong freen…”)

6. Keperluan Sehari Hari
Seperti sabun,odol,syampu, dll dsb. Dengan asumsi tidak pake fesyel,krimbat, manikyur, pedikyur, kukyur2 maka alokasi dana untuk ini sebesar Rp.50.000.

*Tips :
Mandi kalo perlu saja. Kalo dulu 2 kali sehari,jadi 2 hari sekali. Untuk ngirit odol kembalilah memakai tumbukan batu bata

7. Kesehatan

Seperti minyak kayu putih,vitamin, obat pusing (ini penting buat pengantin baru wekekekek!), maka alokasi cadangan untuk kesehatan sebesar Rp. 50.000.

*Tips :
Jaga kesehatan. Jangan begadang…kalo tiada artinya…begadang bole saja…asalkan sambil
ronda (halah!!)

8. Entertaiment

Nha ini kalo ada uang lebih aja, bisalaah sekali2 nomat (nonton hemat, bioskop), liat live music, lari pagi di monas, atau makan martabak sekali2.

Kesimpulan

Jadi, dapat kita simpulkan…
Dari asumsi basic needs diatas maka pengeluaran untuk tiap bulan adalah sebesar :

Rp. 1.800.000/ bulan..

(busyeeett dah…masih gede juga ya)

Mungkin ini bisa jadi bahan pertimbangan temen2 ketika pengen nikah, untuk kemudian dibandingkan dengan pemasukan yang ada. Kalopun masih ‘besar pasak daripada tiang’ Anda bisa memperkecil pasak, atau memperbesar tiang…ataauu. ..ga usak pake pasak, tapi dipaku aja!

Tapi ada 1 hal yang ga bisa dijelaskan dengan perhitungan ketika anda memutuskan untuk menikah
(Serius Mode : On)....

Yaitu, Berkah Menikah..

Selalu, Allah akan mencukupi kebutuhan umatnya yang mau berusaha dan berdoa. Selalu bersukur dan percaya bahwa Allah-lah raja dari segala raja akunting! Ok ??
Read More..

Rahasia Ubun Ubun Dalam Al Qur'an

Gambaran otak manusia bagian depan yang disebut Allah dalam Al Qur’an Al Karim dengan kata nashiyah (ubun-ubun). Al-Qur’an menyifati kata nashiyah dengan kata kadzibah khathi’ah (berdusta lagi durhaka). Allah berfirman, “(Yaitu) ubun-ubun yang mendustakan lagi durhaka.” (Al-‘Alaq: 16). Bagaimana mungkin ubun-ubun disebut berdusta sedangkan ia tidak berbicara? Dan bagaimana mungkin ia disebut durhaka sedangkan ia tidak berbuat salah?

Prof. Muhammad Yusuf Sakr memaparkan bahwa tugas bagian otak yang ada di ubun-ubun manusia adalah mengarahkan perilaku seseorang. “Kalau orang mau berbohong, maka keputusan diambil di frontal lobe yang bertepatan dengan dahi dan ubun-ubunnya. Begitu juga, kalau ia mau berbuat salah, maka keputusan juga terjadi di ubun-ubun.”

Kemudian ia memaparkan masalah ini menurut beberapa pakar ahli. Di antaranya adalah Prof. Keith L More yang menegaskan bahwa ubun-ubun merupakan penanggungjawab atas pertimbangan-pertimbangan tertinggi dan pengarah perilaku manusia. Sementara organ tubuh hanyalah prajurit yang melaksanakan keputusan-keputusan yang diambil di ubun-ubun.

Karena itu, undang-undang di sebagian negara bagian Amerika Serikat menetapkan sanksi gembong penjahat yang merepotkan kepolisian dengan mengangkat bagian depan dari otak (ubun-ubun) karena merupakan pusat kendali dan instruksi, agar penjahat tersebut menjadi seperti anak kecil penurut yang menerima perintah dari siapa saja.

Dengan mempelajari susunan organ bagian atas dahi, maka ditemukan bahwa ia terdiri dari salah satu tulang tengkorak yang disebut frontal bone. Tugas tulang ini adalah melindungi salah satu cuping otak yang disebut frontal lobe. Di dalamnya terdapat sejumlah pusat neorotis yang berbeda dari segi tempat dan fungsinya.

Lapisan depan merupakan bagian terbesar dari frontal lobe, dan tugasnya terkait dengan pembentukan kepribadian individu. Ia dianggap sebagai pusat tertinggi di antara pusat-pusat konsentrasi, berpikir, dan memori. Ia memainkan peran yang terstruktur bagi kedalaman sensasi individu, dan ia memiliki pengaruh dalam menentukan inisiasi dan kognisi.

Lapisan ini berada tepat di belakang dahi. Maksudnya, ia bersembunyi di dalam ubun-ubun. Dengan demikian, lapisan depan itulah yang mengarahkan sebagian tindakan manusia yang menunjukkan kepribadiannya seperti kejujuran dan kebohongan, kebenaran dan kesalahan, dan seterusnya. Bagian inilah yang membedakan di antara sifat-sifat tersebut, dan juga memotivasi seseorang untuk bernisiatif melakukan kebaikan atau kejahatan.

Ketika Prof. Keith L Moore melansir penelitian bersama kami seputar mukjizat ilmiah dalam ubun-ubun pada semintar internasional di Kairo, ia tidak hanya berbicara tentang fungsi frontal lobe dalam otak (ubun-ubun) manusia. Bahkan, pembicaraan merembet kepada fungsi ubun-ubun pada otak hewan dengan berbagai jenis. Ia menunjukkan beberapa gambar frontal lobe sejumlah hewan seraya menyatakan, “Penelitian komparatif terhadap anatomi manusia dan hewan menunjukkan kesamaan fungsi ubun-ubun.

Ternyata, ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengarauh pada manusia, sekaligus pada hewan yang memiliki otak. Seketika itu, pernyataan Prof. Keith mengingatkan saya tentang firman Allah, “Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.” (Hud: 56)

Beberapa hadits Nabi SAW yang bericara tentang ubun-ubun, seperti doa Nabi SAW, “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu dan anak hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu…”

Juga seperti doa Nabi SAW, “Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan setiap sesuatu yang Engkau pegang ubun-ubunnya…”

Juga seperti sabda Nabi SAW, “Kuda itu diikatkan kebaikan pada ubun-ubunnya hingga hari Kiamat.”

Apabila kita menyandingkan makna nash-nash di atas, maka kita menyimpulkan bahwa ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengendali perilaku manusia, dan juga perilaku hewan.

Sumber : http://www.situslakalaka.info
Read More..

Jumat, 20 Januari 2012

Kisah Inspirasi : Alquran Menjawab Semua Pertanyaanku...

Saat berusia tujuh tahun, Muhammad Kasim Wolf mengalami sebuah peristiwa yang tak terlupakan. Ia menyaksikan sang nenek yang dicintainya meninggal dunia di sampingnya. Peristiwa itu telah menggoreskan sebuah kesan dan pertanyaan dalam hatinya.

"Apa yang terjadi setelah kematian," hati kecilnya bertanya. Pertanyaan hidup setelah mati itu telah membuatnya tertarik pada spiritualitas. Ia pun mencari jawabannya dengan mempelajari ajaran agama-agama yang ada di dunia ini. Namun, tak ada agama yang bisa memberi jawaban atas pertanyaan yang berkecamuk dalam dirinya.

"Hingga akhirnya, saya bertemu dengan Islam. Alquran dapat menjawab semua pertanyaan saya dan memberi jalan hidup sempurna, membimbing pada kebahagiaan dunia dan akhirat nanti," ungkapnya penuh syukur. Pencarian kebenaran yang dilakukannya tidaklah mudah.

Jauh sebelum memeluk Islam, Kasim memang mengaku sudah mengenal agama yang disebarkan Nabi Muhammad SAW itu. "Pertemuan pertama saya dengan Islam pada 1981 ketika berusia 18 tahun dan bepergian ke Eropa selama tiga bulan dengan uang setara Rp 200 ribu," tuturnya mengenang.

Dalam perjalanan itu, Kasim juga sempat mengunjungi Maroko selama dua pekan. Di kota Tangier, tempat kelahiran Ibnu Batuta, penjelajah Muslim legendaris itulah Kasim pertama kali mendengar kumandang azan untuk pertama kalinya.

"Saat itu, saya sangat menyukai kultur Islam yang saya temui di sana," ujarnya. Dua pekan hidup bersama sebuah keluarga miskin di Maroko, telah banyak mengubah hidupnya. Satu tahun kemudian, tepatnya pada 1982, di usianya yang ke-19, Kasim memutuskan untuk disunat dengan alasan kesehatan.

Ketika itu, ia menetap di Schweinfurt dekat dengan tempat kelahiran Friedrich Ruckert yang menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa Jerman dari 1820-1826. Perkenalannya dengan Islam yang menggoreskan kesan dalam hatinya akhirnya membuahkan sebuah berkah. Kasim akhirnya benar-benar bisa memeluk agama yang sempurna.

Ia mengucapkan dua kalimah syahadat pada 1996 di Indonesia. Allah SWT membuka jalan menuju Islam kepada Kasim lewat belahan jiwanya yang kemudian dinikahinya, Fariah Abu Yusuf. Saat itu, dia dihadapkan pada dua pilihan: pulang terlebih dahulu ke Jerman atau tetap tinggal di Indonesia dan memulai hidup baru sebagai seoarang mualaf dan suami dari istrinya.

Kasim pun menemui seorang ustaz. Ia disarankan agar dirinya segera masuk Islam dan menikahi perempuan yang dicintainya, sehingga tak berbuat zina. "Beliau memberi saya air bunga dengan doa untuk saya minum dan mandi pada waktu shalat yang lima waktu," ungkapnya

Setelah mengucap dua kalimah syahadat, Kasim mempersunting gadis pujaannya. Ada sebuah pengalaman menarik yang dialaminya ketika awal-awal memeluk Islam. Di antara waktu shalat, Kasim tertidur. Ketika terbangun saya merasa seperti seorang bayi baru lahir. "Istri saya bilang seluruh tubuh saya wangi bunga."

Pengusaha busana Muslim itu mengaku banyak mengenal Islam dari istri, teman-teman dan berbagai pengajian. Keputusannya memeluk Islam sempat membuat keluarganya di Jerman marah. Ia tak mendapat restu dari keluarganya. "Mereka marah dan antipati," ucapnya. Namun, tantangan itu tak menyurutkan tekadnya untuk menjadi seorang Muslim yang baik.

Kasim sangat bersyukur, karena begitu banyak orang yang mendorong dan mendukungnya menjadi seorang Muslim. "Saya ingin berterima kasih kepada Allah SWT yang telah memberi kehidupan, juga kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa Alquran dan memberikan jawaban atas pertanyaan yang ada dalam diri saya."

Meski pada masa awal-awal keislamannya, Kasim mengaku sering mendapat godaan dari setan. "Awalnya sulit sekali mendisiplinkan diri untuk menjalankan shalat lima waktu. Godaan setan terasa begitu hebat waktu itu, namun saya berhasil menyempurnakan ibadah puasa selama satu bulan pertama kali tahun 1996," tuturnya sumringah.

Lalu apa pandangannya tentang Islam? Menurut dia, Islam moderat adalah satu-satunya jalan untuk menyiapkan keluarga menuju Hari Akhir. Kasim mengungkapkan, ketika seorang hamba hendak bertemu Allah SWT, maka harus bertanggung jawab atas semua perbuatan yang telah dilakukan.

"Ini adalah satu-satunya cara untuk menanamkan nilai-nilai kebenaran untuk anak-anak kita dan memberi mereka pemahaman yang benar, mengapa kita lahir dan akan ke mana kita?" ungkapnya. Ia menegaskan bahwa Islam menanamkan saling hormat, saling pengertian, dan iman dalam keluarga

Cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, papar dia, menjadi motif untuk semua perbuatan kita dan bukan perbuatan untuk perolehan personal, karena Allah memberikan apapun yang dibutuhkan hamba-Nya. Menurut dia, setiap orang dibedakan oleh motif yang keluar dari lubuk hatinya masing-masing.

Kasim juga bersyukur sudah berkunjung ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Ketika pertama kali melihat Ka’bah, ia merasakan jiwa seperi pulang ke rumah. Di hadapan rumah Allah SWT itu, ia berlutut dan menangis. Kasim merasakan sebuah keistimewaan saat berada di Makkah dan Madinah.

"Keduanya adalah tempat terdekat di bumi ini untuk bisa sampai ke Allah SWT dan itu adalah satu-satunya tempat, yang membuat kita bisa meninggalkan semua gagguan duniawi dan fokus pada perjalanan spiritual jiwa," paparnya.

Kasim memiliki konsep pendidikan yang sangat menarik yang tanamkan kepada keluarganya. Menurut dia, Allah SWT menciptakan manusia, Allah SWT mencintai manusia sepanjang masa tanpa syarat. Ia mengatakan, setiap orang kembali kepada anugrah Tuhan dengan cinta yakni mengikuti aturan-Nya, tuntunan Nabi Muhammad dan petunjuk Alquran.

"Karena saya sebagai seorang imam dalam keluarga, saya hanya bisa membimbing keluarga dengan memberi mereka contoh yang baik sebagai seorang Muslim dan berusaha meningkatkan diri setiap hari. Selalu mengingat Allah SWT, beribadah sebaik-baiknya dan mensyukuri nikmat yang diberikan," jelasnya.

Salah satu konsep yang penting yang ia tanamkan adalah budaya mau mendengar. "Satu konsep penting lainnya adalah mendengarkan. Mendengarkan istri Anda, mendengarkan anak-anak Anda, teman-teman Anda, orang-orang yang Anda temui dan mendengarkan hati Anda."

Dalam pandangan Kasim, mendengarkan adalah melatih kesabaran. Melalu mendengar, setiap orang dapat menahan diri dari sikap kebiasaan bereaksi. ''Dengan mendengarkan kita bisa menyerap pengetahuan. Jika mendengarkan hati, membantu kita membuat pilihan yang tepat."

Sumber: republika.co.id
Read More..

Antara FaceBook dan Dinding Ratapan Yahudi

Sahabat, tahukah kamu apa makna —> WALL <— ? Ia memberi makna DINDING.
☑~ Ke...napa 'dinding'?
Baik, saya teruskan pertanyaannya, ok (◕‿◕) ??.

☑~ Siapakah yang mewujudkan FB?
Mark Zuckerberg, seorang berbangsa YAHUDI.

☑~ Apa kaitan WALL dan YAHUDI???

Kaitan mereka sangat ERAT & MESRA;

Dinding Ratapan adalah tempat yang penting dan dianggap suci oleh orang Yahudi. Panjang tembok ini aslinya sekitar 485 meter, dan sekarang sisanya hanyalah 60 meter.

Orang Yahudi percaya bahwa tembok ini tidak ikut hancur sebab di situlah berdiam "Shekhinah" (kehadiran ilahi). Jadi, berdoa di situ sama artinya dengan berdoa kepada Tuhan. Orang Yahudi berdoa di Tembok Barat

Tembok ini dulunya dikenal hanya sebagai Tembok Barat, tetapi kini disebut "Dinding Ratapan" karena di situ orang Yahudi berdoa dan meratapi dosa-dosa mereka, meluahkan harapan, ratapan & segala²nya dengan penuh penyesalan. Selain mengucapkan doa-doa mereka, orang Yahudi juga meletakkan doa mereka yang ditulis pada sepotong kertas yang disisipkan pada celah-celah dinding itu. (WIKIPEDIA).

Lalu perhatikan Dinding sahabat sahabat kita kebanyakan di facebook ?? Sesuai keinginan mereka bukan ?? Mark Z, dengan sangat lihai dan tidak kentara, menciptakan Dinding Ratapan itu di Facebook. Ya......Dinding facebook sekarang berubah menjadi.......TEMBOK RATAPAN di dunia MAYA.

Oleh karena itu, saya & kamu jangan jadikan "WALL FB" ini sebagai tempat luahan perasaan seperti mereka. Tapi jadikan ia sebagai tempat pertemuan apa saja ILMU yang memberi manfaat kepada umat NABI MUHAMMAD صلى الله عليه وسلم walaupun hanya kepada seorang. Hati-hatilah......

“Sungguh, kalian akan mengikuti langkah orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan seandainya mereka masuk ke lubang dhabb pun,niscaya kalian akan masuk pula ke dalamnya”, kami bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah mereka yang dimaksudkan itu Yahudi dan Nashrani ?” beliau menjawab : “Siapa lagi kalau bukan mereka?”

(HR. Al Bukhari dalam Shahihnya, kitab Ahaditsul Anbiya, bab Ma Dzukira an Bani Israil 3456 dan Kitab Al I’tisham bil Kitab was Sunnah, bab Qaulin Nabi “latattabi’unna sanana man kana qablakum” no. 7320 dan Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al Ilmi 2669)
Read More..

Rabu, 30 November 2011

Satu Lagi Bukti Bahwa Ipar Adalah Maut !!!!!!

Sebuah kisah inspiratif, peringatan bagi orang-orang beriman:

Khalid duduk di ruang kerjanya dengan pikiran yang diliputi kesedihan dan kegalauan. Salah seorang kawannya, memperhatikan kegalauan dan kesedihan itu di wajahnya. Ia berdiri dari mejanya dan mendekati Khalid, lalu berkata padanya:

“Khalid, kita ini berteman layaknya bersaudara sejak sebelum kita sama-sama bekerja. Aku perhatikan sejak seminggu ini selalu termenung, tidak konsentrasi. Engkau kelihatan begitu galau dan bersedih…”

Khalid terdiam sejenak. Kemudian ia berkata:
“Terima kasih atas kepedulianmu, kawan…Aku merasa memang membutuhkan seseorang yang dapat mendengarkan masalah dan kegelisahanku, barangkali itu bisa membantuku untuk mencari jalan keluarnya…”

Khalid memperbaiki duduknya, lalu menuangkan segelas teh kepada kawannya. Kemudian ia berkata lagi:

“Masalahnya, seperti yang engkau tahu aku sejak menikah 8 bulan lalu, aku dan istriku tinggal sendiri di sebuah rumah. Namun masalahnya adikku yang paling kecil, Hamid, yang berusia 20 tahun baru saja menyelesaikan SMA-nya dan diterima di salah satu universitas di sini. Dia akan datang satu atau dua minggu lagi untuk memulai kuliahnya. Ayah dan ibuku memintaku bahkan mendesakku agar Hamid dapat tinggal bersamaku di rumahku daripada ia harus tinggal di asrama mahasiswa bersama teman-temannya. Mereka takut nanti dia terseret mengikuti kawan-kawannya!

Aku menolak hal itu, karena kamu tahu kan bagaimana seorang pemuda yang sedang puber seperti itu. Keberadaannya di rumahku akan menjadi bahaya besar. Kita semua sudah melewati masa remaja seperti itu. Kita tahu betul bagaimana hasrat dan keinginannya. Apalagi aku terkadang keluar dari rumah, mungkin juga aku pergi untuk beberapa hari untuk urusan pekerjaan…

Aku harus pula sampaikan padamu bahwa aku sudah menanyakan kepada salah seorang Syekh terkait masalah ini, dan beliau mengingatkanku untuk tidak mengizinkan siapapun, meski itu saudaraku sendiri untuk tinggal bersamaku dan bersama istriku di rumah. Beliau mengingatkanku tentang sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

“Ipar itu adalah maut.”

Khalid terdiam sejenak. Ia meneguk teh yang ada di depannya. Kemudian ia melanjutkan kembali ucapannya:

“Aku sudah menjelaskan semuanya kepada ayah dan ibuku. Bahkan aku bersumpah bahwa yang aku inginkan adalah kebaikan untuk adikku, Hamid. Namun mereka justru marah kepadaku, mereka menyerangku di depan semua keluarga, menganggapku sudah durhaka, bahkan menyebutku berprasangka buruk kepada adikku, padahal ia menganggap istriku seperti kakaknya sendiri. Mereka mengira aku dengki pada adikku karena aku tidak menghendaki ia melanjutkan pendidikan tingginya…”

“Yang lebih berat dari itu semua adalah karena ayahku telah mengancamku dengan mengatakan bahwa ini akan menjadi citra buruk dan aib besar di tengah keluarga, karena bagaimana adikku bisa tinggal bersama orang lain sementara rumahku ada. Ayahku mengatakan: ‘Demi Allah, jika Hamid tidak tinggal bersamamu, aku dan ibumu akan marah padamu hingga kami mati. Kami tidak pernah mengenalmu sejak hari ini, dan kami akan berlepas diri darimu di dunia sebelum di akhirat…”

Khalid menundukkan kepalanya sejenak, lalu kembali berujar:
“Sekarang aku sungguh bingung tidak tahu berbuat apa. Dari satu sisi, aku ingin menyenangkan hati ayah dan ibuku, tapi di sisi lain aku tidak ingin mengorbankan kebahagiaan keluargaku. Nah, sekarang bagaimana pandanganmu terhadap masalah yang sangat berat ini kawan?”

Kawannya memperbaiki duduknya. Ia kemudian mengatakan:
“Tentu engkau ingin mendengarkan pendapatku sejelas-jelasnya dalam masalah ini, bukan? Karenanya izinkan aku untuk mengatakan kepadamu, wahai Khalid, bahwa engkau benar-benar seorang peragu dan bimbang. Sebab jika tidak begitu, untuk apa semua persoalan dan masalah ini terjadi bersama kedua orang tuamu?

Bukankah engkau tahu bahwa ridha Allah itu bergantung pada ridha kedua orang tua, begitu pula kemurkaan-Nya bergantung pada kemurkaan mereka berdua? Lagi pula jika adikmu tinggal serumah denganmu, ia akan membantumu menyelesaikan urusan rumah. Dan ketika engkau tidak ada di rumah untuk suatu urusan, ia akan menjaga rumahmu selama engkau pergi.

Kawannya sengaja diam sebentar. Ia ingin melihat bagaimana reaksi Khalid terhadap apa yang diucapkannya. Kemudian ia melanjutkan dengan mengatakan:
“Lagi pula aku ingin bertanya padamu: mengapa engkau berburuk sangka pada adikmu sendiri? Apa kamu lupa Allah melarang kita berburuk sangka kepada orang lain? Coba katakan padaku: bukankah engkau percaya dengan istrimu? Bukankah engkau percaya kepada adikmu?”

Entah bagaimana ceritanya hingga Khalid akhirnya bisa menerima penjelasan kawannya itu. Di hadapannya, ia tidak punya pilihan selain menerima adiknya, Hamid untuk tinggal bersamanya di rumahnya.

Beberapa hari kemudian, Hamid pun tiba. Khalid menjemputnya di bandara. Mereka kemudian meluncur menuju rumah Khalid di mana Hamid akan menempati bagian depannya. Dan seperti itulah yang terjadi selanjutnya…

Hari demi hari terus berganti. Ia bergulit mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah. Dan kini kita telah berada di empat tahun setelah perisitiwa itu…

Kini Khalid telah genap berusia 30 tahun. Ia telah menjadi ayah bagi tiga orang anak. Sementara Hamid kini telah memasuki tahun terakhir perkuliahannya. Ia sudah hampir menyelesaikan kuliahnya di universitas. Kakaknya, Khalid telah berjanji untuk mengupayakan pekerjaan yang layak untuk adiknya di universitas itu, dan membolehkannya tetap tinggal di rumah itu hingga ia menikah dan pindah dengan istrinya ke rumah tersendiri.

Pada suatu malam sepulang dari tempat kerjanya Khalid melihat dua sosok hitam di pinggir jalan. Rasa ingin tahunya mendorongnya untuk mendekat lebih dekat lagi dan bertanya mengapa mereka berdiri di pinggir jalan seperti itu. Ketika ia mendekat, ternyata seorang ibu tua dengan seorang gadis yang terbaring di tanah menangis kesakitan. Sementara sang ibu tua itu terus berteriak meminta tolong:

Ibu tua itupun menceritakan awal mula mereka terdampar di kota itu. Air mata ibu tua dan erangan kesakitan gadis itu membuatnya terenyuh. Ia benar-benar merasa kasihan. Dan karena sifatnya yang mudah tersentuh, ia pun setuju untuk membawa mereka ke rumah sakit terdekat.

Tidak lama kemudian, mereka pun sampai ke rumah sakit. Setelah menyelesaikan urusan administrasinya, gadis itu kemudian dimasukkan ke dalam ruang operasi untuk menjalani operasi cesar, karena ia tidak mungkin melahirkan secara normal.

Karena ingin berbuat baik, Khalid merasa kurang enak jika segera pergi dan meninggalkan ibu tua itu bersama putrinya di sana sebelum ia merasa yakin betul akan keberhasilan operasi itu dan bayi yang dikandungnya keluar dengan selamat.

Khalid pun duduk di ruang menunggu khusus pria. Ia menyandarkan punggungnya ke tembok, dan kelihatannya ia sangat mengantuk. Ia pun tertidur tanpa ia sadari. Khalid tidak pernah tahu berapa lama waktu berjalan selama ia tertidur. Namun yang ia ingat betul adalah pemandangan yang tidak akan pernah ia lupakan untuk selamanya…Ketika ia tiba-tiba terbangun oleh suara dokter jaga dan dua petugas keamanan yang mendekatinya, sementara si ibu tua tadi berteriak-teriak sambil menunjuk ke arahnya: “Itu dia! Itu dia!!”

Khalid sangat terkejut dengan kejadian itu. Ia berdiri dari tempat duduknya dan segera mendatangi ibu tua itu, lalu berkata: “Apakah proses kelahirannya berhasil, Bu?”

Dan sebelum ibu tua itu mengucapkan sesuatu, seorang petuga keamanan mendekatinya dan bertanya: “Anda Khalid?”

“Iya, benar,” jawabnya.
“Kami ingin Anda datang sekarang juga ke ruang kepala keamanan!” ujar petugas itu.

Semuanya akhirnya masuk ke ruang kepala keamanan dan mengunci pintunya. Ketika itulah, ibu tua itu kembali berteriak dan memukul-mukul badannya sendiri. Ia mengatakan: “Inilah penjahat keji itu!! Aku harap kalian tidak melepaskan dan membiarkannya pergi! Duhai malangnya nasibmu, wahai putriku!”

Khalid hanya bisa terkejut penuh kebingungan, tidak memahami apa yang sedang terjadi di sekitarnya. Ia tidak sadar dari kebingungannya kecuali setelah polisi itu mengatakan:

“Ibu tua ini mengaku bahwa engkau telah berzina dengan putrinya. Engkau telah memperkosanya hingga hamil. Lalu ketika ia mengancammu untuk melaporkan ini pada polisi, engkau berjanji akan menikahinya. Namun setelah melahirkan, kalian akan meletakkan anak bayi itu di pintu salah satu mesjid agar ada orang baik yang mau mengambilnya untuk membawanya ke panti sosial!”

Khalid benar-benar terkejut mendengarkan ucapan itu. Dunia menjadi gelap di matanya. Ia tidak lagi bisa melihat apa yang ada di depannya. Kalimat-kalimatnya tertahan di kerongkongannya. Hingga tiba-tiba saja ia terjatuh, tidak sadarkan diri.

Tidak lama kemudian, Khalid tersadar dari pingsannya. Ia melihat dua orang petugas keamanan bersama di dalam ruangan itu. Seorang polisi khusus yang ada di situ segera mengajukan pertanyaan untuknya:

“Khalid, coba sampaikan yang sebenarnya. Karena kalau kami melihat sosokmu, nampaknya engkau adalah seorang yang terhormat. Penampilanmu menunjukkan bahwa engkau bukanlah pelaku yang melakukan kejahatan seperti ini.”

Dengan hati yang sangat hancur, Khalid mengatakan:
“Tuan-tuan, apakah seperti balasan untuk sebuah kebaikan? Apakah seperti ini kebaikan itu dibalas? Aku adalah seorang pria terhormat dan baik-baik. Aku sudah menikah dan punya tiga orang anak: Sami, Su’ud dan Hanadi. Dan aku tinggal di lingkungan baik-baik…”

Khalid tidak bisa menguasai dirinya. Air matanya mengalir deras dari kedua pelupuk matanya. Kemudian ketika ia mulai tenang, ia pun menceritakan kisahnya dengan ibu tua dan putrinya itu secara lengkap.

Dan ketika Khalid selesai menyampaikan informasinya, polisi itu berkata padanya:

“Tenanglah! Aku percaya bahwa engkau tidak bersalah. Tapi persoalannya adalah semuanya harus berjalan sesuai prosedur. Harus ada bukti yang menunjukkan ketidakbersalahanmu dalam masalah ini. Perkaranya sangat mudah dalam kasus ini. Kami hanya akan melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium medis khusus yang akan menyingkap hakikat sebenarnya.”

Keesokan paginya, selesailah pengambilan sampel sperma milik Khalid untuk kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa dan diteliti. Khalid duduk bersama polisi khusus di sebuah ruangan lain. Ia tak putus-putusnya berdoa dan meminta kepada Allah agar menunjukkan apa yang sebenarnya telah terjadi!

Kurang lebih dua jam kemudian, datanglah hasil pemeriksaan tersebut. Hasilnya sungguh mengejutkan. Pemeriksaan itu menunjukkan bahwa Khalid sama sekali tidak bersalah dalam masalah ini. Itu sepenuhnya adalah tuduhan dusta.

Kemudian si ibu tua dan putrinya itupun ditangkap dan dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelum meninggalkan rumah sakit, Khalid berusaha untuk berpamitan kepada dokter spesialis yang telah melakukan pemeriksaan tersebut, karena telah menjadi sebab kebebasannya dari tuduhan keji itu. Ia pun pergi menemui sang dokter di ruangannya untuk berpamitan dan berterima kasih. Namun dokter itu justru memberikan kabar kejutan padanya:

Dokter itu nampak agak gugup, lalu seperti berusaha mengumpulkan keberaniannya ia berkata:

“Khalid, sebenarnya dari hasil pemeriksaan yang telah saya lakukan, saya khawatir Anda mengidap sebuah penyakit! Tapi saya belum bisa memastikannya. Karena itu saya harap Anda berkenan untuk melakukan beberapa pemeriksaan lagi untuk istri dan anak-anak Anda agar saya bisa memastikannya dengan yakin…”

“Sebenarnya saya tidak bisa mengabari Anda sekarang sampai saya benar-benar yakin dengan hal itu. Boleh jadi keraguanku tidak pada tempatnya. Tapi segeralah bawa ketiga anakmu ke sini untuk pemeriksaan.”

Beberapa jam kemudian, Khalid pun membawa istri dan anak-anaknya ke rumah sakit itu. Selanjutnya mereka diperiksa dan diambil sampel-sampelnya yang dibutuhkan untuk pemeriksaan laboratorium.

Kemudian setelah selesai, ia kembali melanjutkan pembicaraannya dengan dokter yang mendahuluinya dengan pertanyaan: “Siapa orang yang padanya kau sampaikan untuk tidak membuka pintu apartemen rumahmu?”

“Ia adikku, Hamid. Ia tinggal bersama kami dalam satu apartemen.” jawab Khalid.

“Sejak kapan ia tinggal bersama kalian?” tanya dokter heran.
“Sejak empat tahun yang lalu,” jawab Khalid. “Saat ini, ia sedang menyelesaikan tahun terakhirnya di universitas.”

“Bisakah engkau menghadirkannya pula besok untuk juga diperiksa? Kami ingin memastikan apakah penyakit ini keturunan atau bukan?” tanya dokter.
“Dengan senang hati, besok kami akan hadir ke sini bersama,” jawab Khalid.

Pada waktu yang telah ditentukan, Khalid dan Hamid, adiknya, hadir di rumah sakit. Dan akhirnya selesai pula pemeriksaan laboratorium terhadap sang adik. Dokter kemudian meminta Khalid untuk menemuinya satu pekan dari sekarang untuk mengetahui hasil akhirnya…

Kini tibalah waktunya hasil pemeriksaan itu selesai, dalam kegelisahannya khalid berkata :
“Tolong, Dokter, Anda jangan membakar tubuhku lebih lama lagi. Aku sudah siap untuk menanggung penyakit apapun yang menimpaku. Ini telah menjadi takdir Allah untukku. Apa yang sebenarnya telah terjadi, Dokter?”

Dokter itu menganggukkan kepalanya lau berkata:
“Seringkali, hakikat yang sebenarnya itu begitu menyakitkan, keras dan pahit! Tapi harus diketahui dan dihadapi! Sebab lari dari masalah tidak akan menyelesaikannya dan tidak akan mengubah keadaan.

Dokter itu terdiam sebentar. Lalu ia pun menyampaikan yang sebenarnya:
“Khalid, mohon maaf, sebenarnya Anda itu mandul dan tidak bisa punya anak…, Ketiga anak itu bukan anak Anda. Mereka adalah anak adik Anda, Hamid.”

Khalid tidak mampu mendengarkan kenyataan pahit itu. Ia berteriak histeris hingga teriakannya memenuhi penjuru rumah sakit. Lalu ia jatuh tak sadarkan diri.

Dua minggu kemudian, barulah ia sadar dari ketidaksadarannya yang panjang. Namun ketika ia sadar, ia telah menemukan hidupnya hancur berkeping-keping.

Khalid mengalami stroke di setengah bagian tubuhnya. Kewarasannya hilang akibat berita yang menyakitkan itu. Ia akhirnya dipindahkan ke rumah sakit jiwa untuk melewati hari-harinya yang tersisa.

Adapun istrinya, maka ia telah diserahkan kepada Mahkamah Syariat untuk membenarkan pengakuannya lalu dihukum dengan HUKUM RAJAM SAMPAI MATI.

Sedangkan adiknya, Hamid, ia sekarang berada di dalam penjara menunggu keputusan hukum yang sesuai dengan kejahatannya.

Sedangkan ketiga anak itu, mereka dipindahkan ke panti sosial untuk akhirnya hidup bersama anak-anak yatim dan mereka yang dipungut dari jalanan.

Begitulah, sunnatullah berlaku: “Ipar itu adalah maut.”
‘Dan sekali kali engkau tak akan menemukan perubahan pada ketentuan Allah.”

Setelah ini, anda tak perlu mendengarkan pendapat teman anda lagi dalam masalah ini. Dari sekarang gunakan mata hati anda, perhatikan baik baik posisi posisi strategis syetan itu, bukan sekedar pelajaran yang harus pembaca situslakalaka waspadai tapi memang sudah seharusnya ANDA CURIGAI dan segera anda ambil tindakan.

Bukan sekedar adu argumentasi atau pendapat lain lagi, tetapi segera........PISAHKAN. Selamatkan bahtera anda sekarang juga, Percayalah....Kami sudah sangat sering menerima pengaduan tentang kasus ini, sudah berkali kali menemui bukti bukti sunnatullah yang menguatkan bahwa sejatinya ........IPAR adalah MAUT dirumah anda.

Sumber situslakalaka.blogspot.com
Read More..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...